Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Sejak Kapan Lu Tau?


__ADS_3

Setelah sampai di kamar Hotel. Gue langsung mengganti baju dan tentu saja mandi agar wangi saat di dekat pacar Gue, alias Reina.


Pacar? Belum deh, masih OTW. Ada waktunya kata itu akan Gue pakai untuk memamerkan Reina sebagai pacar pertama dan tentu saja ia yang akan menjdi yang terakhir.


Saat Gue selesai mengganti baju, Gue pun duduk di kursi untuk meminum secangkir teh hangat di sore hari yang telah di siapkan oleh pelayan.


Raisa juga baru saja selesai mengganti bajunya dan ikut duduk di depan Gue sambil meminum secangkir Kopi panas.


Awalnya tidak ada percakapan di antara kami, hanya sibuk dengan ponsel masing-masing sambil meminum minuman kami masingasing juga.


Tapi tina-tiba saja Raisa melontarkan pertanyaan yang membuat Gue terkejut setengah mati.


"Lu suka sama Reina?" Tanyanya.


Gue yang sedang meminun teh tiba-tiba tersedak karna pertanyaannya. Gue pun meletakkan cangkir teh Gue di atas meja.


"Si-siapa bilang?" Tanya Gue gagap.


"Oke... Gue tambah yakin Lu suka sama dia." Ucapnya lalu sontak menatap Gue.


"Ga-gak kok." Jawab Gue lalu mengalihkan pandangan Gue.


"Jujur aja dah, Bang. Emang salah gitu kalau jujur sama adek sendiri." Sambungnya.


"Iya... Gue suka sama dia. Emang, kenapa?" Tanya Gue tegas.


"Gini kek, jujur kan lebih baik." Ucapnya.


"Gak kenapa-kenapa sih, cuma mau mastiin aja." Lanjutnya.


"Sejak kapan Lu tau kalau Gue suka sama dia?" Tanya Gue.


"Hm... Sejak kapan, ya?" Ucapnya bertanya-tanya.


"Mungkin sejak, Minggu pagi kemarin." Lanjutnya sambil tersenyum ke Gue.


*Serem.* Batin Gue setelah melihat Raisa tersenyum ke Gue.


"Terus kenapa Lu baru nanya sekarang? Gue udah jaga baik-baik nih rahasia Gue, eh Lu malah tau. Kan kesel." Oceh Gue.


"Eh bolot, orang yang ngeliat tingkah Lu kalau di dekat Reina pasti langsung tau kalau Lu suka sama dia." Balas Raisa.


"Lu tuh ciri-ciri bucin akut." Lanjutnya.


"Masa separah itu, Gue? Gue udah nahan diri loh ini." Ucap Gue.


"Nahan diri mata, Lu!!!" Teriaknya.


"Kalau nahan diri tuh gak sampai deket-deket Reina mulu, sampai nyuruh manajer siapin meja di lantai atas lagi. Untung sih lagi hujan." Sindirnya.


"Hah?!! Kok Lu tau, sih?" Tanya Gue yang bingung bagaimana bisa dia tau semua yang Gue lakuin.


"Gue nih adek Lu, Bang. Lu kagak cerita pun Gue tetap bakal tau. Terus yang semalam tuh, Manajer yang Lu temuin ngasih tau ke Gue." Jawabnya.

__ADS_1


"Yaelah, ketahuan deh." Gumam Gue.


"Dah lah...intinya mau Gue bantuin, Gak?" Tanyanya.


"Mumpung Gue lagi baik." Lanjutnya.


"Lu bisa apa, emang?" Tanya Gue balik.


"Lu kalau mau PDKT, harus punya nomornya dulu lah. Mumpun Gue ada, lu mau gak? Nomor nya tuh jarang ada yang bisa dapat." Tawarnya.


"Kan ada di Grup kelas." Sambung Gue.


"Emang Reina pernah masuk Grup kelas, Lu? Dia kan kalau ada apa-apa langsung guru yang ngabarin atau malah ketua kelas Lu." Jawabnya.


"Tinggal minta ketua kelas, lah." Ucap Gue.


"Lu mah ngeyel, mau Lu yang pc duluan juga kagak di balas kalau dia gak save nomor Lu, ujung-ujung nya malah di blok." Balasnya.


"Kok Lu bisa tau, sih?" Tanya Gue heran.


"Jelas... gue kan teman pertamanya Reina." Jawabnya sombong.


"Sombong." Ucap Gue malas.


"Yaudah, sih. Kalau gak mau di bantu ya bilang." Sahutnya yang langsung membuat Gue takut.


Gue sontak berdiri, lalu berlutut di hadapan Raisa.


"Tapi tetap Reina yang paling cantik." Gumam Gue.


"Apa Lu bilang?!! Kalau mau banggain adek tuh ya banggain aja, jangan nyambung kek Reina." Ucapnya Geram.


"Iya-iya maaf. Tapi Gue beneran nih, mau minta tolong ke Lu. Bantuin Gue biar bisa dekat sama dia." Jawab Gue.


"Kan Gue udah bilang, Gue lagi baik. Gue tolongin, Kok." Balasnya.


"Hore!!!" Teriak Gue sambil loncat.


"Ribut!!" Protes Raisa.


Gue pun kembali duduk di kursi Gue dengan hati yang gembira.


"Tapi kan, Bang. Gue gak pernah denger tuh kalau Reina ada minta buat pacaran." Sambungnya.


"Jangan ngomong gitu, kek. Jangan bikin gue mundur duluan." Jawab Gue tiba-tina murung.


"Yaelah, gitu aja langsung mau mundur. Lemah banget, Lu." Ejeknya.


"Lu yang bikin Gue mau mundur." Protes Gue.


"Dah, lah. Kita liat aja Nanti saat makan malam." Ucap Raisa.


"Emang, kenapa?" Tanya Gue bingung.

__ADS_1


"Liat aja Nanti." Jawabnya sambil tersenyum sinis.


"Perasaan Gue gak enak." Gumam Gue.


***


Waktu makan malam pun tiba. Tanpa memerdulikan ucapan Raisa tadi, Gue pun keluar dari kamar lebih dulu untuk mengajak Reina makan bersama.


Gue pun mengetuk pintu itu, dan Reina langsung membukanya.


"Ada apa, Rasya?" Tanyanya.


"Mau makan malam bareng?" Tanya Gue.


"Boleh... Berdua lagi?" Jawabnya.


"Gak, kok. Ada Raisa juga, bentar dia keluar." Ucap Gue lalu Raisa pun keluar dari kamar.


"Yuk." Ajak Raisa.


Kami pun turun bersama menuju Restoran yang biasa kita tempati untuk makan malam. Karna kali ini ada Raisa, Gue gak bisa genggam tangan Reina yang dingin itu.


Tangan Reina yang seperti es itu benar-benar membuat Gue nyaman untuk di genggam. Entah karna tangan Gue yang hangat atau yang lainnya. Intinya bagi Gue itu hal yang sangat Gue suka.


Setelah kami memilih meja lalu duduk di kursi masing-masing. Kami pun memesan makanan dengan santai.


Saat menunggu makanan tiba. Raisa tiba-tiba menopang dagunya dengan kedua tangannya lalu menatap Reina yang ada di hadapannya.


"Rei." Panggilnya.


"Ada apa, Sa?" Tanyanya.


"Ada yang Lu suka gak?" Tanya Raisa yang membuat Gue kaget lalu menatapnya.


"Gak ada, sih. Memang, kenapa?" Tanya Reina.


"Gak papa sih. Tapi kalau ada yang suka sama Lu gimana?" Tany Raisa yang tambah membuat Gue kaget di tambah takut.


"Hm... Ya biarin aja, lagian aku tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun." Jawaban Reina yang membuat Gue lemes.


"Kenapa?" Tanya Raisa.


"Ada sesuatu hal yang tidak layak di ceritakan sekarang." Jawabnya.


Gue yang mendengar obrolan mereka hanya bisa diam saja. Gue sangat lemas saat mendengar jawaban Reina tadi.


*Rasanya seperti ditolak sebelum menyatakan cinta.* Batin Gue.


Bersambung


*Support saya dengan Like dan Commentnya :)


Thanks*!!

__ADS_1


__ADS_2