Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Murid Baru Lagi?


__ADS_3

Gue dan Jessica sama-sama menatap seseorang itu. Sangat membuat Gue terkejut, ternyata seseorang yang menahan tangan Jessica itu adalah Reina.


"Lu siapa?" Tanya Jessica.


"Tidak penting!!" Jawabnya.


"Oh... Ya ya ya... Lu kan murid baru itu." Sambung Jessica lalu menepis tangan Reina.


Jessica sontak menopang dagu dengan sebelah tangannya lalu menatap Reina.


"Bagaimana bisa seorang murid baru mengganggu kecan orang lain?" Tanya Jessica dengan tersenyum miring.


Reina yang mendengar itu, bukannya marah. Ia malah bersandar di meja dengan sebelah tangannya lalu menatap Jessica tajam.


"Memang kenapa? Tidak selamanya murid baru tidak bisa mengganggu orang lain." Ucapnya.


"Dan lagi...apa Rasya ingin berkencan dengan gadis seperti mu." Lanjutnya dengan tersenyum miring.


*What?!!* Batin Gue.


"MAKSUD LU APA?!!" Teriak Jessica yang sontak berdiri.


Reina degan santai memberpaiki posisi berdirinya, lalu berdiri di depan Jessica. Mereka saling menatap tajam, tapi Reina ia malah tersenyum sinis. Sedangkan Jessica ia terlihat sangat marah.


"Hei-hei...sudah lah." Sahut Gue yang masih duduk dengan santai.


"Tidak!!!" Bentak mereka bersama.


"What the!!" Guma Gue.


Tapi tiba-tiba saja, Bran menghampiri kami lalu menggenggam tangan Reina.


"Sayang...yuk kembali ke kamar." Ajaknya.


Gue sontak berdiri dan menepis tangan Bran dengan kasar.


"Loh? Kenapa berdiri? Lebih baik kamu duduk saja, kan?" Ucapnya dengan tersenyum sinis.


"Maksud Lu–"


"Baby...sudah lah." Potong Jessica lalu berdiri di samping Gue dan merangkul tangan Gue.


"Baby?!!" Geram Reina.


"Kenapa? Gak suka?" Tanya Jessica.


"Kamu memang–"


"Sayang...jangan seperti itu." Potong Bran.


"Sayang? Lagi?!!" Geram Gue.


"Kenapa? Mau marah?" Tanya Bran.


Gue yang benar-benar tidak bisa menahan amarah, sontak menarik kera baju Bran.


"Iya!! Lu takut Gue marah, hah?!!" Geram Gue.


"Rasya...mending kita pergi, yuk." Sahut Jessica lalu menarik Gue pergi.


*Gila tuh orang. Cari masalah mulu.* Batin Gue.


Karna tidak fokus, Gue baru sadar kalau jessica menarik Gue sampai ke dalam lift.


"Loh? Mau kemana?" Tanya Gue.


"Hm...ketemu sama pimpinan Hotelnya." Jawabnya dengan tersenyum lebar.


"Lah? Kan Gue sama Rasya pimpinannya." Sambung Gue.


"Nah...berarti kita ngobrol bertiga." Ucapnya.


"Hah...terserah." Balas Gue lalu menekan tombol lift menuju lantai kamar Gue.


Tak butuh waktu lama untuk kami sampai di depan kamar Gue. Tanpa basa-basi Gue langsung membuka pintu kamar lalu masuk dan disusul oleh Jessica.

__ADS_1


"Sa...ada tamu tak di undang." Ucap Gue.


"Siapa?" Tanya Raisa sambil menengok.


"LU?!!" Teriaknya.


"Hai..." Sapa Jessica sambil melambaikan tangan.


Raisa sontak berdiri dan menghampiri Gue.


"Lu ngapain ngajak dia?" Tanyanya sambil menunjuk Jessica yang berdiri di belakang Gue.


"Hei-hei...santai saja, Gue gak akan cari masalah." Sahut Jessica.


"Santai Lu bilang?!!!" Geram Raisa.


"Wait-wait...kok malah bedebat sih?!!" Sahut Gue.


"Sudah lah." Ucap Gue lalu duduk di ranjang.


"Dia seseorang yang menyewa Hotel untuk pesta minggu depan." Lanjut Gue santai.


"WHAT?!!" Teriaknya.


"Lu orangnya? Yang buat Gue pusing tujuh keliling?" Tanya Raisa sambil menunjuk Jessica.


"Hahaha...iya." Jawabnya dengan tertawa.


"Sempat-sempatnya Lu ketawa!!!" Geram Raisa.


"Hah...sudah lah, bedebat gak bakal bikin selesai masalah. Buruan lu mau ngomong apaan sama pimpinan Hotel." Sambung Gue lalu berbaring di ranjang.


"Dasar!! Buruan duduk, kita selesaikan semuanya." Ucap Raisa lalu berjalan ke meja dan duduk.


Tentu saja Jessica mengikuti Raisa, lalu duduk di hadapannya.


"Woi!! lu gak mau ikut?" Tanya Raisa.


"Gak!! Gue gak mood." Jawab Gue.


***


Tidak terasa, waktu makan malam pun tiba.


"Sya...bangun,Gue laper." Ucapnya.


"Iya." Jawab Gue lalu duduk untuk mengumpulkan nyawa.


"Buruan, biar gak lama ke restorannya." Sambungnya.


"Gak!!" Teriak Gue.


"Hah? Napa teriak-teriak sih?" Protesnya.


"Maaf-maaf...kita gak usah makan di restoran, Gue malas keluar kamar." Ucap Gue.


"Kenapa, lu sakit lagi?" Tanyanya.


"Lu ngedoain Gue sakit? Gue cuma malas aja." Jawab Gue.


"Oh...oke, mandi dulu. Biar Gue yang telpon pelayan." Balasnya.


"Oke." Jawab Gue lalu berdiri dan menuju kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Gue pun selesai mandi dan juga mengganti piyama. Piyama itu di siapkan oleh Raisa, katanya biar samaan.


Setelah itu, pelayan pun datang membawa makanan yang telah di pesan oleh Raisa.


Tanpa basa basi lagi, kami pun langsung menyantap hidangan itu dengan santai. Tidak ada yang bicara saat makan. Raisa juga kelihatan lelah, maka dari itu Gue tidak ingin mengganggunya.


Setelah kami selesai makan, Raisa langsung tidur. Sedangkan Gue malah duduk di balkon kamar sambil memandang langit dengan segelas kopi dan juga satu novel untuk hiburan.


***


Pagi-pagi sekali, Gue terbangun dari tidur. Walaupun semalam, Gue tidur larut malam, gue tetap bangun tepat waktu.

__ADS_1


Sebelum bersiap untuk ke sekolah, Gue lebih dulu membangunkan Raisa.


"Sa...bangun, sekolah." Ucap Gue.


"Hm...iya." Jawabnya lalu membuka matanya.


Gue pun mulai bersiap untuk kesekolah, begitupun Raisa. Mungkin karna lelah, ia hari ini cukup lemas untuk beraktivitas.


Tak lama kemudian, kami pun berangkat kesekolah. Tapi hari ini Raisa tidak ingin membawa mobil, jadi dia ikut dengan Gue.


Saat sampai di sekolah, semuanya berjalan seperti biasa. Gue mengantar Raisa lebih dulu, setelah itu berjaln ke kelas Gue dengan santai.


Tapi saat di kelas, semua murid di kelas Gue nyambut Gue dengan teriakan.


"SELAMAT DATANG!!!" Teriak mereka bersama.


"Apaan? Sakit kuping Gue." Ucap Gue.


"Akhirnya murid pintar masuk juga." Sahut Putra.


"Serah." Jawab Gue lalu duduk di kursi Gue.


Saat duduk, Gue sudah melihat Reina dengan senyum kecilnya. Tapi saat Gue ingin menyapanya, ia lebih dulu menyapa Gue dengan tersenyum.


"Selamat pagi, Rasya." Sapanya dengan senyum manisnya.


"WHAT!!!" Teriak Putra, Reyhan, dan Rendi bersama. Sedangkan Agung hanya tersenyum kecil.


"Napa teriak-teriak, sih?" Protes Gue.


"Pagi juga, Rei." Balas Gue ke Reina dengan tersenyum.


"Kayaknya dia masih sakit." Sambung Putra.


"Serah lu." Jawab Gue.


Saat kami di belakang sedang berkumpul, di depan kelas Gue juga ada beberapa murid cewek yang sedang berkumpul.


"Itu kenapa?" Tanya Gue.


"Apanya?" Tanya Reyhan.


"Itu...kok pada ngumpul." Ucap Gue sambil menunkuk kumpulan cewek-cewek itu.


Tiba-tiba terdengar pembicaraan mereka. Kata yang sangat jelas mereka sebutkan adalah, "Murid baru yang sangat tampan."


"Murid baru?" Ucap Gue yang sontak menatap ke 4 bocah itu.


"Siapa?" Tanya Putra dan Rendi bersama.


"Coba kesana." Ucap Gue lalu berjalan ke kumpulan cewek-cewek itu.


Tentu saja 4 bocah itu ikut di belakang Gue.


"Hei..." Sapa Gue ke cewek-cewek itu.


"Hah...Rasya? Wah...Rasya dan teman-temannya Gaes!!! " Teriak salah satu cewek itu.


"Lu sih, udah tau geng kita populer. Malah ikut nimbrung sama mereka." Bisik Agung.


"Hah...biar aja." Jawab Gue.


"Hei...jangan berteriak, Gue cuma mau nanya doang." Sahut Gue.


"Nanya Apa, Sya?" Tanya salah satu cewek itu.


"Maksud kalian, anak baru itu apa?" Tanya Gue.


"Oh...ada anak baru lagi, tapi dia di kelas lain. Dia dari amerika." Jawabnya.


"WHAT?!! AMERIKA?!!" Teriak Gue.


"Jangan-jangan..."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2