
"Din? Gimana hubungan lo dengan David?" Tanya Siska seraya memejamkan matanya, menikmati pijatan lembut di kepalanya oleh pegawai salon itu. Hitung hitung sekarang mereka tengah berada di dalam salon kecantikan.
Begitu pun dengan Dina "baik Ka, kami akan segera berencana menikah"
"What! Serius kamu Din??" Siska sempat membuka mata melirik ke arah Dina "bagaimana ceritanya?" Tanyanya penasaran
"Panjang ceritanya. Dia melamar ku pas aku ulang tahun"
"Ulang tahun? Lamaran? Kenapa tidak ngasih tau sih pas kapan kamu ulang tahun"
Dina hanya terkekeh kecil, melihat raut wajah Siska sekarang. Bisa dipastikan setengah bete kesal pasal Dina tidak memberi tahunya tentang ulang tahunnya.
"Mendadak Ka, aku pun ga tau hari itu adalah hari ulang tahunku. Tapi David yang mengingatkan nya. Hahaha bodohnya aku, tanggal lahir aja sampe lupa"
"Kau sih!" "Jadi David melamarmu ketika kamu berulang tahun?"
"Emmm" Dina mengangguk
"Truss kapan rencana pernikahannya?" Lebih cerewet lagi Siska menanya.
"Masih perencanaan Ka, masih nunggu hari dan waktu yang tepat"
"Alahh! Kelamaan"
"Ga apa apa Ka. Aku sabar kok menunggunya"
"Iyah Iyah terus saja sabar!" Ucap Siska kelepotan dengan bibir yang sengaja dibuat monyong monyong. Parah deh Siska!
Semua yang melihat pun tertawa kecil termasuk dengan mbak mbak staf salon itu. Apalagi dengan Dina. Lantas Siska peduli? Enggak. Malah dia juga ikut tertawa renyah. Hahaha.
"Ka?"
"Hmmm? Apaa?" Siska bertanya balik menanti ucapan Dina kepadanya dengan mata yang tidak lepas dari majalah yang tengah ia baca.
"Udah ada tanda-tanda?"
"Maksud Lo?" Kini Siska mengalihkan perhatian nya kepada Dina yang segera di tatap balik oleh Dina sendiri.
"Udah lebih sebulan bukan? Kamu dan Vano menikah"
"Iya terus?"
"Apa ga ada sesuatu gitu yang kamu rasain. Maksudnya yang beda dengan dirimu kek?"
"Rasa enggak deh. Ga ada yang terjadi akhir akhir ini" nampak Siska tengah berpikir "tapi ..."
"Tapi?" Dina menaikkan alis
"Sudah empat hari belakangan ini aku telat bulan Din. Ga sesuai dengan penanggalan yang semestinya. Kali ini beda. Ga tau juga"
"Serius mu?" Kini Dina lebih antusias lagi bertanya.
__ADS_1
"Iya"
"Cepat!! Cepat!!" Dina segera bergegas berdiri, mengambil hand-bag nya. Kemudian menarik tangan Siska.
"Apa sih Din? Buru buru begitu kenapa coba?"
"Ikuti aja dulu. Nanti aku kasih tau"
Akhh! Dasar Siska yang tidak tau apa apa. Mungkin masih belum konek dengan ajakan Dina.
Kebetulan juga, mereka telah selesai urusan dalam salon itu.
"Bentar nih, biar ku bayarin"
"Oh hampir lupa!" Dina membuka isi tasnya mencari dompet nya
"Ga usah lagi! Udah siap aku bayarin, aku bawa uang kes lebih"
"Kamu__"
"Udah deh, sesekali jangan patungan. Siapa tau juga aku lupa bawa uang giliran kamu yang traktir hahaha"
Dina hanya geleng-geleng. Keduanya pun melenggang pergi dengan mobil yang mereka tunggangi. Sudah jelas Siska yang menyetirnya.
"Kita mau kemana?" Tanya Siska seraya fokus kejalanan
"Mau ke apotek"
Dina hanya masih geleng geleng mendengar Siska yang masih belum konek otaknya.
Tak lama kemudian keduanya sampai di depan apotek dan segera masuk.
"Selamat datang bu. Ada yang bisa di bantu?" Sapa staf apotek ramah.
"Beli testpack 2 bu. Dengan merek yang berbeda"
"Baik Bu, di tunggu sebentar" kemudian staf apotek pun mencari benda yang ingin dibelanjakan itu.
Siska pun bingung sendiri "hah testpack buat apa sih Din?"
"Astaga Siska! Jadi kamu dari tadi masih ga konek rupanya. Kamu harus melakukan percobaan tespcak Siska. Siapa tahu kamu hamil! Kamu bilang sih udah empat hari belakangan ini telat haid" kini Dina celoteh panjang lebar dengan Siska.
"Tespcak?? Aku melakukannya?? Apa aku hamil? Aku beneran hamil" Siska hampir kikuk kenapa dia tidak berpikir sampai di situ.
"Makanya di tes. Siapa tau positif. Nih udah 2 testpack ada"
"Oke oke. Aku akan mencobanya ketika di rumah" Siska tersenyum tak sabar ingin segera mengetahui hasil testpack nya. Mudahan positif!
Keduanya pun melenggang pergi keluar dari apotek itu setelah membayar biaya 2 benda kecil itu.
"Nanti kalo sudah di coba, hasilnya jangan lupa kasih tau! So, berharap banget supaya hasilnya positif ya" ucap Dina ketika posisi mereka sudah di dalam mobil.
__ADS_1
"Amin Din amin! Mudahan ya"
Usai begitu, mobil yang membawa mereka pun melintas di jalan raya membelah jajaran keramaian kota Jakarta sore itu.
***
Apartemen
Siska menghembus nafasnya berkali kali sebelum ia mencelupkan benda kecil itu ke tempat penampungan air urinnya yang telah ia tampung. Hati hati ia mencelupkannya 2 sekaligus, berharap begitu hasilnya keluar akan menunjukkan positif.
Matanya sengaja di pejamkan ketika mengangkat kembali 2 benda kecil itu. Mengintip dengan pelan, hingga matanya membulat sempurna. Matanya menitikkan air mata.
Ternyata hasilnya positif! Awww betapa bahagia dan senangnya sampai Siska mau mau nangis begitu. Usaha yang telah ia dan Vano lakukan tidak sia sia belaka.
Begitu hasilnya keluar, Siska segera meraih hp nya buru buru keluar dari kamar mandi duduk di atas tempat tidur. Mengabadikan tespcak itu dengan foto dan kemudian Siska mengirimkannya kepada Dina.
💌Siska send to Dina
Din, hasilnya positif. Aku senang banget!!
(+Foto hasil testpack)
Tak berapa lama, notif pesan Dina muncul di atas layar hp nya
💌Dina
Tu kan, sesuai yang ku duga. Congrats Siska sayang. Aku ikut seneng bangettttt! Semoga sehat sehat saja ya, kamu dengan baby. Udah jadi bumil sekarang hehehe. Tunggu apa lagi kabarin ke Vano
Usai membaca isi pesan WeChat dari Dina. Dengan segera Siska mengalihkan panggilan ke nama Vano (dalam kontak Siska nama Vano adalah Hubby).
Calling ...
Satu dua tiga bahkan udah deringan ke lima Vano tidak mengangkat telfon darinya. Siska terus mencoba menghubungkan panggilan, tapi dengan hasil yang tetap sama. Vano masih tetap tidak mengangkatnya.
"Apa dia lagi sibuk ya?"
Siska pun menyudahi panggilan itu. Kemudian mengirimkan kepada Vano saja foto hasil testpack nya.
💌 Hubby
(+Foto testpack)
Siska mengirimkan foto saja tanpa teks yang di ikut sertakan. Biar ketika Vano melihatnya, ia akan segera menelfon. Pikirnya.
Siska kemudian turun ke lantai dasar dimana bi Lina ada. Tak lupa ia membagi kabar bahagia itu kepada wanita itu. Harap harap segera dapat telfon dari Vano.
Rencananya, jika Vano sudah tahu. Mereka akan sama-sama memberi tahu kabar bahagia ini kepada orang tua mereka.
✨✨✨
Up lagi, maaf kalo alur ceritanya kadang gaje 😢
__ADS_1