Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Tunangan


__ADS_3

Lima hari setelah penjelasan Devan itu, Gue benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa dia berbuat semua itu tanpa merasa bersalah sedikit pun?


Tapi mau bagaimana pun masa lalu nya, kalau memang ia ingin berubah. Gue akan menemaninya, walaupun ada rasa takut di diri Gue. Rasa takut akan di bunuh oleh Devan sendiri.


Tapi rasa takut itu terkadang hilang, karna sikap perhatian Devan terhadap Gue. Dia selalu menuruti apa yang Gue katakan, walaupun itu cukup sulit untuknya, ia tetap mencoba untuk nurut ke Gue.


Tapi tetap saja, sikap ingin membunuh orang itu tetap ada pada dirinya. Sikapnya itu kembali, jika Gue dalam bahaya atau ada yang mendekati Gue.


Walaupun hanya sekedar bertanya ke Gue saja, Devan langsung menatap orang itu dengan tajam. Tapi dari sikapnya seperti itu, Gue benar-benar merasa aman di dekatnya.


Sekarang keluarga Gue sedang menunggu keluarga Devan untuk melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda sebelumnya.


Sesuai dengan ucapan Gue ke Devan, setelah liburan kemarin, hari ini pun kami memutuskan untuk bertemu lagi. Dengan jawaban yang sudah Gue tentukan dengan memikirkannya baik-baik.


Orang tua Gue yang tau kalau Gue akan menerima pertunangan ini, mereka sangat bahagia, tidak seperti Rasya. Ia tidak menyukai keputusan Gue.


Ia berkata kalau Gue tidak boleh bersama dengan laki-laki lain terkecuali dia.


Setelah pembicaraan kami semalam, akhirnya ia pun menerima keputusan Gue dengan terpaksa. Walaupun dengan terpaksa, Gue tetap senang karna semuanya akan berjalan dengan baik.


Tentang pertunangan ini, Gue sudah memutuskan untuk tidak membuat pesta. Gue hanya ingin kedua keluarga berkumpul bersama saja, Gue tidak ingin pesta yang mewah dan juga pengumuman di publik kalau Gue akan bertunangan.


Keputusan Gue itu, diterima baik oleh keluarga Gue, dan juga keluarga Devan. Dan hari ini lah saatnya, bukan status teman, sahabat, atau pun pacar. Sekarang Gue akan menjadi tunangan seorang, dan tentu saja dia adalah Devano Pratama alias Leo Adrean Willson atau Kim Hyun Jin.


***


Setelah 15 menit kami menunggu, akhirnya keluarga Devan pun datang. Orang Tua Devan yang lebih dulu melangkah masuk, dengan pakaian yang sangat mewah. Dan sekarang Devan lah yang melangkah masuk melewati pintu itu.


Dengan jas hitam yang ia genakan, rambut yang di tata rapi, dan juga senyum lebar yang terpancar dari bibirnya.


Gue dan keluarga Gue pun berdiri untuk menyambut mereka, tentu saja Gue memakai gaun putih sederhana dengan rambut yang terurai dan di tata rapi.


*Hah...sudah saatnya.* Batin Gue saat melihat Devan.


"Selamat datang, Tuan dan Nyonya." Sapa Mami.


"Terima kasih." Jawab wanita itu.


"Mari duduk." Ucap Mami.


"Baik." Jawab wanita itu lalu duduk dan di ikuti Devan di sampingnya dan juga Pria itu yang duduk di samping Devan.


Setelah mereka duduk kami pun kembali duduk bersama. Gue yang duduk di samping Rasya di tengah-tengah orang  tue kami.

__ADS_1


"Kamu cantik sekali, nak." Puji wanita itu.


"Terima kasih atas pujian anda." Jawab Gue tentu saja sambil tersenyum.


"Putri anda memang berbeda, Nyonya. Ia tidak ingin pesta yang mewah untuk hari spesialnya ini." Sahut wanita itu ke Mami.


"Haha...tentu saja, ia memang gadis yang sederhana." Jawab Mami.


*Sederhana? Hah...tentu saja tidak, liat saja saat pesta pernikahan nanti, Gue akan membuat kalian terkejut dengan pesta yang Gue inginkan." Batin Gue.


"Bisa kita mulai sekarang, Sayang?" Tanya wanita itu ke Devan.


"Ya...Mi." Jawab Devan yang sontak mengeluarkan sesuatu dari dalam jasnya.


Ya tentu saja, itu kotak cincin yang cukup mewah. Setelah mengeluarkan kotak cincin itu, ia pun sontak berdiri.


"Berdiri, sayang. Berdiri di depan nya." Bisik Mami menyuruh Gue berdiri di hadapan Devan.


Gue pun mengikuti apa yang Mami perintahkan, Gue akhirnya berdiri dan melangkah sampai di hadapan Devan.


Kami berdua pun berhadapan. Devan yang tepat ada di hadapan Gue itu, ia tersenyum dengan sangat lebar, ia memang kelihatan sangat senang dengan pertunangan ini. Gue yang hanya bisa membalas senyumannya dengan senyum kecil Gue.


Devan sontak berlutut dengan santai, dengan lutut sebelah kirinya yang tidak menyentuh lantai. Ia sontak menengok ke atas dan menatap Gue bahagia.


Ia pun membuka kotak cincin itu lalu menyodorkannya ke Gue dan berkata. "Will you get engaged to me."


Gue yang awalnya hanya terdiam sambil menatap Devan, Mami tiba-tiba memanggil Gue. 


"Sa..." Panggilnya.


Gue sontak berbalik dan menatapnya, ia yang Gue tatap hanya tersenyum dan mengangguk.


Gue pun berbalik dan menatap Devan lagi.


"Hah...lu tau kan ini terlalu cepat, Dev." Bisik Gue.


"Ya...aku tau, sayang. Tapi ini yang terbaik, aku tidak ingin kita hanya memegang Status pacaran saja." Jawabnya.


"Tapi–"


"Apa kamu ingin kita berpacaran sampai bertahun-tahun tanpa ada kemajuan sedikit pun? Aku memberikan mu kepastian sekarang." Potongngnya.


"Hah...baiklah." Jawab Gue.

__ADS_1


"Rasya Putri, Will you get engaged to me?" Ucapnya lagi.


"Yes...yes, Leo." Jawab Gue tersenyum lebar.


Dia yang mendengar jawaban Gue, langsung memasangkan cincin itu ke jari manis Gue. Setelah itu ia pun kembali berdiri dan memberikan Gue cincin satunya lagi untuk di pasangkan di jarinya.


Gue pun menerima cincin itu, lalu memasangkannya di jarinya juga.


"Apa aku boleh mencium mu?" Tanyanya.


"No! Jangan sekarang." Jawab Gue.


"Selamat, sayang. Selamat..." Sahut Mami dan Papi.


"Selamat, nak. Aku Harap hubungan Bertahan lama, sampai akhir hayat kalian." Sambung wanita itu.


"Terima kasih." Jawab Gue dan Devan bersama sambil menatap orang tau kami masing-masing.


"Jagain adik Gue baik-baik." Sahut Rasya kepada Devan.


"Tentu saja, akan Gue jaga sebaik mungkin." Jawab Devan tersenyum kecil kepada Rasya.


Gue dan Devan pun sontak berhadapan lagi, dan menatap satu sama lain.


Devan sontak menggenggam kedua tangan Gue lalu ia satukan kedua tangan Gue, dan sontak mencium kedua punggung tangan Gue.


Setelah itu, ia menatap Gue dalam dan berkata. " Aku sangat-sangat bahagia, hari ini."


Gue yang mendengar itu, tersenyum kepadanya lalu berkata. "Ya...aku juga."


Tiba-tiba saja Devan mendekat ke wajah Gue dan sontak melepas tangan Gue, tapi ia tiba-tiba memegang leher bagian belakang Gue.


"Lu mau apa?" Tanya Gue.


"Jangan pakai Lu Gue, sekarang pakai Aku Kamu." Ucapnya.


"Tapi Gue lebih nyaman Lu Gue, dari pada Aku Kamu." Jawab Gue.


"Belajar, sayang..." Balasnya lalu sontak mencium bibir Gue.


Bukannya mendorongnya, Gue malah membiarkan mencium bibir Gue. Keluarga Gue dan keluarga Devan yang melihat kami, mereka hanya bersorak "Selamat" dengan tawa yang penuh dengan kebahagian.


Seperti itu saja, Gue menjadi tunangan seorang laki-laki itu. Mau bagaimana pun kedepannya, Gue berharap kita bersama seperti sekarang.

__ADS_1


Bersambung


......Maaf gaes, author mengalami cedera ringan di tangan. jadi kalau author bolong upload sehari atau dua hari, maaf kan ya 🙏🏻🙏🏻......


__ADS_2