
'kenapa dengan aku? Kenapa sekarang terus terusan ke over thingking dengan kata kata Vano?' Siska membuat dirinya salting mengingat ucapan itu oleh Vano
'dengarkan aku, aku menyukaimu' Siska mengulang kata itu dalam hatinya.
Uhhhh 'aku tidak menyukainya sekarang kan?' menutup nutup wajahnya. Dia begitu ragu dengan apa yang dia rasakan sekarang. Dia akan ragu jika dia tidak menyukai laki laki itu lagi.
"Akh perasaan macam apa ini? Ayolah diriku ... Come on, jangan sampai suka dengannya pleaseeee" lalu menghempaskan dirinya di atas sofa.
Dring... (Pesan WeChat masuk dari ponselnya)
💌Vano
Kamu masih di apartemen kan?
Ingat, jangan berani berencana keluar lagi.
Siska mengendurkan nafas "kenapa sih orang ini begitu posesif dengan ku. Tidak boleh ini, tidak boleh itu" merasa dirinya seperti sedang di kekang.
💌Siska send to Vano
Iya tauuu
💌Vano
Coba kirim foto mu, aku mau melihatnya sebagai bukti kalau kamu masih ada di apartemen
Dengan sangat terpaksa, Siska membuka pesan WeChat tersebut. Matanya membelalak "apa! Dia udah sinting apa? Pake pake minta kirim foto segala. Dengan cepat Siska kembali melayang kan jari jemarinya dia atas layar ponselnya. Mengetik ... dan terus mengetik ...
💌Siska send to Vano
Apa kau sedang tidak sakit hah? Aku tidak mau melakukannya
Dring ... Siska kembali mendapati balasan pesan
💌 Vano
Aku tidak sakit sayang. Aku hanya ingin tahu saja jika kau sedang tidak berbohong dengan ku
Hufff ... Siska menarik nafasnya lagi. Crek ... Crek ... Crek ... Terpaksa dia mengambil gambar dirinya beberapa menggunakan kamera depan ponsel miliknya lalu mengirimkan nya kepada Vano.
💌Siska send to Vano
Nah, lain kali jangan aneh aneh lagi permintaan mu (disertai fotonya)
💌Vano
Iya, ga akan pernah lagi. ILV baby ❤️
Siska mengedipkan matanya berulang kali membaca pesan itu "apa aku tidak salah lihat? Dia mengirimkan aku emotikon hati?" Duh! Siska memegang bagian dadanya. Kenapa kini dia sangat senang mendapati emotikon hati seperti itu dari Vano?
__ADS_1
✨✨✨
Di kursi direktur utama ANGKARA GRUP, Vano sekarang sedang di duduk di sana lagi. Dengan ponsel yang di putar putarkan di kanan tangannya. Lalu sesekali ia melihat isi WeChat nya, ia menampilkan senyum sumringah nya. 'dia membalas pesan ku?'
Ini pertama kalinya mereka saling berbalas pesan, walau itu hanya pesan singkat. Tapi bagi Vano itu sangat penting, dia harus mengabadikan pesan pertama mereka.
Dia mengambil beberapa screenshot gambar pesan keduanya itu. Lalu tersenyum cumbu "entah kenapa kamu seperti candu ku sekarang? Hehehe" Vano ikut terkekeh sendiri.
Tok ... Tok ... Tok ...
Tiba tiba suara pintu yang di ketok dari luar membuat dia tersadar dari tempatnya. Cepat cepat ia memperbaiki cara duduknya, dan menekan mode daya pada ponselnya.
"Emmm ..." Pura pura terbatuk "iya ada apa?"
"Tuan, kami telah melakukan dan menyelidik semua tentang perusahaan RK Grup Sebagai investor perusahaan kita. Sepertinya perusahaan itu bukan hanya berniat untuk bekerja sama saja ..." Panjang lebar manager Lin menjelaskannya
"Maksud mu?"
"Iya tuan. Mungkin mereka memiliki maksud yang lebih utama untuk menjadi investor perusahaan kita dengan jumlah yang cukup merugikan perusahaan mereka sendiri"
Vano mengangguk mengerti "baiklah. Dimana As. David sekarang?"
"Pak David sedang di kantor cabang bagian Indrustri Tekstil tuan. Dia akan mengambil beberapa data skema pemasukan dan di jumlahkan nya di sana, yang diperoleh dari hasil penjualan bahan material tekstil"
"Gantikan David di sana sekarang. Dan suruh dia untuk datang ke sini. Sekarang!!" Titah Vano dengan logat direktur dinginnya.
Vano meletak kan tangan kanannya di samping hendel kursinya dan menyilangkan kakinya. Mengelus pelipisnya berulang kali "RK Grup?" Ckckck ... "Apa motif lain perusahaan itu, dari awal bekerja sama sepertinya direktur perusahaan itu sangat sinis menatapku. Dari cara ia pun menjabat tanganku sangat aneh .."
Selang waktu dua puluh menit, David datang ...
Tok ... Tok ... Tok ...
"Masuk!"
"Iya tuan ada apa?" David sudah berdiri di hadapannya.
"Lihat ini" memberikan beberapa foto foto yang menampilkan wajah direktur perusahan RK Grup di sana. Entah dari mana Vano mendapatkan itu semua.
"Ini Mr. Rafael tuan direktur dari perusahaan RK Grup tuan. Kenapa dengan dia?"
"Sepertinya tidak ada yang beres dengan perusahaan ini sebagai investor kita"
"Apa saya harus membantalkan semua kerja sama itu tuan, meng-cancel nya saja selagi bisa?" Tanya David, sepertinya ia mulai mengerti kemana arah pembicaraan mereka
"Jangan dulu!" Vano memegangi dagunya dan berlama lama di sana "lakukan hal untuk berjaga jaga saja. Cari investor lain yang ingin mau bekerja sama dengan kita di bagian projek ini (sebelumnya perusahaan RK Grup yang menjadi investor)"
"Baik tuan"
"Ingat! Jangan sampai orang orang dari perusahaan itu mengetahui apa rencana kita"
__ADS_1
"Baik tuan. Saya mengerti"
Vano mengibaskan tangannya"kamu boleh pergi sekarang"
"Baik tuan. Permisi"
✨✨✨
Di tempat yang berbeda juga, Rafael duduk di tempatnya sebagai seorang direktur. Pikirannya masih kacau dengan Dina. Akhhh!! "Awas saja kalau ia berani macam macam kepadaku" mengepalkan kedua tangannya
Drakkk .... (Memukul meja berulang kali)
Di sela waktu itu juga, pesan dari WeChat nya tampil di atas layar ponselnya, membuat matanya beralih ke situ.
💌Zuy
Tuan, kami beserta pengawal lainnya telah mencoba melakukan peretasan dengan jaringan perusahaan dari ANGKARA GRUP. Tapi sepertinya perusahaan itu sangat susah untuk di selidiki. Pengamanan mereka sangat ketat.
Terlalu malas untuk mengetik beberapa kata, Rafael langsung saja beralih ke panggilan. Calling .... (Zuy tersambung)
"Tidak apa apa. Buat langkah pertama" Rafael tersenyum menyeringai
"Maksudnya membatalkan kerja sama itu tuan?"
"Benar. Buat jadwal meeting dengan perusahaan itu secepatnya. Pilih waktu yang tepat"
"Baik tuan"
"Saya tidak sabar untuk melihat bagaimana reaksi mereka ketika uang penanaman modal di tarik kembali dari mereka hahaha" tawa liciknya membuat dia seperti seorang bos mafia teratas "segera kerjakan apa yang menjadi tugas mu. Buat hal itu secara tiba tiba saja"
"Baik tuan, saya akan segera mengaturnya"
Rafael menutup telfon kembali. "ANGKARA GRUP?" Cihh! "Siap siap untuk kejatuhan perusahaan kalian itu. Kini, hanya perusahaan ku saja yang akan jaya saja. Tidak boleh ada yang menandingi perusahaan ku"
Tawa kelicikan masih terpampang di wajah miliknya. Berharap perusahaan ANGKARA GRUP segera hancur. Rafael berpikir kali ini kemenangan akan datang di pihaknya.
✨✨✨
Bersambung ....
Hai readers semua, hari ini author telah up ke eps baru. makasih sudah menantikan di setiap eps selanjutnya.
Jangan lupa koment, like, serta vote dari readers semua. Biar author lebih semangat lagi untuk update eps selanjutnya.
happy reading 😙😙😙😙
.
.
__ADS_1