Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 65 : Janji aku tidak memintanya lagi


__ADS_3

Kedua pasutri yang masih terbuai dalam tidur setelah melewati malam yang begitu panas pun masih terlelap tidur. Dengan tangan yang memeluk tubuh kekar suaminya, kini Siska melenguh meringkuk di dalam pelukan hangat suaminya itu sehingga gerakan kecil itu membuat Vano terjaga dari tidurnya.


Vano menatap wajah kecil wanitanya itu dengan lekat, begitu cantik dan menarik, seksi apalagi. Vano tak pernah menyangka kalau wanita yang dulunya ia sangat benci bahkan tak mau ia jadikan tunangannya sendiri itu, kini menjadi seseorang yang sangat ia cintai. Seseorang yang ia takutkan jika ia sampai kehilangannya.


Pertemuan pertama mereka memang sangat mengesalkan, di mana kala itu Siska memeluk tubuh kekarnya dalam keadaan yang tak sadarkan diri di bawah pengaruh alkohol. Tipe cewek pemabuk berat bukan? Tapi entah mengapa hati Vano bisa ia taklukan begitu cepat sekali hingga Vano bisa segila ini dengannya.


Tidak terlalu bermasalah sih bagi Vano, lagian pertemuan pertama mereka itu sangatlah unik. Jarang sekali banyak orang saling bertemu dengan keadaan yang seperti itu.


'lagian dia memeluk aku saat itu' seutas senyum tipis terukir di bibir Vano. Lalu memeluk tubuh munggil istrinya itu dan mengecup keningnya berkali-kali. Sesekali tangannya mengelus rambut Siska berniat untuk merapikannya, mengingat ulahnya yang semalam hingga membuat Siska jadi seperti ini.


Hingga pun akhirnya Siska terbangun dan terjaga dari tidurnya "sayang___" ucap Siska lemah, dia begitu merasa lelah dan capek. Bagian tubuhnya terasa sakit apalagi tubuh bagian bawahnya.


"Udah bangun?"


"Hee'emm" Siska mengangguk saja mengiyakan lalu merenggangkan sedikit tangannya yang sudah lekat dengan tubuh kekar suaminya itu. Vano pun tak masalah dengan itu.


"Udah lama bangun?"


Vano memekik senyum dengan pertanyaan istrinya itu "udah lama sayang. Sejak dari tadi, sebelum kamu bangun"


"Hah? Udah lama" Vano mengangguk, sembari satu kecupan untuk bibir Siska pun berhasil ia curi. "Iya sayang udah lama"


"Terus kenapa enggak bangunin aku sih"


"Engggak tega sayang. Kamu sudah capek dari semalam. Capek teriak di bawahku sih hahaha" pagi-pagi Vano sudah usil menggoda Siska. Mengingat kejadian semalam, membuat Vano tak ingin segera berlalu dari atas tempat tidur. Suara-suara yang istrinya itu keluarkan sungguh ingin ia dengarkan sekali lagi.


Bukan main malunya hingga Siska menelusup kan wajahnya di balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya yang masih tela**ang itu.


"Ngomong apa sih kamu" lirih Siska dari balik selimut.


Vano pun tertawa puas melihat tingkah istrinya itu malu, lalu menarik selimut itu hingga seluruh tubuh mereka berdua sempurna terlihat jelas tanpa sehelai benang pun. Siska semakin di buat malu.


"Emang benar kan sayang?"


Siska memukul dada Vano pelan "kamu itu ya"


"Ga usah malu sayang, aku suka kok jika kamu begitu. Itu artinya kamu menikmatinya juga kan?"


Memang benar iya sih apa yang di bilang Vano, Siska tak bisa mengelakkan pembenaran itu. Ia juga menikmati setiap perlakuan Vano untuknya pas malam itu, serasa ia sepertinya sedang dimanja. Meski yaa bisa di tahu begitu sa*** pas awalnya.


"Aku mau dengar lagi sayang"


"Apa?"

__ADS_1


"Suaramu itu"


Siska menelan ludah selavinya dalam-dalam. Vano kembali meminta jatahnya lagi di awal pagi ini. Apa belum cukup yang semalam?


Melihat kondisinya yang sudah lelah dan capek pun, Siska lemas dengan dirinya.


"Sayang?"


Seperti apa yang di pikirkan oleh Siska, Vano benar-benar meminta jatahnya lagi. Suaminya itu sudah kembali uring-uringan lebih dulu lagi.


"Tapi sayang__"


Cup! Satu kecupan mendarat di bibirnya


"Sekali lagi sayang. Habis ini aku janji tidak akan memintanya untuk hari ini"


"Hmmm?"


"Janji sayang. Enggak lagi, tapi ga janji entar malamnya lagi"


Drushh!! Siska menelan ludahnya lagi dalam melihat tingkah Vano yang sudah buas seperti sekarang.


"Boleh? Ayolah, satu kali lagi"


"Tapi janji jangan minta lagi nantinya"


"Janji kok sayang" dengan semangat Vano menjawab istrinya itu. Sepertinya tidak ada penolakan.


Setelah Siska mengangguk mengiyakan, dengan cepat tak sabaran Vano kembali melahap bibir milik wanitanya itu. Dengan kecupan yang memburu hingga ke bagian seluruh tubuhnya. Suara yang Siska keluarkan pun kembali terdengar yang membuat Vano semakin di buat gemas terhadap istrinya itu. Peny***n mereka pun kembali.


***


Jarum jam semakin maju dan bergerak, kini pagi pun mulai digantikan oleh sinar teriknya matahari di langit kota Jakarta saat itu. Sedangkan pasangan suami istri yang masih dibuai percintaan pun barulah mengakhirinya.


Siska meringis melemah dalam pelukan hangat suaminya itu. Mengingat tubuhnya yang ia rasakan sangat lengket, ia harus segera berbenah diri dan membersihkannya. Ingin segera mandi. Niat ingin bangun dari tempat tidur, malah kakinya tak cukup untuk menopang berat tubuhnya yang begitu lemas saat itu. Alih-alih mau berjalan malah kakinya melencang kembali berbaring di atas tempat tidur itu lagi.


"Sayang__ hati-hati" dengan sigap cepat Vano menahan tubuhnya hingga Siska tidak benar benar jatuh di atas tempat tidur melainkan di dalam pelukannya lagi dan lagi.


Hanya mengerjap saja, Siska menguatkan diri "ga papa" sembari mencoba duduk walaupun Vano masih menuntunnya hingga kini ia tengah berada di atas pangkuan kakinya Vano.


"Yakin gapapa?"


Siska mengangguk "masih kuat? Kalo enggak biar aku bantu buat jalan"

__ADS_1


"Ga usah, masih kuat kok"


Siska masih berusaha keras agar Vano tidak membantunya. Tapi drush! Siska kembali oleng lagi. Ia merasa kakinya begitu tak kuat untuk menopang tubuhnya.


"Itu kan, sudah ku bilang biar ku bantu" kini tangan Vano sudah bersiap mengambil alih tubuh kecil wanitanya itu, pertanda jangan ada penolakan lagi.


"Tapi aku ..."


"Apa? Masih kuat? Hah?"


Siska tak bisa menyela atau bahkan menolak lagi selain menerima saja Vano membopong tubuh kecilnya menuju kamar mandi, sesuai keinginan awalnya bahwa ia akan segera berbesih.


"Apa kamu takut aku akan memintamu melakukannya lagi sampai kamu menolak aku membantu mu?"


Tepat sekali, mulut Siska di buat bungkam sejenak. Seperti Vano sudah membaca pikirannya saja. "Bukan begitu tapi ..."


"Hahaha" Vano tertawa gemas "kan udah ku janji sayang, aku tidak akan memintanya lagi. Lagian kamu udah capek. Entar ronde di hari berikutnya lagi, jadi bersiap saja" Vano berucap santai seakan tak ada dosa. Sedangkan yang dikatai pun tertunduk malu, Vano sih selalu bahas hal yang iya-iya saja. Suami suka mes*m!! Otaknya mes*m!


"Apa sih kamu!!"


"Yaudah giliran mandi sekarang. Ayok"


"Duluan aku yang mandi dulu, aku yang pertama niatan mandi tadi"


"Eits, ga ada seperti itu. Sama-sama mandi. Lagian aku juga mau mandi" Vano menolak untuk keluar dari kamar mandi.


"Akhh Van__"


"Ga apa apa sayang, kita mandi barengan saja. Aku tidak akan buat macam-macam kok, kan sudah janji. Boleh yaah?"


Vano menciptakan puppy eyesnya di hadapan Siska, meski gemas sih kalo di lihat. Tapi tetap Siska masih enggak mau. Awal di bilang ga akan macam-macam, kalo ke bla-blasan nanti gimana? Ujung ujungnya pasti akan___ akh lupain.


"Yank, di anggukin dong. Masa di diemin terus" Vano masih ngeyel ingin mandi bareng "kamu kan masih lemas, kalo tiba-tiba pingsan entar di sini bagiamana?"


Ada iyanya sih apa yang Vano bilang. Siska sendiri merasa begitu akan dirinya yang tiba-tiba lemah sekali. Terpaksa akhirnya Siska mengiyakan saja. Sedang yang menanti anggukkan pun lebih bersemangat lagi. Tak kalah ketika Siska mengiyakan permintaannya pas pagi tadi. (Yang udah baca dua kali pasti ingat maksud author ini hehehe 😂).


Akhirnya, singkat waktu keduanya sudah selesai mandi. Mengingat dari semalam mereka belum makan apa-apa. Keduanya sepakat untuk lebih dulu makan siang, karena sarapan untuk pagi sudah terlewatkan. Plan aktivitas lainnya masih iming-iming mau lakuin apa. Mengingat Vano yang sudah di kasih ijin oleh sang ayah selama tiga hari diperolehkan untuk tidak datang ke kantor perusahaan, kecuali jika ada hal penting saja yang tidak bisa terelakkan.


✨✨✨


Selamat pagi, Update lagi🙏


semoga suka dan betah dengan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2