
Vano tidak menunjukkan penolakan ketika Siska menawarkan untuk melakukan testpack ulang terhadap dirinya sendiri. Mungkin untuk saat ini, lebih baik sedikit berkepala dingin terlebih dahulu. Jangan terlalu banyak mempercayai sesuatu yang masih belum benar- pikir Vano. Lalu melirik kemana langkah gadis itu melangkah.
Siska membelakangi Vano di mana berdiri setelah berhasil mendapatkan satu testpack yang ia simpan sebelum beberapa hari yang lalu. Dengan hati dan tangan yang gemetaran, dia mencoba membuka kenop pintu kamar mandi untuk melakukan penampungan urinnya ke wadah kecil yang sudah ia bawa bersamaan dengan testpack tersebut.
Di dalam sinilah, kamar mandi. Hati gadis itu semakin awut-awutan tak beraturan. Uring-uringan apalagi! Takut sekaligus getar dengan bagaimana hasil testpack nantinya?
'apa iya hasilnya positif nantinya? Lalu aku akan bagaimana??? Vano ... apa mungkin???' Siska menghentikan batinnya yang terus memikirkan yang enggak-enggak.
Setelah urin yang ia keluarkan dari tubuhnya berhasil ia tampung di wadah kecil tersebut. Dengan ragu, Siska perlahan mencelupkan testpack tersebut ke dalamnya.
Sekarang tinggal mengangkatnya, antara hasil yang positif dan negatif. Siska berharap besar agar itu negatif.
"Tuhan komohon!!! Ini tidak mungkin terjadi. Aku merasa tidak ada benih yang masuk ke dalam tubuhku"
Siska akhirnya mengangkat benda itu. Dengan mata yang tertutup tidak berani di buka olehnya.
"Negatif?"
Bukan main kagetnya, suara yang begitu ia kenal tiba-tiba saja terdengar dari belakangnya bahkan sangat dekat.
Membuka mata dengan secepat mungkin dan berbalik. Ternyata benar dugaannya "Vann___"
"Hasilnya negatif" ucap Vano sekali lagi, harapan yang telah hancur kembali muncul digantikan dengan secercah harapan yang baru saja hadir beberapa detik setelah ia melihat hasil testpack negatif tersebut.
Siska bisa melihat senyum asli yang di siratkan oleh Vano setelah beberapa hari belakangan ini sangat ia lihat. Lalu menoleh ke arah benda kecil itu lagi.
Hasilnya menunjukkan negatif, tidak ada dua garis yang tertampak dari atas benda tersebut.
Huhh! Setidaknya Siska bisa lega sekarang.
'terimakasih Tuhan. Engkau maha adil' batinnya terus bersyukur.
Setelah membatin. Siska kembali menghadap Vano, ingin sekali melihat wajah pria itu. Apakah kini ia percaya padanya? Bahwa diagnosa rumah sakit olehnya salah.
__ADS_1
Tak sempat berhadapan dengan wajah itu. Vano lebih duluan memeluknya erat. Sukses membuat Siska terkejut sekaligus tertegun bukan main. Bukan gimana-gimana, tidak habis pikir Vano akhirnya mau memeluknya lagi tanpa menepisnya lagi. Bahkan ketika Siska tidak memeluknya.
Rasa bahagia senangnya Siska saat itu. Ingin rasanya dunia berhenti di saat itu juga. Jangan ada lagi hal yang membuat dia takut seperti hari sebelumnya ketika Vano sangat mempercayai bahwa ia sudah menghianati cinta pria tersebut.
"Van..."
"Maafkan aku sayang, maafkan aku" ucap Vano lirih memotong ucapan Siska. Lalu mengecup kening milik gadis itu.
"Maaf? Buat apa?"
Vano melepaskan pelukan eratnya dari tubuh gadis itu namun dengan kedua tangan yang masih melingkar sempurna di pinggangnya. Memandang lekat wajah yang sangat ia sukai itu.
"Aku terlalu terbawa emosi ketika hari itu datang. Aku bahkan tidak mendengarkan penjelasanmu dahulu. Sampai__" akhhh! Vano menghentikan ucapannya, sangat menyesal saat itu juga.
Sedangkan Siska semakin dibuat penasaran ketika ucapan itu berhenti. Tapi tidak bertanya balik, rasanya lidahnya begitu kalut untuk bertanya saat ini. Menunggu saja Vano yang melanjutkan kata-katanya.
"Sampai__ bodohnya aku, percaya bahwa kamu benar-benar hamil" hahaha sedikit tertawa kecil namun nampak kalo itu tawa yang di buat-buat.
"Maafkan aku sayang" kembali memeluk tubuh gadis itu dengan erat. "Tapi ..." Di tengah tengah pelukan itu, Siska malah menarik tubuhnya dari pelukan Vano. Menatap laki-laki itu. Yang ditatap pun membalas tatapan itu dengan penuh tanya, menaikkan satu alisnya.
"Apa kau percaya juga bahwa aku tidak pernah di sentuh oleh pria brengs*k itu? Hmmm?"
Mendengar nama itu disebut, Vano mengepal tangannya. Terlalu jijik jika ia mendengar tentang pria itu lagi.
"Vano?" Ucap Siska meyakinkan dirinya terhadap jawaban Vano nantinya
"Iya sayang. Aku percaya"
"Bagaimana bisa? Ini kamu benar-benar kan ..."
"Iya sayang"
Kesenangan lebih terasa lengkap ketika akhirnya Vano mempercayainya. Tapi Siska masih ragu lagi sebenarnya, mungkin saja Vano melakukan hal ini hanya untuk sebentar terhadap dirinya.
__ADS_1
"Kenapa kamu percaya? Bukankah kamu sebelumnya sangat__"
"Aku percaya samamu, laki-laki itu tidak pernah menyentuh mu. Dan kamu pun masuk ke tempat laki-laki itu bukan karna atas dasar kemauanmu" Vano menjelaskan panjang lebar. Siska pun senang ketika Vano akhirnya mengetahui mana realnya. Tapi bagaimana Vano tahu semuanya? Dari mana ia tahu?
"Aku tahu semuanya dari David" tepat dengan apa yang Siska pikirkan. Vano menjawab pertanyaannya tersebut.
Lalu Vano mengambil handphone-nya dari dalam saku celananya. Membuka locksrin hp nya. Memutar sebuah video dimana Rafael mencoba meniduri Siska pada kejadian itu. Semuanya benar-benar dramastis dan di buat-buat. Ini adalah semua bagian dari rencana busuk Rafael pria brengs*k itu. Sedangkan Siska, dia adalah korban dari rencana busuk tersebut.
∆|∆_______________________________ 35:16
Video klip yang berdurasi 35:16 detik itu pun habis terputar semuanya. Akhirnya pun kebenaran terungkap.
Semuanya sekarang baik-baik saja. Siska tersenyum senang bahagia. Rasa awut-awutan sungguh tidak ada lagi dalam dirinya Akhirnya Vano benar-benar kembali kepadanya begitu pun juga sebaliknya, kini Siska juga kembali kepada Vano.
Tapi satu pikiran Siska yang masih menjadi tanda tanya ?
Dimana dan dari siapa Videoklip itu berasal?
Siapa pun yang sudah mempunyai videoklip itu hingga sampai ke tangan Vano. Siska sangat berterima kasih kepada orang itu. Yaa siapapun dia.
Keduanya pun saling memeluk satu sama lain dengan erat. Begitu takut jika masalah yang baru saja terselesaikan oleh kebenarannya memisahkan mereka.
"Tapi Van..."
"Kita keluar dari sini dulu" Vano memotong, mengingat mereka masih berada dalam kamar mandi hihihi
"Ohh iya" siska terkekeh kecil. Salting jelas iyaaa hahaha
"Aku akan menjelaskan semuanya"
iyaa darimana Vano mendapatkan video klip tersebut.
✨✨✨
__ADS_1
Haiii author kembali update lagi yaaaa🤗