
RASYA POV*
"RAISA BANGUN!!!" Teriak Gue sambil menarik selimut Raisa.
"Nanti bang...jam 9." Jawabnya dan kembali menarik kembali selimutnya lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"WOI!! INI BUKAN HARI LIBUR LAGI, WOI!! HARI INI SUDAH MASUK!!" Teriak Gue.
"Kalau mau nipu orang jangan sekarang, Gue ngantuk banget, sumpah..." Ucapnya.
"GUE SERIUS BAMBANG!!" Teriak Gue lalu menarik selimutnya, dan juga menarik tangan Raisa agar ia bangun.
"Sakit bang...MAMI!!!" Lirihnya lalu berteriak memanggil Mami.
"Mami udah berangkat kerja woi!! Buruan bangun, udah mau telat nih." Geram Gue.
"Iya-iya." Sahutnya sambi menepis tangan Gue.
"Buruan, Sa. Jangan kayak siput!! 15 menit lagi bel masuk." Sambung Gue.
"Hah...iya-iya." Ucapnya dengan mata yang setengah terbuka, lalu mencoba berdiri.
"Nih anak memang mau kena." Gumam Gue.
Gue yang sudah tidak bisa bersabar lagi, sontak menggendong Raisa dengan paksa.
"A-APAAN WOI!!" Teriaknya.
"Diam lu!!!" Ancam Gue.
Gue pun menggendongnya sampai ke kamar mandi. Setelah di kamar mandi, Gue sontak meletakkan nya di lantai di bawah shower lalu memutar shower itu ke arah kanan.
"WOI!! DI-DINGIN BANGET!!" Teriaknya.
"Buruan mandi, Gue tunggu di garasi." Ucap Gue lalu keluar dari kamar mandinya, dan berjalan menuju garasi mobil.
RAISA POV*
Dengan mata yang masih mengantuk, Gue pun mandi dengan buru-buru. Belum sampai 5 menit, Gue sudah selesai mandi dan mulai memakai seragam Gue.
"Hah...kenapa cuma 2 minggu doang sih liburnya. Ngantuk Gue." Gumam Gue.
Karna waktu yang sangat sedikit, Gue sampai tidak memakai skincare pagi, handbody, pelembab bibir, bahkan menyisir rambut pun tidak sempat.
Gue langsung mengambil tas Gue, dan berlari menuju bagasi mobil.
Di bagasi, Rasya sudah menunggu di depan mobilnya sambil memainkan ponselnya dan juga sesekali melirik jam tangannya.
"Astaga!! Jam tangan Gue." Gumam Gue yang ingin berbalik mengambil jam tangan.
Tapi belum sempat melangkah, Rasya tiba-tiba menarik baju bagian belakang Gue, dan menyuruh Gue masuk ke dalam mobilnya.
"Masuk!!" Perintahnya.
"Gue mau bawa mobil sendiri." Ucap Gue.
__ADS_1
"Gak!! Masuk!!" Tolaknya.
Dengan terpaksa, Gue pun masuk ke dalam mobilnya, dan langsung memasang sabuk pengaman.
Rasya yang ternyata sudah ada di sebelah Gue, ia langsung memasang sabuk pengamannya lalu mulai menyalakan mobilnya.
Tanpa basa basi lagi, ia langsung menginjak gas dengan kecepatan penuh. Mobilnya benar-benar sangat cepat, anehnya saat di bagian lampu merah, kami selalu mendapatkan lampu hijau.
Karna tidak berhenti sedikit pun, dan berkendara dengan kecepatan penuh, tidak sampai 10 menit kami pun sampai di sekolah.
Saat sudah selesai memarkirkan mobil, kami langsung berlari terpisah menuju kelas kami masing-masing.
Gue sampai di kelas sebelum Gue datang.
"Hah...aman." Gumam Gue lalu mulai berjalan ke meja Gue, dan duduk.
RASYA POV*
"Hah...selamat." Gumam Gue yang baru sampai di kelas.
Gue pun berjalan menuju meja Gue. Tentu saja, sudah ada pujaan hati Hue yang duduk di samping kursi Gue.
"Selamat pagi, Baby." Sapa Gue ke Reina lalu duduk di sampingnya.
"Pagi juga, Rasya." Balasnya sambil menatap Gue dengan tersenyum manis.
"Aduh...jantung Gue." Sahut Gue sambik memegang dada Gue dan pura-pura kesakitan.
"Kenapa? Ada yang sakit?" Tanyanya khawatir sambil mengulurkan tangannya.
"BUCIN!!!!!" Teriak teman sekelas Gue.
Gue yang mendengar itu, bukannya melepaskan tangan Reina, malah ikut berteriak juga.
"IRI BILANG BOS." Teriak Gue.
"Hahaha..." Tawa Reina.
"Ngapain iri kalau cuma Friend Zone, IYA GAK?" Sahut Putra.
"WEW!SAKIT!!" Lanjut Reyhan.
"FRIEND ZONE MEMANG MENYAKITKAN, BENAR KAGAK?!!" Sambung ketua kelas.
"2!!" Teriak mereka.
Gue sontak melepaskan tangan Reina lalu berdiri dan berkata. "Sabar gaes...sekarang memang masih Friend Zone, tunggu waktu mainnya. Gue traktir satu kelas."
"HIDUP RASYA...GAS SYA, JANGAN SAMPAI LEPAS." Sorak mereka.
Gue sontak menatap Reina dan berkata kepadanya. "Dengar gak?"
"Iya, hahaha." Jawabnya.
Gue sontak menatap ke ketua kelas dan bertanya. "Guru gak ada nih?"
__ADS_1
"Tadi Gue dapat pesan, katanya semua guru lagi ada urusan sampe jam istirahat." Jawabnya.
"Nah..." Ucap Gue.
Gue sontak keluar dari meja Gue, dan melangkah ke samping kanan Reina.
"Kenapa?" Tanyanya bingung.
Bukannya menjawab pertanyaannya, Gue sontak berlutut di hadapannya lalu mengulurkan tangan Gue.
"Lu mau jadi pacar Gue, gak?" Tanya Gue.
"WEW!! SEJARAH BARU NIH." Teriak Reyhan.
"TERIMA...TERIMA..." Sorak mereka.
"Rei...kalau Lu nerima Gue raih tangan Gue, kalau gak tepis aja." Sahut Gue.
Tapi Reina tidak menjawab Gue sama sekali, ia hanya menatap Gue terkejut.
"Rei...lu mau kan jadi pacar Gue?" Tanya Gue sekali lagi.
"Hm...A-aku...Rasya, ada yabg harus aku sampaikan dulu sebelum menjawab ini." Jawabnya.
"Sampaikan sekarang aja, Gue bakal dengerin kok." Balas Gue.
"Ta-tapi...aku tidak bisa menyampaikannya disini." Ucapnya.
"Maaf...aku butuh waktu, aku tidak bisa menjawab mu sekarang." Sahutnya.
"Tapi, kenapa?" Tanya Gue.
"Ada yang harus kamu tau lebih dulu, sebelum kamu menyesal karna telah berpacaran dengan ku." Jawabnya.
"Memang apa? Gue gak akan menyesali itu, Gue janji." Balas Gue.
"Maaf...sekali lagi maaf, aku butuh waktu." Ucapnya.
"Hah...baiklah, aku akan menunggu mu." Sahut Gue lalu sontak berdiri.
"Maaf..." lirihnya.
Gue sontak mengelus kepalanya dan berkata. "Tidak apa, itu bukan salah mu."
"Hm...bubar-bubar, suasananya lagi gak baik." Sahut Putra.
Semua teman kelas Gue pun kembali duduk dan hanya diam saja.
Gue juga kembali duduk di bangku Gue. Gue sontak melipat kedua tangan Gue di atas meja, lalu meletakkan kepala Gue.
*Hah...apa ini akan berlangsung lama?* Batin Gue.
Bersambung
...^^^Maaf banget para readers Twins bar-bar yang tercinta 🙏🏻 cedera author belum pulih, dan butuh waktu untuk pemulihannya, jadi Twins bar-bar gak akan update bab baru sampai tangan author membaik 🙏🏻🙏🏻🤗^^^...
__ADS_1
...Author benar-benar minta maaf ya 🙏🏻😭 janjinya bakal up setiap hari, tapi gara-gara cedera, author jadi bolong update 🙏🏻🙏🏻...