
Ujian sekolah pun di mulai. Ujian yang berlangsung 5 hari itu, cukup singkat untuk kami.
Gue yang selalu belajar siang dan malam hanya untuk menghadapi ujian sekolah itu, semua usaha Gue tidak sia-sia.
Semua yang Gue pelajarin, masuk ke dalam soal Ujian itu. Gue cukup puas dan juga yakin, kalau Gue bakal dapat nilai bagus.
Tapi berbeda dengan Rasya, yang terkadang masih sering memikirkan Reina. Sampai ia tidak pernah mengasah otak nya untuk ujian sekolah ini.
Setiap malam Gue selalu datang ke kamarnya untuk memastikan apa dia belajar atau tidak, tapi ia sama sekali tidak pernah membuka bukunya.
Gue pun memutuskan untuk menjadi gurunya selama Ujian berlangsung. Gue belajar bareng Rasya setiap malam, terkadang karna lelah kami sampai tertidur dengan buku-buku yang masih kami pegang.
Tapi dari usaha Gue, untuk membantu nya juga tidak sia-sia. Setiap Ujian selesai, Rasya selalu menghampiri Gue, untuk memberitahukan semua soal yang ia dapat.
Soal yang bisa ia jawab, atau pun yang membuat nya bingung, ia memberitahu semuanya. Soal yang membuat nya bingung pun kami kumpulkan untuk di pelajari sekali lagi.
__ADS_1
Bukan hanya Rasya. Devan, Putra, Agung, Reyhan, dan juga Rendi. Mereka selalu menyempatkan diri datang ke rumah untuk bertanya soal-soal yang mereka tidak mengerti.
Pulang dari pulang sekolah, sampai malam Gue selalu membantu orang belajar. Dari membantu mereka, Gue bisa mendapatkan cara yang mudah untuk menjawab soal metik. Dan dari mereka juga Gue kembali mengingat semua pelajaran di kelas 10 dan juga 11.
Tapi...selama Ujian berlangsung, Gue tidak pernah mendengar kabar dari Reina lagi. Ia pun tidak pernah menelpon, atau mengirim pesan ke Gue.
Ada sisi yang menguntungkan dari Reina yang tiba-tiba menghilang itu, Rasya jadi tidak perlu bertemu dengannya lagi. Tapi ada sisi diman Gue khawatir dengannya, karna saran Gue yang memaksanya menemui orang tua nya.
Gue takut akan terjadi sesuatu nantinya, tapi kekhawatiran dan juga rasa takut Gue itu, Gue berusaha untuk berfikir positif dan tetap menjalan kan hari-hari Gue.
Ujian yang akan menentukan nasib Gue nanti, bukan hanya Gue, semua murid di kelas 12 merasa takut dengan ujian nasional ini.
Karna ada beberapa murid yang akan putus sekolah setelah ini, dan lebih memilih untuk mencari pekerjaan ketimbang kuliah. Dari nilai Ujian Nasional itu lah yang akan membantu mereka mendaparkan pekerjaan yang baik.
Berbeda dengan Gue, Rasya, Devan, Agung, Putra, Reyhan, dan juga Rendi. Kami memilih untuk masuk ke univ yang sama, dengan jurusan yang sama juga.
__ADS_1
Tapi jika takdir berkata lain, yang membuat kami harus berpisah jurusan apalagi Kuliah. Kami tidak bisa memaksakan kehendak yang di berikan Tuhan. Yang penting, apa yang telah di pilihkan oleh Tuhan, itu lah yang terbaik untuk kami.
Tapi Gue yakin, dari usaha yang kami lakukan bersama-sama. Pasti kami bisa meraih apa yang kami inginkan bersama-sama.
Kami yang sampai memilih untuk berkumpul bersama di rumah Gue, untuk belajar bersama setelah Ujian sekolah agar kami bisa siap untuk menghadapi ujian nasional besok.
Kami yang belajar mulai siang sampai malam. Terkadang mereka juga menginap di rumah gue, dan tidur bersama Rasya di kamar, atau ada juga yang tidur di kamar tamu.
Tapi kami lebih sering tidur bersama di kamar Rasya, kami yang brlajar di lantai yang hanya di alasi karpet. Kami sampai tertidur di lantai dengan buku-buku yang berhamburan di samping kami masing-masing.
Sampai-sampai, Mami dan Papi lah yang terkadang membantu kami untuk merapikan buku-buku kami dan memberikan kami selimut daat kami sudah tertidur dengan pulas.
Itu benar-benar kenangan yang tidak bisa terlupakan, kerja sama yang membuat pertemanan kami semakin dekat dan juga hasil yang kami harapkan untuk akhir dari perjuangan kami.
Bersambung
__ADS_1