
Hari ini adalah hari di mana kami akan berlibur ke Jogja. Sekarang kami sudah berkumpul di bandara.
Gue hanya membawa 1 koper kecil, yang isinya hanya pakaian, sepatu, dan juga beberapa make up sederhana. Begitu pun Rasya, ia hanya membawa pakaian dan baju.
Sebelum ke bandara, Gue dan Rasya di antar oleh Mami Papi. Cukup aneh mereka ingin mengantar kami di saat jam kerja, tapi mereka bilang kalau mereka sedang tidak ada jadwal.
Sekarang kami sedang menunggu jadwal penerbangan kita, sambil berkumpul bersama dan ada juga yang sedang membeli sarapan.
Karena jadwal penerbangan kami pagi, kami memutuskan untuk datang sejam lebih awal agar tidak ada yang tertinggal.
"Hah...Gue lapar." Gumam Gue yang sedang duduk sendirian.
Rasya sekarag sedang menemani Reina membeli sesuatu untuk di makan.
"Dasar bucin." Gumam Gue lagi.
Tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang duduk di sebelah Gue sambil menyodorkan minuman dan sekantong roti.
Gue sontak berbalik dan melihat siapa yang menyodorkan Gue minuman dan roti itu.
"Loh? Lu ngapain, Jordan?" Tanya Gue yang bingung kenapa Jordan bisa ada disebelah Gue, karna seharusnya ia sedang membantu Gue untuk menjaga murid-murid lainnya.
"Saya gak segaja ngeliat kakak sendiri, saya ingin menemani kakak. Karna saya juga sedang lapar, jadi saya juga membeli kan kakak ini untuk di makan." Jawabnya lalu memberikan Gue minumam dan roti itu.
"Oh...thanks, ya. Lu memang adik kelas yang baik." Balas Gue setelah menerima pemberiannya lalu mengelus kepalanya.
"Ja-jangan seperti ini kak." Ucapnya malu.
"Hahaha...iya-iya." Jawab Gue lalu berhenti mengelus kepalanya.
"Aku makan, ya. Sekali lagi thanks." Lanjut Gue lalu mulai memakan roti itu.
"Iya kak, aku juga." Balasnya.
"Oh iya kak...kembaran kakak dimana?" Tanyanya.
"Oh...Rasya? Dia lagi sama gebetannya." Jawab Gue.
"Kalau kakak? Kenapa gak sama kak Devan?" Tanyanya lagi.
"Uhuk...uhuk." Gue tiba-tina tersedak karna pertanyaan Jordan.
"Mi-minum dulu kak." Sahutnya membantu Gue minum.
Gue pun langsung minum dengan posisi Jordan yang memegang minuman itu.
Setelah Gue sadar, Gue sontak menjauh dan berbalik, begitu pun dia yang juga menjauh dari Gue.
"Ma-maaf kak!!" Ucapnya.
Gue pun sontak berbalik dan menatapnya.
"Santai aja, Gue juga salah." Jawab Gue.
"Gak usah jauh-jauh gitu." Lanjut Gue.
"I-iya, kak." Balas nya lalu mendekat ke Gue.
"Oh ya...tiket pesawatnya udah di bagi?" Tanya Gue.
"Masih di pegang kepala sekolah, kak. Katanya sih, tunggu 15 menit mau penerbangan baru di kasih." Jawabnya.
__ADS_1
"Oh...tapi kan ini masih sejam lagi." Balas Gue.
"Iya kak, makanya murid-murid lainnya lebih milih foto-foto atau makan." Sambungnya.
"Hahaha...terus Lu kenapa cuma sendiri?" Tanya Gue lagi.
"Kan sekarang aku berdua sama kakak." Jawabnya.
"Hah? Oh...iya-iya." Balas Gue.
"Udah selesai kak?" Tanyanya.
"Iya udah." Jawab Gue.
"Sini biar saya yang buang sampahnya." Balasnya sambil menyodorkan tangannya.
"Hah? Gak usah, nanti Gue buang sendiri aja." Ucap Gue.
"Gak papa kak, aku sekalian mau buang sampah aku juga." Jawabnya.
"Oh ok...nih, makasih ya." Balas Gue sambil memberikan sampah roti tadi.
"Iya kak." Sambungnya lalu berdiri dan pergi untuk membuang sampah.
"Hah...sendiri lagi." Gumam Gue lalu meminum minuman yang di berikan Jordan lagi.
5 menit Gue sendirian, akhirnya ada seseorang yang menemani Gue lagi.
"Maaf lama, kak." Ucapnya.
"Eh...kirain gak kesini lagi." Sambung Gue sambil menatap Jordan.
"Saya tadi di panggil kepala sekolah sebentar kak." Jawabnya.
"Ada satu murid yang gak bisa di hubungi kak, jadi disuruh jemput kerumahnya." Jawabnya.
"Terus kenapa Lu gak jemput?" Tanya Gue lagi.
"Itu...saya kan gak bawa mobil, kak. Jadi terpaksa salah satu guru yang jemput." Jawabnya.
"Loh? Emang ada yang bawa kendaraan? Gue aja gak bawa mobil." Sambung Gue.
"Gak ada yang bawa kendaraan, kak. Cuma tadi ada Guru yang baru sampai juga, jadi terpaksa balik lagi itu Gurunya." Jelasnya.
"Oh...pantesan." Ucapnya.
"Oh ya...dari tadi Gue gak ngeliat koper Lu, loh. Lu taro mana?" Sahut Gue.
"Oh...koper anggota OSIS di satukan, kak. Jadi ada beberapa orang yang jaga, sebagian ada yang beli makan." Jawabnya.
"Oh...enak juga jadi Ketua OSIS, gak ada kerjaannya." Balas Gue.
"Kan kakak juga pernah jadi Ketua OSIS." Ucapnya.
"Gue pas jadi ketua OSIS, kan sibuk banget. Lu kan tau." Sambung Gue.
"Oh iya...maaf kak." Jawabnya tiba-tiba murung.
"Aduh-aduh...santai aja kali, Gue gak baperan kok." Balas Gue sambil mengelus kepalanya lagi.
"Kak...ja-jangan seperti ini." Sahutnya.
__ADS_1
"Emang kenapa? Dari kemarin Lu bilang jangan terus, Lu punya pacar ya." Duga Gue.
"Gak kak...saya takut ada yang salah paham, dan lagi kakak kan pacarnya kak Devan." Ucapnya
"Sudah lah...gak usah ngomongin dia." Sahut Gue lalu berhenti mengelus kepalanya.
"Kakak ada masalah sama dia?" Tanyanya.
"Cuma masalah biasa doang, kok." Jawab Gue.
Tiba-tiba saja ponsel Gue berdering.
"Gue jawab telepon dulu, ya." Ucap Gue lalu mengangkat telpon itu.
"Halo...kenapa? " -Gue.
"Lu udah beli makan, Sa?" -Rasya.
"Belum." -Gue.
"Kenapa gak beli? Mau Gue beliin aja? Lu mau apa?" -Rasya.
"Gak usah...Jordan udah beliin Gue roti." -Gue.
"Lagian orang yang lagi sibuk gak bisa di ganggu." -Gue.
"Gue gak sibuk, dek. Gue cuma lagi nemenin Reina doang, sebentar lagi Gue balik Kok." -Rasya.
"Serah Lu dah, Gue mau hemat baterai. Bye." -Gue.
Gue pun memutus kan telponnya, lalu memasukkan ponsel Gue ke dalam tas.
"Kembaran kakak, ya?" Tanya Jordan.
"Iya." Jawab Gue.
"Kakak kenapa? Kok tiba-tiba cemberut?" Tanyanya yang membuat Gue sontak menatapnya.
"Hah? Gak kok." Jawab Gue.
"Kakak marah karna Kak Rasya lagi sama gebetannya?" Tanyanya.
"Gak kok, Gue cuma marah karna dia gak beliin Gue makan. Gue kan lapar, untuk Lu datang bawa roti." Jawab Gue.
"Kakak mah lapar terus, di ruang OSIS aja kakak rapat sambil nyemil." Ejeknya.
"Hahahaha...jadi Lu ngejek Gue nih? Mau di tabok, sama kakak cantik ini?" Ucap Gue yang tertawa lepas.
"Akhirnya ketawa juga." Sahutnya.
"Hahaha...thanks, udah nemenin Gue." Sambung Gue lalu mengelus kepalanya.
"Lu memang adik kelas yang baik." Lanjut Gue yang masih mengelus kepalanya dan menatapnya lembut.
"Kakak...ja-jangan seperti ini." Ucapnya malu sambil menunduk.
"Hahaha...dasar. Lu udah ngomong itu 2 kali." Jawab Gue.
Tapi saat Gue berhenti mengelus kepalanya dan ingin menarik tangan Gue kembali, tiba-tiba saja ada seseorang yang menggenggam tangan Gue.
Gue sontak berbalik dan melihat kedepan, siapa yang menyentuh tangan Gue.
__ADS_1
"Hah?!!"
Bersambung