
Siska hanya terduduk diam saja di atas sofa, salah satu tangannya di sibukkan untuk memasukkan cemilan yang telah di sediakannya lebih dulu. Sedangkan matanya terfokus pada layar televisi sambil sesekali terkekeh geli dikarenakan adegan film yang dipertontonkan.
Dia berniat untuk tidak melakukan apa-apa hari ini, kebiasaan untuk pergi ke kelab di malam hari untuk sementara di kurangi termasuk malam ini, dia tidak akan ke kelab. Dia akan menghabiskan waktunya di rumah saja, tapi itu bukan hanya sekedar mengurangi kebiasaannya yang buruk itu. Dia hanya was was saja, siapa tau dia akan berjumpa dengan laki-laki asing itu lagi di kelab.
Mungkin dengan cara itu, laki-laki itu tidak akan mengenali wajahnya lagi ketika sering tidak mendapatinya di dalam kelab. Siska tidak mau hal seperti sebelumnya akan terjadi padanya untuk kesekian kalinya lagi, mengingatnya saja asli bikin Siska merinding.
"Non?"
"Hmmm kenapa bi?" Balas Siska pendek sambil terfokus dengan filmnya
"Maaf non Siska, bibi mau pamit diri mau pulang. Ini udah mau malam"
"Hmmm apa bi?"
"Bibi mau pamit pulang, saya hanya di tugaskan tuan Vano dari pagi sampai magrib"
"Emm iya"
"Serius non? Non Siska tidak apa-apa?"
"Iyah Bi, bibi boleh pulang. Aku ga apa-apa kok"
"Bibi pamit pulang dulu ya, makasihh non"
Siska tidak lagi menyadari apakah bi Lina sudah pergi atau tidak, dia benar-benar fokus dan menikmati alur cerita film yang di tontonnya. Detik selanjutnya, pintu apartemen terbuka sepeninggalan bi Lina.
"Permisi..."
"Iya"
"Nona Siska... Apa..."
"Iyah kenapa?"
"Emm aaa... Maaf sebelumnya telah mengganggu, saya hanya sebentar di sini untuk mengambil sesuatu dari apartemen. Tuan Vano melupakannya tadi" ucap David mencoba berdalih mengingat pesan dari Vano bahwa Siska tidak boleh tau tujuannya ke apartemen untuk memastikan keadaannya, sesegera mungkin kakinya melangkah ke ruang kerja Vano dan meninggalkan Siska yang tengah asyik menikmati film yang di tontonnya.
"Tuan... Saya sudah di apartemen sekarang. Keadaan nona Siska baik-baik saja"
"Baiklah, dia dimana sekarang?"
"Dia di ruang tamu tuan, nona Siska sedang menonton televisi"
"Apa?"
"Kenapa tuan, nona Siska sedang menonton televisi. Apakah..."
"Baiklah. Kamu boleh kembali ke kantor sekarang" potong Vano lalu menutup telfon dan mengakhiri percakapan.
✨✨✨
"Uhh akhirnya" ucap Siska sambil meremaskan kedua tangan dan kakinya. 2 jam berlalu akhirnya filmnya selesai, reflek tubuhnya terbaring di atas sofa dengan mata terpejam.
"Dear... Dear... kau ada di dalam?"
"Mom? Apa itu kau mom..."
"Yeah dear" balas mommy yang tiba-tiba saja datang ke apartemen
"Kenapa mommy bisa di sini? Kenapa bisa masuk ke dalam apartemen?"
"Dear, mommy mau berkunjung. Mommy kangen dengan anak mommy"
"Uhh mom, mommy bareng sama siapa. Apa Dady juga ikut?" Tanya Siska sambil melepaskan tubuhnya dari pelukan mommy dan melirik ke luar pintu apartemen
"No dear, mommy cuma sendiri. Dady banyak urusan di kantor"
Sambil duduk di sofa, kedua anak ibu itu berbincang ria saling melepas rindu yang udah seminggu tidak ketemu, tak terasa ya Siska tinggal di apartemen Vano.
"Gimana dear? Bagaimana perkembangan hubungan kalian?"
"Emm maksud mommy siapa?"
"Kamu tau apa pura-pura ga tau. Ya Vano dong dear, calon menantu mommy hehehe. Mommy ga sabar melihat putri mommy akan menikah"
Urghhh... Siska menyemburkan air yang di ambilnya sendiri dari dapur, berhubung karena bi Ira tidak ada sekarang
__ADS_1
"Mom! Kenapa bisa bilang begitu ke Siska?!!!!"
"Kenapa dear, mommy kan tidak salah"
"Mom! Siska tidak suka Vano! Mommy jangan berharap kami akan menikah, pokoknya Siska ga mau" ucap Siska kesal terhadap kata-kata mommy
"Aku mau bertunangan dengannya karena mommy dan Dady maksa Siska. Tapi jangan memaksa ku buat menikah dengannya. Siska ga mau pokoknya"
"Loh dear, kalian udah bertunangan. Tentu kalian akan menikahi"
"Itu ga akan pernah"
"Coba cerita ke mommy kenapa Siska tidak mau? Sampai kapan anak mommy yang cantik ini tidak memiliki pasangan?" Tanya mommy ke Siska dengan nada lembut sambil mengelus rambut Siska. Dia khawatir anak kesayangan nya itu tidak akan pernah memiliki pasangan hidup, dari dulu Siska tidak pernah mau pacaran apalagi mau bertunangan tiba-tiba dengan orang yang tidak jelas diketahui sifatnya oleh Siska. Dulu, di waktu dia masih kuliah di Boxtom AS memang banyak laki-laki di luar sana yang mau samanya, hanya saja Siska tidak peduli dengan itu semua. Keinginannya hanya untuk bersenang-senang, kelab adalah seperti rumah baginya tiap malam.
Siska tidak menjawab pertanyaan mommy dari mommy "mom, Siska pulang ke rumah saja yaaaa"
"Tidak sayang, kamu harus tetap tinggal di sini"
"Emm sis..."
"Apa jam segini Vano masih belum pulang?" Sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 20:04
"Heee'emmm mom"
"Padahal mommy kepengen ketemu sama menantu mommy"
"Ahh mommy..."
"Hehehe Iyah iyahh. Mungkin lain kali mommy akan ketemu dengannya. Jaga diri baik-baik dear, mommy mau pulang. Mommy udah di tungguin supir di bawah" lalu mencium dan memeluk Siska.
Siska juga membalas pelukan hangat itu, lalu mengantarkan mommy sampai ke lobi apartemen.
Mobil yang membawa mommy pulang ke rumah tidak lagi terlibat. Siska kembali ke atas apartemen dengan menaiki lift, salah satu jarinya menekan tombol angka 15 untuk naik ke atas.
"Tunggu tunggu" tergesa-gesa tangan Vano menahan pintu lift sebisa mungkin dan masuk
"Hah! Kenapa kamu di sini?"
"Ini apartemen ku gadis bodoh"
"Hei, kenapa kau terus-menerus memanggil ku gadis bodoh? Aku masih punya nama"
Berbagai kata-kata untuk berdebat membela diri masing-masing yang dilakukan oleh keduanya memenuhi dalam lift, tanpa mereka sadari mereka telah sampai pada depan pintu apartemen. Sungguh sepasangan tunangan yang tidak akan pernah akur bukan?
✨✨✨
"Sayang, bagaimana apa kamu suka dekorasinya?"
"Makasih sayang, kamu memang begitu tau apa saja yang ingin ku mau"
"Penampilanmu tetap cantik, pantes saja anak kita terlihat cantik. Ternyata dia mewarisinya darimu"
Mr. Herlino selalu saja mau menggoda istrinya itu walaupun di umurnya yang sudah tua. Kedua pasangan itu juga tengah di sibukkan untuk memilih dekorasi yang sesuai dengan keinginan Mrs. Jenita, dua hari kedepan mereka akan segera merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-42 tahun, di salah satu hotel mewah di daerah Jakarta.
Sesibuk apa pun Mr. Herlino di kantor karena urusan pekerjaan. Tapi istrinya masih di prioritaskan nya. Seharian penuh dia akan menemani isterinya itu.
"Permisi tuan, apa yang bisa ku bantu?"
"Tolong siapakan dekorasi yang paling terbaik sesuai dengan keinginan istriku. Buat acara ini sebisa mungkin akan terlihat mewah"
"Baik tuan, kami akan berusaha sebisa mungkin"
✨✨✨
Seperti biasanya, Vano akan mengadu kesibukannya di atas meja kantornya. Berbagai file serta dokumen database perusahaan akan di periksanya dengan hati-hati dan teliti.
"Permisi tuan"
"Yah, silahkan masuk"
"Siang ini tuan akan ada jadwal makan siang dengan klien baru, selanjutnya akan ada pertemuan simposium dengan beberapa direktur perusahaan lain di hotel XD. Saya akan segera menyiapkan mobil tuan, permisi"
Hari ini, jadwal Vano akan padat. Dia segera menutup berkas-berkas yang ada di tangannya, dia melangkah keluar dari kantor untuk bertemu dengan klien yang telah bekerjasama dengan ANGKARA GRUP
Di tempat yang berbeda, Siska tengah asyik tiduran di atas sofa. Dia tidak melakukan aktivitas apa-apa karna ini adalah siang hari, tidak mungkin ada kelab yang akan buka pada siang hari.
__ADS_1
"Non Siska, apa ada sesuatu yang mau bibi lakukan? Kalau tidak ada bibi akan lanjut bersih-bersih"
"Enggak ada bi" Siska menggeleng kepada bi Lina.
Siska melanjutkan aktivitas rebahannya di atas sofa dengan mata terpejam namun tidak bisa tidur. Benar-benar membosankan bukan? Berbagai acara film yang sengaja di putarkan di televisi agar rasa bosannya tidak akan terus menjadi-jadi.
"Bi... Bawakan Siska cemilan"
"Baik non, akan segera bibi bawakan"
Tengah asyik menikmati acara televisi nya, Siska tiba-tiba kebelet dan ingin pergi ke kamar mandi. Dengan berat hati rasanya meninggalkan acara televisi itu, tapi bagaimana pun dia tidak bisa menahannya lagi dan ingin segera mengeluarkannya di kamar mandi.
BRUKKK!
Suara yang berasal dari kamar mandi membuat bi Lina sedikit penasaran dan membawanya ke depan pintu kamar mandi
"Astaga non siska! Non, bangun non bangun..." Suara panik dari wanita paruh baya itu memenuhi kamar mandi melihat Siska terjatuh dan tidak sadarkan diri, Siska terpeleset jatuh.
Segera mungkin dia menghubungi David, dia tidak tau harus berbuat apa. Keadaan Siska benar-benar memburuk
"Astaga non... Kenapa non Siska bisa terpeleset...?"
Pada deringan pertama, kedua, ketiga dan akhirnya David mengangkat telfonnya
"Iya bi ada apa?"
"Pak David, Emm... non Siska... non Siska"
"Nona Siska kenapa bi?"
"Dia terpeleset jatuh di kamar mandi dan sekarang dia tidak sadarkan diri"
"Apa?! Yaudah bibi tidak usah panik. Tugas bibi sekarang tetap berada di sampingnya. Saya akan menyuruh beberapa orang untuk segera ke sana terlebih dahulu untuk membawanya ke rumah sakit. Saya akan segera ke sana"
"Ba..baik pak David"
Tak cukup banyak waktu untuk menunggu, pintu apartemen terbuka. Sesuai yang telah dikatakan David, akan ada beberapa orang yang akan datang dan membawa Siska ke rumah sakit. Karna khawatir, bi Lina memohon untuk ikut ke rumah sakit.
✨✨✨
Perlahan-lahan mata Siska terbuka dan dia mendapati banyak wajah-wajah asing di hadapannya. Terkecuali bi Lina dan David.
"Kenapa aku bisa di sini?"
"Non siska, non Siska tengah di rawat di rumah sakit. Non Siska terjatuh di kamar mandi tadi"
Urghhh... Siska meringis kesakitan dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya yang tengah di pasang jarum infus
"Hati-hati non" bi Lina sedikit khawatir, dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Siska dengan hati-hati. Dirinya terlalu sibuk melakukan pekerjaannya.
David memberi kode kepada beberapa pengawal yang di tugaskannya untuk menunggu di luar dan disusulnya dari belakang
"Bi... saya akan pergi. Tolong jaga nona Siska baik-baik, saya ada urusan penting. Tuan Vano sedang mengikuti acara simposium sebentar lagi, dan saya harus mengantarkannya"
"Baik pak David"
"Oh iya jika bibi dan nona Siska memerlukan apa-apa. Di depan ada beberapa pengawal, bibi bisa minta bantu kepada mereka"
"Baik pak David"
David pergi meninggalkan Siska dan bi Lina yang berada di sampingnya. Dia sengaja tidak memberi tahu Vano tentang hal ini terlebih dahulu, sebagai asisten yang kompoten dia harus memastikan segala urusan pekerjaan atasannya tidak boleh terganggu. Dia akan berencana memberi tahu Vano sesudah semua jadwalnya hari ini selesai, melihat dari keadaan Siska sepertinya dia baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
✨✨✨
Hotel XD ~ pertemuan simposium
"Seterusnya bagaimana kelanjutan pembukaan proyek yang akan di rencanakan?"
"Perusahaan yang akan mau menjadi sebagai investor dalam pembangunan proyek ini akan tertarik. Ini proyek yang besar, ini kesempatan emas yang tidak boleh di sia siakan begitu saja"
"Pembukaan cabang baru di pulau Bali memang ide bagus. Tapi mengapa harus Bali pilihannya?"
"Sebagai proyek yang akan mengarah pada pembangunan bangunan, proyek ini akan berkelanjutan pada pembangunan sebuah villa bla bla bla...." Vano menjelaskan panjang lebar turut mengambil bagiannya pada pertemuan tersebut.
Lama saling mengadu pendapat dan argumen layaknya seperti perdebatan antara terdakwa dan saksi yang tengah menjalani pemeriksaan di depan hakim dan kuasa hukum. Akhirnya, satu jawaban dan penyetujuan dari hasil simposium. Perusahaan ANGKARA GRUP mendapatkan penawaran kerjasama dan bahkan dari dua investor sekaligus.
__ADS_1
Yah, tepat sekali. Banyak tuaian pujian dari Direktur perusahaan lainnya yang sebentar lagi akan menjadi kolega bisnisnya ke depan.
Pertemuan tersebut di adakan secarara tertutup dan hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk, termasuk Vano yang dari tadi berdiri di belakang kursi atasannya itu hingga pertemuan itu selesai.