
Pagi-pagi sekali, Gue yang biasanya bangun telat, tapi sekarang Gu yang bangun lebih dulu dari mereka.
Gue yang terbangun dengan posisi di peluk oleh Rasya yang masih tertidur pulas. Di depan Gue ada Devan yang juga masih tertidur.
Rendi dan Putra yang tidur bersebelahan dengan posisi saling membelakangi, begitupun Reyhan dan Juga Agung yang tidur saling berhadapan.
*Momen seperti ini, harus di abadikan.* Batin Gue lalu melepas pelukan Rasya dan sontak mencari ponsel Gue.
Setelah menemukan ponsel Gue, Gue mengabadikan momen itu dengan memfoto mereka. Gue berusaha untuk mengambil foto mereka bersama tanpa ada yng terpotong sedikit pun.
Setelah mengambil beberapa foto, Gue pun langsung meletakkan kembali ponsel Gue lalu membangunkan mereka satu persatu.
"Sya...bangun...bang!!" Ucap Gue sambil menggoyangkan tubuhnya.
"Hm..." Dehemnya lalu berbalik, dan tetap melanjutkan tidurnya.
"What? Nih orang tumben kagak bangun, sih!" Gerutu Gue.
Gue pun membangunkan Devan dengan berkata. "Dev!!bangun!" Sambil menggoyangkan badannya.
Tapi ia sama sekali tidak bersuara ataupun bergerak sedikit pun.
"Kok kesel ya? Emang ini jam berapa sih? Kok mereka belum pada bangun?" Ucap Gue bertany-tanya lalu melihat jam di ponsel Gue.
"WHAT?!!!!" Teriak Gue yang terkejut karna di Hp Gue sudah menunjukkan pukul 07.35.
"U-udah mau telat!!" Ucap Gue.
Gue sontak berdiri dan berteriak. "WOI!! BANGUN!! UDAH TELAT!!!"
__ADS_1
"WOI!! UDAH TELAT!! BANGUN!!!!" Teriak Gue lagi.
Mereka sontak terbangun dan terduduk lalu menatap dengan mata yang membulat lebar.
"Apa liat-liat!! Buruan bangun!! Mandi, setelah itu kita ke sekolah bareng." Perintah Gue.
"Hah...sayang, ini masih pagi. Kita masih butuh tidur." Jawab Devan yang menatap Gue dengan mata sayu karna ngantuk.
"Iya...kita masih butuh tidur." Sahut Agung.
"10 menit lagi, Sa. Setelah itu kita langsung mandi, lagian mereka kan bawa seragam sama tas mereka." Sambung Rasya yang bersiap untuk berbaring kembali.
"Kalian memang mau kena ya?!!!" Geram Gue sambil mengepalkan tangan.
"GAK ADA 10 MENIT 10 MENIT!! SEKARANG MANDI!! INI SUDAH JAM SETENGAH 8!!" Teriak Gue.
Rasya yang tadinya ingin berbaring lagi, ia sontak duduk dan menatap Gue lagi.
Mereka sontak berdiri degan cepat, lalu berlari menuju kamar mandi bersama.
"GU-GUE DULU!!" Teriak Rasya yang menahan mereka agar tidak masuk ke dalam kamar mandi.
"Gue dulu!! Lu yang punya rumah gak usah mandi." Lanjut Putra yang mendoring Rasya
"Bacot!! Gue dulu!! Minggir lu pada!!" Sambung devan sambil mendorong Rasya dan Putra.
Rendi, Reyhan, dan juga Agung tidak tinggal diam. Mereka juga ikut bertengkar masalah kamar mandi, mereka saling mendorong satu sama lain.
Gue yang melihat tingkah mereka sontak menepuk jidat keras jidat Gue.
__ADS_1
"Gak ngerti dah Gue. Mending ke kamar Gue aja dah." Gumam Gue lalu berbalik dan berjalan keluar meninggalkan mereka yang masih sibuk bertengkar di depan kamar mandi.
Saat di kamar, Gue langsung mandi Lalu mulai bersiap untuk pergi ke sekolah.
20 menit Gue bersiap, Gue pun turun ke meja makan untuk mengisi perut agar saat menghadapi Ujian, perut Gue gak lapar dan bisa fokus.
Tapi saat di meja makan, Gue terkejut melihat Rasya, Devan dan 4 bocah lainnya sudah mulai menikmati sarapan mereka bersama Mami dan Papi.
"Bukannya mereka tadi masih bertengkar" Gumam Gue.
"Sudah lah...mungkin mereka mandi bareng-bareng." Gumam Gue lagi.
Gue pun duduk di kursi yang berada di samping Devan dam di hadapan Rasya.
Gue mulai menyantap sarapan pagi Gue dengan tenang tanpa memikirkan apapun.
Setelah selesai sarapan kami pun langsung pergi menuju sekolah dengan mobil kami masing-masing. 4 mobil sport, 2 mobil BMW, dan satu mobil Lamborghini.
7 mobil itu berkendara bersama-sama, Devan dan Rasya yang berkendara paling depan, sedangkan Gue dan 4 bocah itu berkendara di belakang Devan.
10 menit berlalu, akhirnya kami pun sampai di sekolah. Tanpa basa basi lagi, kami langsung masuk keruangan kami masing-masing agar bisa mengikuti Ujian walaupun telat beberapa menit saja.
Saat Gue sampai di ruangan, Gue pun langsung duduk di kursi yang sudah di beri nomor ujian Gue.
Gue pun langsung mulai mengerjakan soal-soal yang ada di layar komputer itu dengan teliti.
Gue gak tau pasti apa Rasya, Agung, Putra, Reyhan, Rendi, dan juga Devan bisa mengerjakan soal dengan baik.
Tapi Gue berharap mereka semua bisa mengerjakan dengan baik tanpa ada kendala sedikit pun.
__ADS_1
Bersambung