Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 61 : I'm happy, I'm calm


__ADS_3

Flash back off


Siska mengangguk mengerti di setiap penjelasan Vano kepadanya terhadap dari mana ia mendapatkan videoklip tersebut. Tinggal sekarang, bagaimana dan harus di apakan video klip tersebut? Apakah di haruskan untuk di adili lebih lanjut lagi?


Kelakuan Rafael tidak bisa ditolerir, terlepas dari bagaimana pun. Kesalaan yang ia lakukan benar benar fatal.


Apalagi setelahnya, Siska dan Vano juga mendengar semua dari David bahwa dalam hal ini. Masih ada satu orang lagi korban dari perbuatan Rafael. Yaitu Dina, si gadis barista yang juga Siska mengenalnya.


Tentang nomor hp yang di pakai pun kala kejadian itu, memang nomor hp milik Dina. Tapi bukan Dina yang mengirimkan semua pesan pesan itu. Itu semuanya adalah hasil ketikan tangan Rafael pria brengs*k tersebut.


***


Dua hari berlalu ....


Kini beberapa pasang mata tengah beradu pandang dalam sebuah ruangan. Ya, itu adalah ruang pengadilan.


Di dalam sana, Rafael kini tengah diadili dan duduk di hadapan jaksa. Mengakui segala perbuatannya selama ini. Tidak ada komentar pembelaan lagi dari pengacara yang ia sewa. Hanya jawaban pengiyaan yang Rafael bisa ucapkan saat itu. Dirinya benar benar kalah dari musuh sekaligus rival besarnya itu. Vano.


"Saudara Rafael, benarkah anda melakukan tindak kekerasan seksual kepada saudari Dina Arianti?" Pertanyaan jaksa kini dilemparkan kepada Rafael. Rafael diam tak mau menjawab, rasa kebenciannya terhadap segalanya membumbung tinggi.


Dengan sinisnya ia tersenyum memandang ke arah Vano dan Siska dan kemudian beralih dan berhenti ke arah satu gadis, tidak lain itu adalah Dina. Gadis yang selama ini menjadi tempat ia menumpahkan segala hasrat gairah berahinya jika ia mau. Tersenyum dengan sinis dan picik memandang gadis itu hingga Dina yang duduk di samping David itu pun sukses bergidik ngeri? Apakah akhirnya resiko atas pembenaran yang ia lakukan akan terjadi?


Yaa, Dina berkutat gemetaran akan hal itu. David bisa merasakan kegetaran hebat yang tengah dirasakan oleh Dina. Tanpa sungkan, David mengangkat satu tangannya memegang dan menggenggam erat tangan gadis itu. "Jangan takut" ucapnya dengan iringan senyum. Dina pun mambalas senyum itu, walau alhasil rasa gemetar nya hanya sedikit hilang.


"Sekali lagi saya bertanya, saudara Rafael. Benarkah anda melakukan tindak kekerasan seksual terhadap saudari Dina Arianti seperti yang di laporkan oleh penggugat?"


"Pak Jaksa agung yang termulia. Apakah ada bukti atas kesalahan yang di tuduhkan kepada beliau. Semua tuduhan jangan di sononohkan sebelum bukti yang pasti" pembala dari pihak Rafael kini berucap. Meski Rafael tahu itu tidak ada lagi gunanya. Dia sudah benar benar di apit oleh bukti bukti yang kuat.


"Pihak dari penggugat apakah ada buktinya?"


Tak lama setelah itu, video klip sebagai bukti kekerasan seksual tersebut di putarkan.


Tidak ada ba bi bu atau basa basi. Rafael mengaku membenarkan atas tindakannya itu, setalah videoklip itu di putarkan.


"................."

__ADS_1


"............... ..... ........ ......"


"........... ....... ....... ......"


"........"


"Baiklah. Atas pembenaran bukti yang telah kita lihat bersama. Sesuai dengan hukum UUD tentang kekerasan seksual nomor ** pasal ** maka saudara Rafael dijatuhkan hukuman 15 tahun penjara" ketua jaksa agung mengadilinya.


Tok tok tok resmi mulai dari hari ini Rafael akan di masukkan ke dalam jeruji besi hingga 15 tahun lamanya.


Kedua tangan Rafael segera di borgol oleh polisi yang bertugas membawa Rafael ke sel lapas.


"Kau bisa kalah dari ku hari ini Devano Putra Angkara" ucap Rafael ketika melewati tempat dimana Vano dan Siska duduk. Sedangkan Vano hanya mendelik mencebikkan bibir dengan penuh kemenangan. "Maaf pak Rafael, Rival saya yang begitu terhormat. Anda sudah kalah, jadi terimaa saja" Vano kembali mencebikkan bibir usai berucap begitu.


Tak tahu diri, Rafael malah menarik bibirnya juga tersenyum sinis "hahaha setidaknya aku sudah mer**a bagian tubuh gadismu itu"


Ucapan Rafael tersebut mampu membuat Vano emosi hingga satu tonjokkan tangan mendarat di wajah miliknya.


Sakit iya? Tapi Rafael masih tertawa sinis.


"Kau benar benar orang yang bia**b bajing*n!!!!*" Kini Vano mengumpat saking terbawa emosi dan amarah yang tak terkendali.


Karena keadaan semakin panas. Segeralah beberapa personil kepolisian meleraikan masalah tersebut. Dan sesegera juga membawa Rafael yang kini sudah di cap sebagai NAPI tersebut masuk ke dalam tahanan sel, yaa sel Penjara selama 15 tahun lamanya.


(Byeee byee Rafael đź‘‹ duhh! Maaf ya, author terlalu senang hihihi. Akhirnya Rafael yang menjadi dalang Siska dan Vano bertengkar sudah ditangkap dan diadili. Lebih-lebih lagi atas sikapnya terhadap Dina. Yang kadang kali membuat author sendiri geram. Tapi sekarang huuaaaa so happy bangettttt deh hehehe)


***


"Makasih Vid. Aku ga tau harus balas gimana lagi ucapan makasih nya samamu. Aku banyak hutang budi samamu" ucap Dina kepada David dalam mobil.


David hanya terkekeh kecil, gemas mendengarkan Dina yang mengucapkan terimakasih kepadanya.


"Akh anggap biasa saja. Kenapa harus begitu?"


"Tapi Vid. Aku benar-benar ga enak sama mu jika hanya main terima saja semua kebaikanmu. Aku sangat berutang budi samamu"

__ADS_1


"Benarkah?"


"Hee'emm" Dina mengangguk. Dina memang tipe orang yang sulit menerima kebaikan orang lain terhadap dirinya apalagi itu kalo cuma cuma saja ia terima. Sangat tidak enak hati nantinya. Itulah yang ia rasakan dan pikiran. Apalagi lebih tidak mengenakkan nya lagi, kebaikan itu ia terima dari David. Orang yang belum terlalu lama ia kenal tapi sudah sedekat seperti sekarang. Arkhh Dina dasar tidak tau malu huh?!- pekiknya kikuk dalam hati.


"Yaudah, sebagai gantinya. Kau harus menjadi milikku"


"Hah?" Kata-kata David barusan spontan membuat Dina kaget dan terkejut "maaf?"


Hahaha tawa David memecah "kenapa segitu kagetnya?"


"Habis kamu bilang tadi__"


"Kamu jadi milikku" David mengulang kata-katanya. Suskes Dina jelas salah tingkah saat itu.


"Yee berasan. Canda. Kenapa tuh pipinya sampe mau merah hahaha" ledek David lagi sampai Dina di buat malu dan terus salting oleh kata-katanya. David pro dan iseng banget sihh!!! Author sukaaaaaa🤤


Tapi siapa tau juga kalo kata-kata David itu benar-benar adanya? Kan ga ada yang tau.


__________________________________________________


Hidup tidak selalu seburuk apa yang akan selalu kubayangkan. Kukira aku akan tetap jadi perempuan yang sepanjang kehidupannya hanya akan melayani pria yang bukan muhrim ku sendiri.


Terimakasih Tuhan, Engkau maha adil. Akhirnya engkau mendengarkan doa-doaku.


Engkau juga begitu baik, menghadirkan orang-orang baik dalam kehidupan ku. Engkau menghadirkan mereka dengan pertemuan yang tidak di sengaja. Seperti Mr. Vano dan nona Siska. Terutama David.


Sekarang, masa laluku akan ku tutup dan mulai membuka lembaran baru dalam hidupku. Meski kebanggaan ku sebagai seorang gadis telah lama hilang. Aku akan mencoba mengikhlaskannya, aku percaya pada takdir. Dan inilah takdir hidupku.


Aku tetap percaya, dengan seiringnya waktu. Mungkin luka ini akan terobati dan hilang lambat laun. Satu lagi yang ku percaya, Tuhan mungkin sedang membuat dan menyiapkan rencana untuk kehidupan ku. Mungkin nanti ada seorang pria yang akan bisa menerima aku apa adanya terlepas bagaimana kisah kehidupan ku di masa lalu.


Now, I'm happy I'm calm_


-*Dina Arianti*-


***

__ADS_1


Selamat pagi! Update lagi yaaaa


Semoga sukaaaaaa!!! di koment othor tunggu!


__ADS_2