Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Pesta Kecil di Malam Hari.


__ADS_3

Tepat pada waktu makan siang, Gue dan Reina berhasil menyelesaikan tugas kelompok itu.


Kami pun kembali ke kamar masing-masing. Saat di kamar, Gue berharap ada Raisa. Tapi nyatanya, dia belum kembali dari pekerjaan Hotel.


"Haaa... Akhir-akhir ini dia jarang istirahat." Gerutu Gue lalu duduk di kursi.


"Masa ia, Gue makan sendiri? Raisa cepat kembali dong. Gue lapar!!" Gumam Gue.


"Lapar ya." Ucap seseorang yang baru masuk ke kamar.


"Raisa!!" Teriak Gue lalu berlari ke arah Raisa dan memeluknya.


"Apaan dah nih anak." Sambungnya.


"Lu habis ngapain, sih?" Tanya Gue sembari melepaskan pelukan Gue.


"Ngecek kamar Hotel." Jawabnya santai lalu duduk di kursi dan bersiap untuk meyantap hidangan yang ada di depannya.


"Masa cuma ngecek hotel doang, sampe berjam-jam." Saut Gue sembari berjalan kearah kursi Gue lalu duduk di kursi pas di depan Raisa.


"Sangka Lu kamar di Hotel ini sedikit? Terus sangka Lu juga cek Hotel itu gampang? Kan lu juga pernah ngerasain bagaimana ngecek kamar Hotel." Ocehnya.


"Ya maap, abisnya Gue bosan banget." Jawab Gue.


"Sudah lah, makan aja. Tadi teriak lapar, sekarang malah ngoceh." Sambungnya.


Kami pun makan makan bersama kali ini. Tentu saja kami juga tidak jauh dari kata bertengkar jika kali sedang bersama.


"Ice Crem Gue lu yang makan, kan?" Tanya Gue yang terkejut karna tiba-tiba saja Ice Cream yang ada di depan mata Gue tiba-tiba habis dalam sekejap.


"Eh itu Ice Cream Lu? Gue kira dua-duanya Ice Cream Gue." Jawabnya seperti tidak memiliki Dosa.


"Untung hari ini Gue baik, kalau gak Gue tabok Lu." Ucap Gue lalu melanjutkan memakan disert yang tersisa.


Saat lagi asik-asik nya menghanyati potongan terakhir Cake Gue, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar kita.


"Lu pesan makanan lagi??" Tanya Raisa.


"Gak kok, Lu kali yang di cari karna pekerjaan Hotel." Jawab Gue.


"Sok tau Lu, Gue gak ada pekerjaan lagi setelah ini. Terus siapa dong?" Tanya Raisa lagi.


"Mungkin sih Reina." Jawab Gue.


"Oh iya, yaudah biar Gue yang buka." Saut Raisa.


Raisa pun pergi membuka pintunya, dan Gue melihat dia dari kejauhan saja.


Saat Raisa membuka pintu itu, tiba-tiba saja ada yang berteriak. "KEJUTAN!!"


Suara yang familiar itu, langsung membuat Gue berlari ke arah pintu.


"Kalian??!!" Teriak Gue dan Raisa bersama-sama.


Sangking terkejutnya, kami sampai tidak sadar jika mereka sudah lebih dulu masuk ke kamar sebelum kami memperbolehkan mereka masuk.


Raisa dengan pasrah menutup pintu dan kami pun berbalik melihat tingkah mereka.


"Lu kan yang udang mereka." Ucap Raisa.


"Gue?!! Gak mungkin Gue lah. Lu tau sendiri lah tingkah mereka kayak gimana kalau di tempat yang baru mereka lihat." Jawab Gue.


"Gue tau, tuh udah kek bocah lari-lari sambil guling-guling di kasur yang sangat Gue sayangi." Sambung Raisa.


"Terus, kenapa mereka bisa di sini??" Tanya Gue.


"Mana Gue tau, itu bukan teman Gue." Jawab Gue.


"Woi!! Jangan sentuh itu!!" Teriak Raisa karna Putra menyentuh bingkai foto yang sudah lama terpampang di kamar ini.


"Kenapa?" Tanya Putra seperti tidak punya dosa.


"Mending jangan deh Put, itu bingkai foto pertama yang di pasang di kamar ini. Lu gak liat tuh ada foto kita berdua waktu kecil. Tuh bingkai dah lama banget. Kalau sampai rusak, ati-ati ada yang ngamuk." Jelas Gue.


"Tapi ini keliatan kokoh, kok." Ucap Putra yang ingin menyentuh bingkai itu.


"PUTRA!!!" Teriak Raisa yang sepertinya sudah sangat marah dengan tingkah mereka.


"Maaf-maaf, gak bakal Gue sentuh Kok. Gue jauh-jauh nih." Saut Putra lalu menjauh dari bingkai foto itu.


Kami pun menghampiri mereka, sedangkan mereka hanya diam di atas kasur Gue dan Raisa.

__ADS_1


"Kalian kok bisa ke sini sih?" Tanya Gue.


"Kalian kok tau kamar kita?" Sambung Raisa.


"Ya bisa lah." Jawab Putra lalu ikut duduk di atas ranjang Raisa bersama Reyhan.


"Tadi kita tanya sama Resepsionis nya,  awalnya kita gak mau di anterin ke kamar lu. Terus mereka minta bukti, ya kita tunjukin foto kita rame-rame bareng Lu," Jawab Agung.


"Terus?" Tanya Gue.


"Terus, tetap gak mau di anterin. Katanya buktinya gak cukup. Kata mereka kalian itu pimpinan mereka jadi gak boleh asal ngasih tau nomor kamar atau nganterin ke kamar kalian kalau belum ada buat janji," sambung Agung.


"Terus, kok bisa lu tau kamar kita?" Tanya Raisa.


"Nah pas kita mau pulang, tiba-tiba aja ketemu sama murid baru. Entah dia dari mana, tapi kita langsung samperin tuh anak. Terus nanya deh dimana kamar kalian," Sambung Agung lagi.


"Dia langsung ngasih tau, gitu?" Tanya Gue.


"Gak lah, dengan susah payah kita memohon biar dia mau ngasih tau kita. Dan akhirnya di kasih tau deh sama dia, terus kita langsung kesini deh. Selesai." Jawab Agung.


"Oke, sekarang kalian boleh pulang. Gue gak terima tamu disini." Ucap Raisa.


"Jahat banget Lu, Sa. Kita dengan susah payah ngasih kejutan ke kalian, tapi langsung disuruh pulang." Saut Rendi.


"Terus kalian mau ngapain? Mau pesta gitu?" Tanya Raisa.


"Ide bagus tuh, kan Lu pimpinan disini. Bisa tuh nyuruh mereka siapin pestas kecil-kecilan." Jawab Reyhan.


"Sangka Lu jailangkung, apa? Walaupun Gue pimpinan, ngapain juga Gue harus nyuruh mereka nyiapin pesta. Emang kalian mau bayar berapa? Nyuruh-nyuruh mereka." Sambung Raisa.


"Yaelah, setidaknya kita pesta di kamar ini aja. Udah cukup malah. Kamar kalian kan gede banget nih." Saut Putra.


"Bang!" Panggil Raisa sambil menoleh ke arah Gue, dan menatap dengan wajah memelas.


"Sudah lah, Sa. Pasrah aja. Lagian jarang-jarang kita bisa pesta di Hotel." Jawab Gue.


"Tapi Bang–" Ucap Raisa.


"Sudah, ya. Lu juga boleh ajak Reina." Potong Gue sambil mengelus ramput Raisa dengan lembut.


"Iya dah. Kali ini aja, ya. Lain kali gak boleh lagi. " Jawabnya.


"Lu di kasih hati malah minta jantung. Mau di tabok, hah?!" Ucap Raisa.


"Tapi, kita bakal nginep disini. Kan besok hari minggu." Sambung Reyhan.


"Lu mau nginep dimana?" Tanya Gue.


"Disini lah, emang mau dimana lagi?" Jawab Putra.


"Yatuhan, Bang. Masa iya harus di pesanin kamar, gak mungkin kan?" Saut Raisa.


"Gak usah! Mereka biar tidur di kamar ini aja. Nanti suruh pelayan siapkan satu kasur lagi." Jawab Gue.


"Terus, Gue? Yakali, Gue cewek sendiri disini." Protes Raisa.


"Gak papa lah, Lu biar tidur sama Gue. Terus mereka ber-empat biar bagi ranjang masing-masing."


"Terserah, dah. Gue pasrah." Ucap Raisa lalu duduk di kursi.


"Sekarang, kalian rapikan dulu yang sudah kalian berantakin." Perintah Gue.


"Oke, bos." Ucap Putra.


Mereka pun mulai merapikan semuanya. Mulai dari ranjang yang mereka tiduri tadi, sampai barang-barang yang mereka berantakin.


"Untung Gue milih teman yang bisa bertanggung jawab. Kalau gak, bakal Gue tabok satu-satu tuh anak." Gerutu Gue.


Gue memilih duduk di Kursi yang berada di hadapan Raisa, sambil menunggu mereka selesai membereskan kamar ini.


"Lu ngapain?" Tanya Gue ke Rasya yang mulai tadi fokus ke ponselnya.


"Buat pesta." Jawabnya santai.


"Hah?"


"Kenapa?" Tanyanya.


"Gue keluar dulu, Lu jagain tuh bocah-bocah. Jangan sampai buat onar lagi." Sambungnya lalu berdiri dan bersiap untuk pergi tapi tiba-tina terhenti.


"Oh iya, Lu tolong bilang ke Reina ya. Ntar malam kita pesta di kamar ini. Awas Lu sampai gak bilang kedia, Gue tabok Lu." Perintah Raisa lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


"Gue? gue disuruh ajak Reina? Waras tuh anak?" Gerutu Gue.


"Sya!!" Panggil Putra.


"Napa?" Tanya Gue.


"Sudah nih, Gue mau ke kolam renang dong." Ucap Putra.


"Gak usah macam-macam. Duduk manis aja di sini. Gue malas kemana-mana." Jawab Gue.


"Yaelah, gak seru banget Lu." Saut Putra.


"Bodo!!" Ejek Gue.


Gue sontak berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Mau kemana, Lu?" Tanya Agung.


"Kepo,Lu!!" Jawab Gue Lalu pergi meninggalkan empat bocah itu dikamar Gue.


Karna perintah dari Raisa, yang sama sekali gak bisa Gue tolak. Jadi, Gue memutuskan untuk langsung memberitahu kepada Reina. Untuk pesta malam ini.


Di depan kamar Reina, gue ragu untuk mengetuk pintunya.


"Getuk gak, ya?" Gumam Gue.


"Tapi...kalau orangnya gak ada, gimana?" Gumam Gue lagi.


"Serah, ah. Ketuk aja."


Saat Gue ingin megetuk pintunya, tiba-tiba saja pintu itu terbuka. Dan muncul lah cewek itu.


"E-elu?" Ucap Gue kaget.


"Kenapa?" Tanyanya.


"Hmm...Raisa ngajakin Lu ke pesta ntar malam." Jawab Gue.


"Dimana?" Tanyanya lagi.


"Kamar Gue dan Raisa." Jawab Gue.


"Oh, Oke. Ada lagi?" Tanyanya lagi dan lagi.


"Udah itu aja. Gue balik, bye!!" Jawab Gue.


Gue pun pergi dari hadapan Reina, dan kembali ke kamar Gue.


*Napa sih? kalau ngomong bedua sama dia, gue gak pernah beres. Selalu salting sendiri* Batin Gue.


"Habis dari mana, Lu?" Tanya Agung yang sedang baring di ranjang Gue.


"Ngapain, Lu baring di ranjang Gue lagi?!!!" Teriak Gue.


"Yaelah, santai. Gue capek habis beres-beres." Jawabnya.


"Serah Lu pada, lah." Ucap Gue lalu keluar untuk menghirup udara segar lewat balkon kamar.


***


Malam pun tiba, semua persiapan telah di siapkan oleh Raisa dan para pelayan. Sedangkan para bocah pembuat masalah, hanya duduk diam sambil memakan cemilan malam.


Saat semua persiapan selesai, Reina pun datang dengan pakaian santai dengan sebuah cardigan seperti yang ia pakai semalam. Tapi malam ini ia menggunakan warna coklat tua.


Tak lama kemudian, kami pun memulai pesta kecil di malam hari ini.


Kami mulai dengan permainan kartu UNO, dengan hukuman untuk yang kalah bermain yaitu harus melakukan apa yang di lakukan oleh pemenang pertama.


Kami juga tak lupa memakan cemilan malam di sela-sela permainan. Karna malam ini tidak ada makan malam di Restoran, akhirnya Raisa memutuskan untuk membawa makanan itu ke kamar.


Setelah bosan bermain kartu UNO, kami melanjutkan permainan True or Dear. Tapi karna semuanya tidak ingin menjawab pertanyaan, jadinya hanya kata DEAR yang di gunakan.


Kami juga memainkan permainan lainnya, seperti UNO balok, menebak suara, panca sila 5 dasar, dan permainan lainnya.


Sampai pada pukul 03.50 semuanya mulai lelah dengan pesta ini. Reina yang lebih dulu pamit, akhirnya yang lain pun langsung ingin tidur.


Kami pun memutuskan untuk tidur, sedangkan masalah membersihkan pesta akan di lakukan besok pagi saat semua sudah terbangun.


Masalah tentang tempat untuk tidur, kami telah membaginya. Gue dan Raisa tidur ber-dua, Agung dan Putra, dan Reyhan bersama Rendy.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2