Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Murid Baru


__ADS_3

Pagi-pagi sekali gue bangun lebih awal dari Rasya, kalau Rasya tau gue bangun lebih awal darinya gue bisa-bisa langsung di ejek habis-habisan sama dia tapi kali ini demi bisa bawa mobil sendiri gue bela-belain bangun pagi walaupun mata gue ini masih ingin tertutup dan tubuh ini yg ingin berbaring di kasur yang nyaman.


Setelah gue selesai memakai baju seragam gue langsung ambil tas sekolah gue dan turun kemeja makan, saat sampai di meja makan semua yang gue rencanakan gagal yang gue harapin ternyata belum pulang kerumah, ya Mami Papi yang biasanya selalu ada di meja makan saat kita ingin sarapan pagi tapi kali ini gak ada, dimeja makan tidak ada orang sama sekali dan rencana yang sudah gue susun tadi malam akhirnya berantakan.


Gue akhirnya hanya bisa duduk dan terdiam tapi batin gue berbicara tak karuan.


"Argh!! Bangs*t, gue kangen mobil gue." gerutu gue.


Gue yang langsung gak mood hanya bisa menidurkan kepala gue di atas meja makan sambil menunggu sarapan dan tentu kopi pagi gue, karna hanya kopi yang bisa membuat mood gue bagus kembali.


Beberapa menit kemudian hidangan pun mulai dihidangkan diatas meja makan saat itu juga bersamaan dengan teriakan Rasya yang memanggil nama gue.


"RAISA PUTRI!!!" teriak Rasya.


"Pasti nyari gue di kamar." gumam gue setelah menegakkan kepala gue lalu mulai mengambil sarapan gue, kali ini bukan hanya roti tapi ada nasi ayam dan lauk lainnya.


"Non, tuan memanggil anda." ucap Bibi pembantu dirumah.


"Biarkan saja, bibi silahkan lanjutkan pekerjaan nya saja." jawab gue santai lalu langsung menyantap hidangan gue.


Saat gue lagi mengunyah makanan gue tiba-tiba ada yang penepuk pundak gue dengan sangat keras.


BUK!!


"Uhuk uhuk uhuk." batuk gue yang tersedak karna terkejut dan merasakan sakit di pundak gue.


"Lu–" ucap Rasya sambil mengusap-usap pundak gue.


"BANGS*T LU YA!!" teriak gue memotong ucapan Rasya dan dan menepis tangan Rasya.


"Gue–" saut Rasya.


"GILA LU!! ORANG LAGI MAKAN MALAH DI TABOK, PUNYA DOSA APA GUE SAMA LU PAGI-PAGI GINI UDAH DITABOK AJA, ANJ*NG!!" teriak gue memotong ucapan Rasya lagi.


"Dosa lu banyak bangs*t!!" ucap Rasya geram lalu duduk di kursinya.


"Kagak usah ngomongin yang semalam bangke, gue udah minta maaf." jawab gue.


"Ya gue juga minta maaf sekarang, lagian lu juga kok tumben sih bab* bangunnya pagi."


"Bodo!!" balas gue lalu melanjutkan makan gue.


"Oh iya Mami Papi mana?" tanya gue sebelum memasukkan makanan gue kemulut gue.


"Oh iya gue lupa bilang, katanya Mami Papi lagi diluar kota ada urusan bisnis." jawab Rasya sambil mengambil hidangannya.

__ADS_1


"Kapan pulang?" tanya gue lagi.


"Ya gue gak tau mungkin besok atau mungkin aja seminggu kedepan." jawabnya lalu mulai menyantap makanannya begitupun gue melanjutkan makan gue yang tadi sempat di ganggu oleh Rasya.


***


Gue dan Rasya pun sampai di sekolah dan ya sesuai dengan ucapan Rasya kemarin anak-anak sekolah pada ngegosip mulai dari parkiran sampai di lorong menuju kelas gue. Mereka berbicara tentang anak baru pindahan dari Amerika, gue sebagai ketua osis penasaran siapa anak itu, apa dia cewek atau cowok? banyak pertanyaan yang muncul dalam benak gue tapi saat gue melirik Rasya yang ada di samping gue sambil merangkul gue, dia hanya santai seperti tidak mendengar apa-apa dan tentu saja menebar pesona dengan murid-murid yang kita temui mulai dari parkiran dan sampai di depan kelas gue.


"Buruan sana ke kelas lu." ucap gue sambil melepas rangkulan Rasya.


"Oke adek gue sayang." jawab Rasya lalu sontak mencium puncak kepala gue dan pergi dengan santainya, sedangkan gue seperti biasa ditatap sinis oleh parah cewek-cewek.


RASYA POV*


Setelah gue mengantar Raisa ke kelasnya, gue langsung ke kelas gue dengan santai. Saat di kelas seperti biasa gue langsung duduk di kursi gue yang terletak di pojok kanan kelas paling belakang dan ya gue duduk sendiri, mulai dari kelas 10 sampai sekarang kelas 12 gue selalu duduk sendiri bukan karna gue gak punya teman ya karna duduk sendiri itu nyaman. Gue duduk di kursi dan meletakkan kaki gue di atas meja dan teman-teman gue seperti biasa langsung berkumpul di meja gue untuk bergosip di pagi hari, bukan hanya cewek yang bisa bergosip cowok juga bisa itu yang selalu terjadi di geng gue.


"Sya, lu dengerkan yang gosipnya ada murid baru pindahan dari Amerika." ucap Agung.


"Denger, terus?" jawab gue.


"Katanya tuh murid cewek loh." saut Reyhan.


"Dan katanya dia cantik banget ditambah lagi dia tajir Sya." saut Rendi.


"Alah masih cantik adek gue lah dan masih tajir dia lah." jawab gue bangga.


"Tapi sayang udah ada yang punya, dan parahnya sih Devan yang pacaran sama adek lu." balas Reyhan.


"Lu semua masih pada naksir sama adek gue?" tanya Rasya lalu menurunkan kakinya.


"Ya lu pikir lah, siapa yang gak naksir dia, udah cantik, pintar, tajir, populer, punya masa depan yang cerah lagi aduh gue aja mau yakan Ren." jawab Agung sambil menyenggol Rendi.


"Yoi Gung." jawab Rendi sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Lu pada mau sarapan ini ya?" ancam gue sambil mengepal tangan gue dan menunjukkannya ke depan Agung.


"Hahaha, ya kagak Sya." jawab Agung yang tertawa kecil.


"Dah lah, balik sana ke meja kalian, udah waktunya bel masuk." saut gue dan kembali duduk dengan tenang lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana gue.


Teman-teman gue pun duduk di meja mereka masing-masing walaupun meja kita saling berdekatan tapi kalau sudah waktunyabel masuk ya mereka harus kembali ketemoat mereka masing-masing.


Bel pun berbunyi, tapi anehnya yang seharusnya masuk ke kelas adalah guru bahasa dan sekarang yang masuk adalah wali kelas gue bersama dengan murid yang sepertinya itu adalah murid baru.


"Selamat pagi anak-anak." sapa Bu Nurul wali kelas gue.

__ADS_1


"Pagi bu." balas anak-anak kelas gue.


"Sekarang kita kedatangan murid baru, ayo perkenalkan nama mu." ucap Bu Nurul ke anak-anak kelas lalu berbicara kepada murid baru itu.


"Hai... namaku Reina Jessica Glen kalian bisa memanggilku Reina." ucap Reina dingin.


"Reina ini pindahan dari Amerika, tapi dia cukup pasif berbicara bahasa indonesia" saut Bu Nurul.


"Oke Reina kamu bisa duduk di kursi kosong." ucap Bu Nurul.


"Tapi bu disini sudah gak ada kursi kosong lagi." jawab ketua kelas sambil mengangkat tangannya.


"Hmm... di samping Rasya kosong tuh." balas Bu Nurul.


Gue yang dari tadi bermain ponsel sontak terkejut karna Bu Nurul menyebut nama gue.


"Lah Bu! tempat Rasya sudah penuh, mana bisa di isi lagi." protes gue.


"Itu di samping kamu kosong Rasya." balas Bu Nurul.


"Gak kosong Bu, ini tempat kaki Rasya." protes gue lagi lalu meletakkan kaki gue di atas kursi sebelah gue.


"Rasya Putra!! kasian Reina gak ada tempat duduk." ucap Bu Nurul.


"Lah bodo amat Bu, siapa yang suruh dia masuk ke kelas ini? kan kelas lain masih ada yang kosong." jawab gue santai.


"Kamu mau saya hukum Rasya?" ancam Bu Nurul.


"Ibu mau saya laporin kepsek? murid gak ada salah masa mau di hukum." ancam gue balik.


Di tengah-tengah perdebatan gue sama Bu Nurul, ternyata sih Reina berjalan kearah gue dan sontak menarik kursi gue alhasil kaki gue langsung terjatuh dan membuat gue terkejut.


"Ibu Keluar saja." saut Reina dengan santai lalu duduk di kursi yang tadi ia tarik dari gue.


"Woi!! lu tuli ya?!! udah di bilang kursi ini penuh masih aja duduk disini." bentak gue lalu berdiri dan menatap Reina tajam.


Reina membalas tatapan gue dengan tatapan tajamnya dan berkata, "Crazy!!" lalu kembali menatap kedepan dan meletakkan tasnya di atas meja.


Satu kata yang di lontarkannya membuat gue terdiam begitupun teman sekelas gue mereka terkejut karna baru kali ini ada yang berkata seperti itu selain Raisa, dan Agung yang duduk di depan gue sontak membalik badannya kebelakang dan menarik tangan gue untuk duduk kembali.


"Sudah Sya, kalau lu buat keributan lagi bisa-bisa adek lu ngamuk disini." bisik Agung.


"Tapi–"


"Sabar Sya, kalau lu tambah ladenin bisa-bisa tambah kacau nih kelas." saut Putra yang duduk di samping Agung.

__ADS_1


Gue pun hanya diam dan kembali duduk dengan benar. Guru bahasa pun masuk dan pelajaran dimulai.


Bersambung


__ADS_2