Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Bertemu dengan Reina


__ADS_3

Saat ini Gue sudah dalam perjalanan menuju cafe yang sudah di pilih oleh Reina, untuk bertemu.


Karna ini hari minggu, dan sebenarnya Gue malas banget untuk keluar rumah, jadi Gue memakai pakaian seadanya.


Celana pendek berwarna hitam, dengan kaos sederhana yang juga berwarna hitam, sepatu berwarna hitam, tas selempang yang Gue gunakan di depan dada juga berwarna hitam, rambut yang tidak rapi, dan kaca mata hitam.


Tentu saja mobil Gue selalu berwarna hitam. Akhirnya Gue pun sampai di cafe itu, tapi cafe itu sangat ramai, di penuhi oleh cewek-cewek dan beberapa laki-laki, dan ada juga yang berpacaran di sana.


*Cafe yang tidak sesuai dengan Reina.* Batin Gue.


Gue pun berjalan masuk kedalam cafe, tanpa melepas kaca mata Gue. Dan Gue yakin, Gue dikira orang gila, karna pakai kacamata hitam di dalam ruangan.


Tapi tidak sesuai pikiran Gue, semua cewek malah menatap Gue terus menerus, Gue dengan pedenya malah berhenti berjalan dan menengok kanan kiri untuk mencari Reina.


Gue pun menemukan Reina, ia yang sedang duduk di pojok ruangan, sambil memainkan ponselnya, itu cukup membuat Gue terpesona.


Bagaimana tidak, dia saja mengikat rambut panjangnya itu, dan memakai celana kain berwarna hitam dan juga kaos yang berwarna hitam tetapi dia memakai blazer berwarna coklat di luarnya.


Tipe wanita yang sederhana tapi mempesona, itu lah sebutan untuk Reina.


*Dia benar-benar tipe Gue.* Batin Gue.


Gue pun langsung melangkah menuju Reina.


"Dari tadi?" Tanya Gue yang berdiri di depannya.


"Hah? Oh...gak kok, baru aja." Jawabnya setelah menengok ke Gue.

__ADS_1


Gue pun menarik kursi keluar, lalu duduk di hadapannya yang hanya di bataso meja bundar saja.


"Lu udah pesan minum?" Tanya Gue.


"Udah, kok. Aku juga udah pesanin kamu." Jawabnya.


"Oh ya? Thanks." Balas Gue.


"Ya...your welcome." Sambungnya.


Tiba-tiba suasana menjadi canggung, tapi ke canggungan itu malah menjadi rasa risih, karna semua orang yang ada di dalam cafe itu selalu menatap kami.


Mau itu cewek, ataupun cowok, mereka tetap menatap kami dengan terang-terangan.


"Hah...dasar." Gumam Gue.


"Siapa yang milih cafe ini?" Tanya Gue balik.


"A-aku." Jawabnya yang tiba-tiba mengalihkan pandangannya.


"Gue gak duka kebohongan." Sahut Gue.


Reina tiba-tiba menatap Gue, dan berkata. "Raisa...Raisa yang membantu ku memilih tempat ini."


"Oh...dia memang mau kena." Ucap Gue.


"Ja-jangan, aku yang memintanya untuk membantu ku." Sahutnya.

__ADS_1


"Hah...dasar, kalian memang sama saja" Sambung Gue.


Tiba-tiba saja karyawan cafe pun datang membawakan kami minuman yang telah di pesan Reina.


"Terima kasih." Ucap Gue kepada karyawan itu.


"Sama-sama." Jawabnya lalu pergi.


Gue pun meminum Es coklat yang di pesan oleh Reina, begitu pun Reina yang meminum jus stroberi nya.


"Hm...Lu mau jelasin apa?" Tanya Gue.


"Hah? Oh...i-itu." Jawabnya.


"Apa?" Tanya Gue lagi.


"Ini tentang keluarga Gue." Jawabnya.


"Hm...oke, Gue bakal dengerin Lu" Balas Gue.


"Ba-baik." Ucapnya.


"A-aku terlahir dari keluarga yang berbeda, orang tua ku berpisah saat aku baru lahir di dunia ini. Aku lahir di karenakan ke salahan dari mereka berdua. Orang tua ku menikah hanya untuk memberikan ku sebuah marga saja–"


"Marga? Maksudnya?" Potong Gue.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2