Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 51 : Takut Jika Pria Itu Tidak Percaya Dengan Diriku


__ADS_3

David segera lah menjalan kan tugas yang harus segera di selesai kan nya itu. Dengan tekad, David mengatur beberapa rencana. Entah langkah apa dan harus di mulainya dari mana, mencari hiruk pikuk masalah yang sama sekali ia tidak ketahui kronologinya itu.


David berjalan menyusuri anak tangga sebelum masuk lift gedung tersebut untuk membawanya keluar. Kakinya sedikit di percepat supaya tidak mengulur waktu. Sedangkan tangannya di sibuk kan untuk bermain di atas layar ponsel dengan lirikan mata yang setengah terfokus ke jalannya. Calling .... (*Menghubungi satu orang bodyguard untuk membantunya mencari info masalah tersebut).


"Iya pak" jawaban suara dari telfon.


"Bergegas ke kantor utama sekarang. Sebentar lagi, saya akan sampai ke pelataran bawah depan perusahaan" to the point "ada suatu hal yang harus kita urus"


"Baik pak, saya akan segera bergegas"


"Baiklah" menutup panggilan telfon tersebut, lalu menegakkan kepala untuk fokus pada jalannya setelah keluar dari lift tersebut.


Selang waktu lima menit, mobil yang menjemput nya pun sampai di pelataran parkiran mobil kantor.


Bodyguard yang menyetir telah siap sedia membukakan pintu untuknya.


"Segera putar balik mobilnya, kita akan mampir ke apartemen tuan Devano" titah David sembari memperbaiki sikap duduknya setelah masuk ke dalam mobil. Tanpa melirik ke sana sini, maupun depan. Tangannya masih sibuk dengan tabloid PC yang ada di genggaman nya itu. Entah apa planning nya.


KUP! pintu mobil di tutup, bodyguard yang tiba tiba beralih ke menjadi supir itu pun mengatur gas mobil dan melakukannya ke atas jalan tol "baik pak"


"Secepat mungkin! Masalah ini harus segera diatasi! Tuan muda sedang menunggu kepastian masalah ini"


"Maaf sekali pak, tapi masalah yang bapak maksud apa?" Sembari menyetir dan bingung dengan maksud David kepadanya. David lupa kalo masalah ini tiba tiba saja ada. Semua orang orang bawahan yang bekerja di dalam keluarga ANGKARA GRUP lainnya masih belum tau, kecuali bi Lina.


David mengalihkan matanya 90° menoleh ke depan "kalian akan segera mengetahuinya. Sekarang, fokus saja untuk menyetir"


Lantas bodyguard tersebut mengangguk saja, kembali fokus pada pekerjaannya sekarang. Menyetir mobil dengan baik. "Baiklah pak. Maaf jika saya telah lancang"


Siska POV


Sudah mau sore hari, jam 14:58. "Huah" aku menarik nafas panjang ku sebisa mungkin. Aku ingin terlihat baik baik saja. Ku coba ber thingking positive aja, bahwa Vano tidak akan ragu dengan cinta ku. Aku tidak pernah menghianati nya. Apalagi sampai tidur dengan pria brengs*k seperti Rafael itu. Itu semua hanyalah jebakan.


Huhuhu hikss seketika saja tangisan ku kembali pecah. Aku tidak bisa memendam nya begitu saja. Bagaimana jika Vano akan percaya saja kalau aku tidur dengan Rafael? Aku harus apa?! Hah?


Saat itu, kaki ku tak mampu menopang diri ku untuk berdiri lebih lama lagi. Aku kembali mendekati sofa yang biasanya aku tidur di atasnya. Aku menyandarkan kepala ku di bagian kepala sofa tersebut. Mencoba untuk merem, agar pikiran yang aneh aneh dalam diri ku tidak menjalar ke mana mana.


Hiks namun semua hal itu tidak ada artinya. Hiks aku masih menangis sesugukan. Sungguhkah kepercayaan Vano dengan ku akan memudar?

__ADS_1


Lalu, aku membuat diriku duduk di atas sofa itu dengan kaki yang di tekuk. Setelahnya aku membenamkan wajah ku di sela sepanya. Memecahkan tangis ku di sana, menuntaskan semuanya di sana. Mungkin itu akan baik untuk ku.


Huhuhu hikss hikss aku masih berjibaku dalam tangis ku. Aku tidak bisa mengontrol diri ku untuk tidak menangis lagi. Semuanya, ketakutan jika Vano akan meninggalkan ku menghantui diriku hebat saat itu huhuhu hiks terus berkecamuk.


Saking begitu, pelan pelan setelah itu. Aku merasa kepala ku mau oleng, sekeliling ku buram. Rasa pening menguasai diriku hebat saat itu. Wajah ku yang terbenam di antara sela sela kaki ku ku angkat ke atas. Menekan nekan pelapis ku. "Irrrhh" aku meringis ke sakitan.


"Bibi !!! Bibi !!!" Panggil ku. Tapi suara bi Lina tidak menyahut dari arah dapur. Segeralah aku bangkit, mencoba untuk kuat berdiri. Kekakuan kaki ku dan gemetaran nya masih terasa. Ke dapur, ke sana, ke sini, bi Lina tidak ada. Berbagai ruangan telah ku cari, tapi aku masih belum menemukan wanita paruh baya itu. "Balkon?" Mungkin saja di sana.


Setelahnya, pelan pelan kaki ku, ku langkahkan menaiki anak tangga untuk mencapai balkon yang ada di lantai atas apartemen. Sesekali berkacak pinggang, aku mengatur nafas ku yang terengah karena lengah. Padahal hanya beberapa anak tangga saja, aku sudah capek. Tidak seperti biasanya.


Kepeningan kepala ku masih terasa, bahkan bertambah dari sebelumnya "irrrkhh" ringis ku sekali lagi dan terus menerus menekan nekan pelipis ku. Hingga akhirnya, perjuangan ku untuk menaiki anak tangga yang bertingkat sepuluh anak tangga itu pun berhasil di saat aku sedang merasakan sakit di bagian kepala saat itu.


DROP !! aku mendorong pintu penghubung balkon. Dan benar saja, wanita paruh baya itu ada di sana. Dengan satu ember penuh air terisi di tangannya. Dia hendak mau menyirami tanaman bunga.


"Non Siska?" Setelah ia berbalik dan menghampiri ku dengan wajah yang tampak cemas. Aku bisa membaca raut wajahnya yang jelas itu.


"Non Siska kenapa? Kenapa tiba tiba saja pucat begitu? Hah?"


Aku masih terpaku diam, sangat kaku untuk menjawab pertanyaan nya itu. "Yaudah. Bibi akan mengantar non Siska ke tempat tidur yaa" memegangi pundak yang aku miliki. Aku terus mengangguk saja tanpa mengeluarkan kata kata sedikit pun dari mulut ku.


"Yok non. Biar bibi tuntun"


Lalu aku menurut saja dengan tangan bi Lina yang mengarahkan kepala ku untuk bersandar di atas bantal. Setelahnya menyelimuti tubuh ku dengan selimut.


"Makasih bi" ucap ku dengan kaku hiks sedikit di sertai isak tangis, karena air mata ku masih tidak bisa ku bendung. Tak habis habisnya, tiap menit akan menitik.


"Itu sudah kewajiban bibi di sini non. Tapi kenapa non Siska bisa begini?"


"Enggak apa apa bi, cuma ... cuma aku ga ngerasa enak badan aja"


"Oh baiklah" lalu bi Lina mengarahkan salah satu tangannya di atas kepala ku. Memutar balik kan telapak tangannya di sana "lho ... Non Siska panas sekali! Non Siska sakit? Bentar, biar bibi ambilkan kompres"


"Ga usah bi" tanganku meraih tangan wanita itu untuk mencegah nya mengambil kompres. Sembari bibir ku menyunggikan senyum, meyakinkan nya bahwa aku ga apa apa.


"Benar ni non? Tapi ???"


"Bi ... Siska okay kok" cuma pening doang, toh sebentar lagi akan sembuh kok. Pikir ku

__ADS_1


"Bibi akan telfon tuan Vano aja yah non? Kasihan non, non sedang demam"


"Bibi ... Aku sungguh tidak apa apa. Aku tidak mau jika Vano repot datang ke sini. Ini masih jam kantor nya"


Tidak bisa lagi terus berdebat. Akhirnya bi Lina mengangguk saja mengiyakan apa yang ku bilang kepadanya. Walau sebenarnya, aura kecemasan masih terpahat dan terlukis jelas di wajahnya. "Baiklah non. Tapi jika ada apa apa dengan non nanti ... Non Siska panggil bibi saja yaaa" lalu ia berdiri dan hendak mau membelakangi kamar itu seraya menarik kenop pintu ke bawah.


"Iyah bi" sahut terkahir ku. Satu senyuman masih bisa ku lihat dari wajah wanita itu sebelum pintu itu benar benar terkunci.


Setelah beberapa detik berlalu. Air mata ku kembali menitik lagi. Saat itu juga, jiwa ku kembali berjibaku dalam tangisan. Pikiran ku terus berkecamuk dengan pria itu, Vano


"Huhuhu Siska !!! oh God, kenapa hal ini bisa terjadi? Kenapaaaaaa" luapan kata kata ku ke atas. Mungkin dengan cara itu bisa sedikit membantu ku untuk meringankan pikiran ku.


✨✨✨


Bersambung ...


_____________________________________________


Dear readers ❤️


author sudah update eps selanjutnya yaaaaa!


jadi please vote, like, dan komennya. author akan senang jika mendapatkan dukungan sepenuhnya dari readers semua!


Oia, beberapa readers ada yang bilang gini ke author melalui kolom komentar :


"Thor! crazy up dong!!"


maaf banget ya, author masih tidak bisa memenuhi permintaan dari readers😭


tapi author harap supaya readers semua tetap menantikan update terbaru dari setiap eps novelnya hehehe:)🙊


salam hangat author 🤝


Love you all ❤️❤️


.

__ADS_1


__ADS_2