Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 44 : Minta di Kissing


__ADS_3

Tahap untuk memberi tahu plan rencana pernikahan kepada kedua orang tua mereka telah siap. Sekarang tinggal buat viting baju pengantin dan persiapan acaranya lagi. Vano dan Siska kembali ke apartemen lagi sedangkan Mr. Johanes dan Ny. Dela kembali lagi ke luar negeri pada hari itu juga. Dan berencana untuk kembali lagi ke tanah air jika hari pernikahan anak anak mereka dekat.


"Ahhh" Vano mendengus kan nafasnya setelah sampai depan pintu apartemen yang juga di ikuti oleh Siska dengusannya. Keduanya masuk ke dalam ampartemen.


Seharian full mereka melakukan acara pertemuan keluarga lagi. Ini adalah kedua kalinya, tapi yang membedakan usulan untuk pertemuan keluarga kali ini adalah usulan dari Vano dan Siska.


"Sayang?"


"Hmmm apa?" Siska berdehem bertanya menaikkan satu alis, sedangkan tangannya yang satu berusaha untuk melepaskan high heels nya.


"Ahh tidak jadi, nanti saja" Vano tersenyum smrik lagi dan lagi. Entah apa lagi? "Aku akan mandi dulu. Tunggu aku di sini"


"Emm iya" Siska mengiyakan sebelum beberapa saat menyandarkan kepalanya di kepala sofa dan menutup kedua bola matanya. Merem sebentar ...


Sepuluh menit berlalu ...


Vano keluar dari kamar dengan rambut yang agak basah basahan karena mandi. Mengusap rambutnya dengan handuk sembari mendekati sofa di mana gadis itu tadi memeremkan matanya.


Mendapati Siska yang tengah begitu, Vano terkekeh gemas melihat Siska. Lalu kedua kakinya mendekati gadis itu. Vano tidak berencana untuk membangunkannya. Malah ... Akhh dasar Vano! Dia mengecup bibir yang di miliki Siska lagi. Yang membuat Siska terjaga dari tidurnya sebab kelamaan merem. Membuka matanya.


"Kamu sedang apa ?" Jelas Siska menggeliat kaget melihat wajah laki laki yang ia cintai itu sudah berada di depannya dekat dengan wajahnya.


"um um um" memaju majukan bibirnya. Entah bagaimana ekspresi Vano saat melakukannya. Mungkin lucu ya hahaha, iya habis Vano kan udah duluan dingin sebelumnya.


"Hmmm?" Siska menoleh ke arah lain pura pura tidak mengerti maksud Vano lalu mendorong sedikit tubuh Vano yang mengapit tubuh kecilnya. Hingga ia akhirnya leluasa untuk berdiri. "ih udah ah. Aku mau mandi"


"Tidak usah"


"Hah?!" Kembali menoleh ke arah bawah menatap Vano "apa maksudmu? Aku masih belum mandi"


Tidak ada balasan atas pertanyaannya. Vano berdiri mengangkat dan membopong tubuh Siska.


"Kau mau bawa aku kemana? Turunkan tidak?" Rengek Siska "aku mau mandi!!"

__ADS_1


"Tidak usah sayang. Kamu masih tetap harum kok"


"Ikhh turunkan cepat!"


Tidak menggubris kata kata Siska, Vano malah mantap membuka pintu kamar dan mengunci pintu itu rapat rapat dari dalam. "Kau ... Kau ..." Otak Siska mulai traveling aneh dengan sikap Vano.


Sampai di tepi tempat tidur, Vano menurunkan tubuh Siska pelan pelan hingga mantap terlentang di atas kasur tempat tidur.


"Van ... Vano ...?"


"Panggil sayang dong" membelai wajah Siska. Urghhh!!! Entah bagaimana Siska saat itu. 'apa? Dia tidak berencana meminta melakukan itu kan sebelum menikah? Akkkhh tidak mungkin!' pikiran Siska sempat traveling ke situ.


"Aku mau mandi dulu" mencoba bangun tapi secepat itu juga Vano menepis tangan Siska untuk menopang tubuhnya untuk bangun.


"Sayang??"


"Sudah ku bilang tidak usah mandi"


"Tapi ..." 'Vano kenapa sih? Aneh deh' lirih kikuk Siska dalam hatinya terus berpikir yang tidak tidak dulu.


"Kapan kamu akan mencium ku? Hmm?" Vano mengecup bibir bawahnya Siska lagi.


"Kapan kamu akan melakukannya?" Kecup


"Kapan kamu akan memberikan hadiah seperti itu kepada ku?" Kecup dan kecup. Siska masih membiarkan hal itu di lakukan oleh Vano, bermain main di atas bibirnya.


"Selama ini, aku yang terus mencium mu duluan" kecup lagi


"Jadi aku akan meminta mu untuk memberikan aku kissing itu sekarang juga" ucap Vano bak merengek. Walau pun bibirnya masih terus mengecup bagian bibir Siska ber kali kali bahkan sesekali juga mengecup kening gadis itu.


Ya ampun!! Huf ... huf ... huf ... Setengah mati Siska menahan wajahnya yang mulai merah akibat malu yang terdalam yang tengah di rasakan olehnya saat ini akibat permintaan kissing darinya oleh Vano.


"Sayang? Kapan?" Vano menghentikan aktivitas kecup mengecupnya menatap dalam mata Siska. Siska menggigit bibir bawahnya berusaha mengatur nafas. Dengan tangkas cepat Siska mencium bibir milik Vano lalu bergegas untuk melepaskan ciuman itu kembali menyandarkan kepalanya di atas bantal. Namun, secepat itu juga Vano menahan kepala Siska hingga bibir itu masih menyatu sempurna.

__ADS_1


Mmppp ... Mmmpp .... Mmmppp ... Siska mencoba melepaskan ciuman itu dulu, karena nafasnya sudah tersengal duluan. Tapi, Vano tidak membiarkan celah baginya hingga agak lama barulah ia melepaskan penyatuan bibir itu. Keduanya tertawa.


"Ayo kita tidur sekarang" ujar Vano sambil membaringkan tubuhnya di samping Siska dan masuk ke dalam selimut yang sama.


"Ti ... tidur?"


"Iya" mengangguk saja dan lebih mengapit tubuh Siska dengan tubuh kekarnya. Seraya memeluk tubuh gadis itu sebelum beberapa saat bibirnya kembali lagi mampu mengecup kening Siska.


"Bagaimana bisa? Kita kan ..."


"Sttt" Vano menempelkan jari telunjuknya di bibir Siska "tenang saja sayang. Aku tidak akan berencana melakukan hal itu sebelum kita menikah. Aku pegang kata kata ku" meyakinkan Siska.


Saat itu juga, Siska seakan tersentak bahkan lidahnya kelut untuk melontarkan kata kata. Bagaimana bisa Vano terang terangan mengatakan hal yang seperti itu? Ihh jadi malu deh hehehe. Vano memeluk erat pinggangnya hingga Siska agak kesusahan bergerak. 'duhh!' huf huf huf Siska berusaha mengatur nafasnya dari dalam 'tapi tak apalah. Lagian aku juga suka posisi begini' ucapnya lirih dalam hati dan kembali merasa malu sendiri. Aww dasar Siska hahahaha. Malu malu tapi mau.


Dan malam itu pun, pasangan muda itu tidur lelap sepanjang malam di atas ranjang dan di dalam selimut yang sama hingga matahari kembali menderang di atas kaki langit yang membuat keduanya akan kembali terjaga di esok hari.


✨✨✨


Bersambung ...


Dear readers ❤️


Terimakasih yaa author ucapkan kepada readers yang udah ngedukung author melalui komen komentar. author sangat senang sekali. inisiatif author buat nulis eps selanjutnya jadi sangat besar deh hehehe


terus dukung novel author ini yaaaa.


dan please juga buat vote, like, dan komen yang banyak banyakkk !!!!!!!!!!


ok sekian dulu ya ~


nantikan nex eps novel berikutnya.


salam hangat dari Author 🤝

__ADS_1


love love love love:)🤤


.


__ADS_2