
"Marga sama seperti nama keluarga, karna orang Tua ku berasal dari keluarga yang berbeda dan memiliki marga yang berbeda, aku pun di perebutkan untuk mewarisi perusahaan mereka nanti." Jawabnya.
"Kenapa harus Lu? Kenapa mereka tidak menikah lagi dan melahirkan pewaris lainnya?" Tanya Gue.
"Kedua keluarga ku, tidak boleh ada yang menikah di karenakan cinta, aku lahir saja itu hanya semua kesalahan dari mereka berdua. Dengan terpaksa mereka menikah dan membesarkan ku dengan cara bergantian. Terkadang aku harus terbang dari Amerika ke Indonesia hanya untuk bertemu mereka saja." Jelasnya.
"Kenapa mereka gak bayar wanita lain saja, untuk melahirkan pewaris lainnya? Atau bisa saja mengangkat anak yatim piatu menjadi anak mereka?" Sahut Gue.
"Tidak...itu tidak bisa, pewaris harus sedarah dengan pewaris sebelumnya. Papi ku bisa saja membayar wanita untuk melahirkan anaknya, tapi ia tidak ingin melakukan itu. Sedangkan Mami ku, ia satu-satunya wanita yang selama ini mewarisi perusahaan keluargaku, jadi ia tidak bisa sembarangan berhubungan dengan pria lain." Jelasnya.
"Memang keluarga Lu kerjanya apa sih? Kok sampai tidak boleh menikah karna cinta?" Tanya Gue.
"Papi ku kerjaannya hanya menghancuran perusahaan lain." Jawabnya.
"Maksudnya?" Tanya Gue bingung.
"Hm...Papi ku memiliki perusahaan di Amerika, perusahaan miliknya salah satu perusahaan terbesar di Amerika dan juga di takuti di Dunia. Papi ku selalu menghancurkan perusahaan orang lain, siapapun itu jika ada yang menhalangi jalannya, ia akan langsung menghancurkan keluarganya termaksud perusahaannya." Jawabnya yang benar-benar membuat Gue bingung.
"Sedangkan Mami Gue, dia memiliki perusahaan di Indonesia, dan juga di beberapa negara lainnya. Ia adalah Seorang pengusaha yang berhasil membuat pakaian, make-up, aksesoris, dan sepatu. Buatan perusahaannya sangat terkenal dan terjamin kualitasnya di beberapa Negara." Lanjutnya.
__ADS_1
"Lalu apa masalahnya? dan kenapa Lu bisa tinggal di Indonesia sampai sekarang? dan kenapa juga Lu selalu dapat masalah." Tanya Gue.
"Masalah itu, di buat oleh musuh Papi ku. Seperti yang ku bilang, Papi ku yang selalu menghancurkan perusahaan orang lain, dan karna itu lah banyak musuh yang mengincar nyawa Papi ku. Tapi karna aku yang lahir ini, dan aku juga yang akan menggantikannya sebagai pewarisnya, maka nyawa ku lah yang jadi sasaran empuk untuk mereka." Jawabnya.
"Aku selalu di kelilingi oleh para pembunuh handal, saat aku di amerika, Papi ku bisa saja menjaga ku dari para pembunuh itu. Tapi karna muak dengan kurungan yang selalu ku dapatkan dari kecil, aku pun memutuskan untuk pindah ke Indonesia dengan kepala kepalayan yang selalu menemani ku dari kecil." Lanjutnya.
"Aku mengira kalau aku pindah, semua pembunuh itu tidak akan mencariku lagi. Tapi mereka malah mencari ku sampai ke sini, dan orang Tua ku yang sudah sangat ingin aku menggantikan mereka, mereka pun terus menerus mengganggu ku." Jelasnya.
"Aku harus memilih di antara kedua keluarga itu, jika aku memilih Papi ku, a-aku bisa saj..." Ucapnya.
"Bisa saja apa?" Tanya Gue.
"Aku bisa saja menjadi musuh mu di masa yang akan datang." Jawabnya.
"Aku dengar, kamu akan menjadi seorang presiden perusahaan juga? dan jika aku menggantikan Papi ku, aku bisa saja menghancurkan perusahaan keluargamu, aku takut itu akan terjadi." Jawab nya.
"Yasudah jangan milih Papi Lu, Lu pilih aja Mami Lu." Balas Gue.
"Kalau aku memilih Mami ku, aku tidak akan pernah menikah dan tidak akan pernah berhubungan dengan Pria manapun, termaksud kamu." Ucapnya.
__ADS_1
"Kalau Keluarga Papi ku, aku masih boleh menikah tapi tidak dengan cinta." Lanjutnya.
"Ja-jadi maksud Lu? Usaha Gue sia-sia? Kalau Gue bersama Lu, keluarga Gue bakal hancur? Begitu? Maksud lu gitu? Jawab Rei!!!" Geram Gue.
"Ma-maaf kan aku." Jawabnya.
"Gue gak mau dengar kata maaf, Kenapa lu baru ngasih tau Gue sekarang? Lu dari awal memang mau buat Gue sakit hati kayak gini? Lu egois!!!" Geram Gue.
"Maaf..." Lirihnya.
"MAAF?!! SELALU ITU YANG LU UCAPKAN!!" Teriak Gue.
Tentu saja semua orang yang di cafe tambah memerhatikan kami.
"Aku salah...maafkan aku, aku sudah berusaha menguatkan diri untuk menjelaskan semuanya. Maafkan aku." Ucapnya sambil memegang tangan Gue.
Dengan emosi yang meluap-luap, Gue sontak menepis tangan Reina dengan kasar dan sontak berdiri.
"Jangan pernah muncul di hadapan Gue lagi!! Bye!!" Ucap Gue lalu pergi meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
Semua orang menatap Gue, Gue sama sekali tidak peduli. Dengan rasa marah dan juga kecewa, Gue pun masuk ke dalam mobil dan berkendara dengan kecepatan penuh menuju rumah.
Bersambung