
Kehidupan ini sangatlah rumit bukan? Banyak hal yang tidak di inginkan muncul menghampiri. Bahkan banyak hal juga yang datang menghampiri dengan ujung akhir yang baik. Tidak satu pun ada orang yang tidak pernah merasakannya gentingnya ketika hidup akan down. Semuanya pasti pernah merasakannya. Jadi, kita sebagai insan yang hidup hanya bisa berpasrah dengan jalannya hidup. Hidup hanya tergantung kepada dan siapa yang menjalaninya. Ketika kita akan memacu dan memegang kendali dengan baik maka semuanya akan baik baik. Tetapi jika kita salah memegang kendali maka semuanya akan rumit. Begitulah hidup_
***
David dan Dina tidur sebagai malam kedua mereka sejak menjadi pasangan yang sah halal sebagai suami istri. Suasana begitu menghangatkan hati masing masing.
Tat kala, segaris dan seutas senyuman terukir di bibir dan wajah keduanya. Kisah cinta yang mereka jalin akhirnya menyatu padu dengan ikatan suci. Keduanya betatapan lekat hendak bicara dari hati ke hati.
Mengartikan setiap ucapan isyarat hati masing masing.
David mendekatkan diri mendekapkan tubuh Dina ke dalam pelukannya. Wanita itu kini menjadi istrinya, tak peduli masa lalu kelam wanita itu. Kini, yang dia tahu ia harus menjaga dan menyayangi dengan baik. Mengecup keningnya berkali kali entah yang sudah keberapa.
Pelukan itu di balas hangat oleh Dina, dengkapan laki laki itu terasa begitu hangat. Memeluknya erat begitu erat. Betapa senangnya dan bahagianya memiliki laki laki itu seutuhnya. Hidup terasa memanjakannya sekarang.
David kembali mengecup kening istrinya itu, yang di kecup pun tersenyum seraya menatap wajah kekar suaminya itu.
"Aku mencintaimu sayang"
"Aku juga mas, aku mencintaimu dalam"
__ADS_1
Perlahan lahan, David mencium kening istrinya itu lagi dengan lembut hingga akhirnya bibir di ikut sertakan. Ciuman itu tertahan begitu lama di situ, membelai lembut dengan bibirnya.
Perlahan lahan Dina membuka mulutnya membalas setiap ciuman yang diberikan oleh suaminya itu. Entah berapa lama ciuman itu terlepas dari pagutannya.
David menciumi lekuk leher istrinya itu perlahan lahan. Dina pun pasrah dengan segala yang diperlukan suaminya itu untuknya. Meski sesekali ia mengeluarkan suara ***** karena mulai terangs***
Perlahan lahan, David menjelajahi semua seluruh tubuh istrinya itu. Menjamah dan membelainya dengan sentuhan yang lembut dan memanjakan istrinya itu. Kemudian kembali menciumi bibirnya lagi.
"Boleh aku melakukannya sayang?" Tanya David yang kini telah mengapit istrinya itu dari atas. Dina mengangguk perlahan sebagai isyarat jawaban.
Setelahnya David kembali menciumi lekuk istrinya itu, perlahan lahan melepaskan semua penghalang yang menutupi tubuh istrinya itu hingga sehelai benang pun tidak tertempel. Ia menatap lekat tubuh itu, memang tidak seperti tubuh seorang gadis. Tapi bagaimana pun David tidak mempermasalahkannya lagi. Ini adalah maunya, Dina sendiri telah memberi tahunya dari awal kalau pun dia bukan gadis yang suci lagi.
"Ke_kenapa mas?"
"Aku yang seharusnya bertanya kenapa. Kamu sedang apa?"
Dina menggigit bibir bawah bingung dan bungkam untuk mengucap kata apa. "Mas__ aku awalnya sudah pernah bilang kalau aku bukan lagi ..."
"Apa? Bukan gadis pera*** lagi hhmmm?"
__ADS_1
Dina mengangguk memalingkan wajahnya. "Kamu bicara apa. Kamu masih tetaplah gadis sayang, apa udah pernah aku mempermasalahkannya?"
Dina menggeleng lagi "belum mas tapi_"
"Tapi apa? Jangan bilang lagi tentang itu. Kamu gadis yang baik sayang" David kembali menciumi bibir Dina, istrinya.
"Bagaimana pun kamu dan apa pun bentuk mu, bagiku kamu adalah perempuan yang baik. Murni baik hatinya" bisik David lirih membuat sisi Dina yang diam terguncang dengan kata kata itu. David benar benarlah tulus mencintainya.
Air matanya pelan pelan menetes sejalan dengan David yang mulai menyatukan tubuh mereka berdua.
Dina merasakan percintaan dan penyatuan yang begitu penuh dengan cinta, bukanlah pemerasan dan paksa yang ada.
Keduanya pun menyatukan cinta mereka itu dengan cinta yang mereka miliki. Sejalan dengan malam yang menemani mereka malam itu.
"Aku tulus mencitaimu Dina, Dina Ariyanti. Aku tidak mau melepas mu" lirih David.
Teruslah penyatuan itu berjalan hingga sampai akhir nantinya kala keduanya mengakhirinya.
Semoga cinta ini akan abadi! Itulah amin keduanya.
__ADS_1