Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Akhir dari Cerita


__ADS_3

Cewek itu pun berbalik dan menatap Gue dengan tangan yang memegang buket bunga mawar.


Gue benar-benar di buat terkejut dengan apa yang Gue lihat. Cewek yang sudah hampir sebulan tidak pernah Gue lihat lagi matanya, dan sekarang ia menatap Gue dengan mata Abu-abunya.


Gue yang di penuhi dengan rasa rindu dan juga kecewa yang bercampur menjadi satu, hanya bisa membeku di depan gadis itu.


"Rasya...aku sangat merindukan mu." Ucap gadis itu.


Gue hanya bisa diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dari mulut Gue.


"Apa kamu masih tidak ingin melihat ku?" Tanya nya dan sontak meraih tangan Gue.


Gue yang terkejut, sontak melangkah mundur. Tapi ia malah menggenggam tangan Gue dengan erat lalu menarik Gue lebih dekat dengannya.


"A-apa yang mau Lu lakuin?" Tanya Gue.


Bukannya menjawab pertanyaan Gue, ia malah sontak mendekati wajah Gue dan tiba-tiba saja...


Bibirnya menempel di bibir Gue. Walaupun itu hanya sekilas, ia benar-benar membuat Gue terkejut dan membulat kan mata.


"Aku merindukan mu, sangat-sangat merindukan mu." Sahutnya.


"Apa kamu ingin menjadi pacar ku?" Tanyanya yang benar-benar membuat Gue terkejut setengah mati.


"Apa yang Lu lakuin? Lu gila?!!" Geram Gue.


"Ya...aku sangat gila! aku benar-benar gila karna mu, jadi aku mohon, terima aku dan jangan menolak ku." Jawabnya sambil menatap Gue.


"Gue gak mau sama cewek yang bakal hancurin keluar–"


Belum selesai Gue ngomong, ia sontak mencium bibir Gue lagi, dan bunga yang ada di tangannya itu pun terjatuh.


Kali ini ciumannya bukan sekilas, ia benar-benar ******* bibir Gue. Walaupun Gue lebih tinggi darinya, ia tetap berusaha untuk mencium bibir Gue dan menahan leher bagian belakang Gue dengan kuat.


*A-apa yang terjadi sekarang?* Batin Gue yang tidak paham dengan situasi ini.


Tapi ciuman gadis itu membuat Gue hayut dalam permainan nya ini, Gue tiba-tiba mendorong gadis itu dan sontak menggendong nya ke atas meja yang ada di dapur tanpa melepaskan bibir kami.


Gue sontak menggenggam kedua tangan gadis itu, Lalu Gue letakkan di leher Gue. Gue pun sontak menahan leher bagian belakang gadis itu dengan satu tangan Gue, dan tangan yang satu lagi berada di atas meja.


Kami benar-benar menikmati ciuman itu, lidah yang mulai bermain di dalam sana. Sekarang Gue tidak bisa berpikir sedikit pun, Gue tidak peduli apa yang akan terjadi setelah ini.


Sudah 5 menit lamanya kami berciuman, Gue yang tidak terbiasa mulai kehabisan nafas dan menghentikan ciuman itu.


Gue menatap gadis itu dengan dalam, begitu pun ia yang juga menatap Gue.


Tapi karena suasana yang gila ini, begitu pun Gue yang sudah tidak bisa mengendalikan diri Gue sendiri, Gue sontak mencium leher gadis itu dengan liar.


"Ra-Rasya...be-berhenti sampai sini..." Ucap Gadis itu.


Gue tidak bisa menghentikan diri Gue sendiri, Gue benar-benar gila sekarang. Gue malah mencoba untuk menyentuh hal yang tidak seharusnya Gue sentuh.

__ADS_1


Tapi sebelum Gue menyentuh itu, tiba-tiba saja gadis itu menarik rambut Gue dengan sangat keras dan sontak menampar pipi Gue dengan keras.


PLAK!!


Gue sontak terdiam sambil memegang pipi yang telah di tampar itu, dan menatap gadis itu terkejut.


"Ma-maaf...aku tidak ingin kamu melakukan hal itu, karna itu bukan hal yang bisa kamu lakukan Rasya." Ucap gadis itu sambil memegang tangan Gue yang berada di pipi Gue.


Gue sontak mengedipkan mata Gue beberapa kali, lalu kembali menatap gadis itu.


Baru sekarang Gue sadar dengan apa yang Gue lakukan, Gue benar-benar gila telah melakukan hal itu.


"Apa yang sudah Gue lakukan? Gila!! sangat gila!!" Ucap Gue dan sontak menampar pipi Gue berkali kali.


Tapi tiba-tiba saja gadis itu menahan tangan Gue dan sontak memeluk Gue dengan erat.


"Jangan menyakiti diri mu sendiri." Ucapnya.


"Maaf...Gue salah!! Gue benar-benar tidak sadar tadi, maafin Gue, Gue berhak di hukum. Maaf..." Sahut Gue.


Tiba-tiba gadis itu melepaskan pelukannya, lalu memegang kedua bahu Gue.


"Hey! jangan menyalahkan diri mu saja, itu juga salah ku, seharinya aku tidak memulainya tadi. Maafkan aku, sayang." Sambungnya.


"Ta-tapi itu ciuman pertama ku..." Ucap Gue sambil mengalihkan pandangan Gue.


"Ha?! apa itu pertama untuk mu? tapi kenapa kau sangat ahli, sampai bisa melakukan itu?" Tanyanya.


"Hahaha...kamu memang selalu bisa membuat ku tertawa, aku memang tidak salah mencintai mu." Balasnya.


"Hm..." Dehem Gue.


"Rasya...tatap mataku." Sahutnya.


"Gu-Gue gak mau, Reina." Tolak Gue.


Tapi Reina sontak memegang kedua pipi Gue lalu memaksa Gue untuk menatap matanya.


"Hei...aku sudah mengambil ciuman pertamamu, berarti kau harus menjadi pacarku." Ucapnya.


"Ta-Tapi–"


"Tidak ada kata tapi, aku tau kalau kamu takut keluarga ku akan hancur. Tapi itu tidak akan terjadi, orang tua ku sudah memberikan izin, bahwa aku boleh mencintai mu dan juga aku akan menjamin keluarga mu tetap aman. Aku berjanji itu." Potongnya.


"Bagaimana bisa? bukannya Lu bilang kita gak bisa bersama? Gue gak mau pacaran sama orang yang tidak mencintai Gue." Sahut Gue.


"Aku sudah menyelesaikan semua permasalahan yang menghalangi hubungan kita. Raisa lah yang memberikan ku saran akan itu, dan sekarang aku bisa bebas untuk bersama mu. Tapi..." Ucapnya.


"Tapi apa?" Tanya Gue.


"Apa kamu bisa menjaga ku dari semua musuh-musuh orang tua ku yang selalu mengincar nyawaku?" Tanyanya.

__ADS_1


"Ya!! Gue bisa! Gue akan menjaga Ku seperti menjaga keluarga Gue sendiri." Jawab Gue.


"Terima kasih...aku sangat mencintai mu, Rasya." Balasnya.


"Ya...aku juga sangat mencintai mu, Reina." Ucap Gue.


"Hm...kalau begitu, hari ini kita sah pacaran kan?" Tanya Gue.


"Ya...tentu saja." Jawabnya sambil tersenyum manis.


"Baiklah...Sekarang Gue harus kembali ke pesta. Lu juga harus ikut." Ucap Gue.


"Hm...baiklah." Jawabnya.


Gue pun kembali ke pesta bersama Reina. Tapi mereka malah menatap Gue dengan sinis.


"Kenapa pada batal Gue gitu sih?" Tanya Gue.


"Masa kan, Sa. Ada cowok yang cium bibir cewek sembarangan, terus malah hak tau diri lagi." Ucap Putra.


"WHAT?!! LU NGELIAT?" Teriak Gue.


"Menurut Lu? kalian bukan cuma Gue kali, kita semua ngeliat dari awal." Jawab Putra.


"Sumpah? kalian malah gak bantu Gue berhenti melakukan itu? SUMPAH!!!" Geram Gue yang bercampur dengan rasa malu.


"Alah...paling juga kita yang di tabok kalau ngeganggu." Sindir Rendi.


"Sudah-sudah, mending kita makan. Gue lapar nih." Sahut Raisa.


"Nah...Gue juga lapar." Jawab Gue lalu menarik Raisa untuk duduk di kursi samping Gue.


Kami pun mulai makan bersama di malam yang indah itu. Di malam itu juga Gue berhasil mendapatkan cinta pertama Gue.


Kami makan dengan santai, di seling dengan canda tawa, dan juga dengan ejekan mereka ke Gue yang baru saja melakukan hal gila.


Mungkin kalau Papi tau apa yang telah Gue lakukan, Gue pasti bakal di hukum dan semua kartu kredit dan mobil Gue bakal di sita.


Tapi Raisa dan 5 bocah itu termaksud Devan, berjanji untuk tidak mengatakan hal gila itu dengan bayaran Gue tidak akan mengganggu Raisa dan Devan, dan juga mentraktir 4 bocah itu di restoran mewah selama seminggu berlutut-turut.


Malam yang indah ini pun berakhir dengan 2 pasangan, dan 4 laki-laki jomblo yang sedang mencari pasangan mereka masing-masing nantinya.


TAMAT


Thanks gays, thanks Karna telah mengikuti kisah Rasya dan juga Raisa dari awal dan terima kasih karna telah mendukung Gue.


Setelah ini masih ada Episode Spesial, Gays 😽


Thank you very much gays πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»β€


Sampai jumpa lagi πŸ‘‹πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜­β€

__ADS_1


__ADS_2