Twins Bar-Bar (TAMAT)

Twins Bar-Bar (TAMAT)
Ujian Akhir Semester 1


__ADS_3

2 bulan berlalu. Masalah yang sangat besar sebelumnya, akhirnya tertutupi dengan berjalannya waktu. Gue dan Devan sampai sekarang belum bertemu dan berbicara berdua. Sedangkan Rasya dan Reina, mereka malah bertambah dekat, sudah seperti orang yang menjalin hubungan yang serius.


Padahal mereka hanya sebatas teman, dan tentu saja Reina belum memberitahu Rasya tentang dirinya yang sebenarnya.


Gue hanya bisa mengikuti alur yang sudah di buat oleh tuhan, hanya menjalankan hidup dengan santai dan tetap berada di zona nyaman.


Bulan kemarin Gue sudah kembali ke rumah dan tidak tinggal di Hotel lagi.


Minggu ini adalah ujian akhir semester 1, dan setelah ini mungkin kami akan sibuk dengan pelajaran karna akan menghadapi ujian yang sesungguhnya. Yang akan menentukan hidup kami selanjutnya.


Saat ini, Gue sedang hiatus membuat Novel, komik, dan lainnya. Gue ingin fokus dengan pelajaran yang ada, begitupun Rasya, tapi terkadang Rasya sangat malas untuk membuka bukunya sendiri.


Gue sebagai adek, harus menjaganya agar tetap mempertahankan nilainya itu.


Hari ini adalah hari terakhir kami menghadapi Ujian akhir semester satu. Karna semua murid di bagi menjadi 2 sesi dan beberapa ruangan. Tentu saja Gue dan Rasya berpisah.


Gue mendapatkan sesi pertama, sedangkan Rasya mendapatkan sesi kedua bersama para temannya dan juga Reina. Tapi mereka mendapatkan ruangan yang berbeda.


Jujur saja, Gue lebih senang kalau berada di sesi kedua, karna tidak harus bangun pagi-pagi untuk siap-siap ke sekolah. Tapi karna Gue memang selalu dapat sesi pertama, Gue gak bisa protes dan tetap mengikuti alur yang ada.


Gue yang sekarang sedang berada di ruangan untuk mengerjakan soal yang sudah tersedia. Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya mata pelajarannya cukup gampang bagi Gue, jadi Gue tidak perlu terlalu terburu-buru dan santai saja saat mengerjakan soal.


Tips dari Gue saat Ujian, atur jadwal kalian sendiri, untuk membaca buku pelajaran yang akan di ujikan, tes diri kalian sendiri dengan menjawab soal yang ada di buku atau pun di internet. Di tengah-tengah pelajaran, biasanya Gue selalu memakan cemilan dan meminum air agar otak Gue tidak terlalu bekerja keras.


Saat belajar, selingi waktu untuk meghibur diri kalian sendiri dengan musik atau apapun itu agar otak kalian juga sedikit bersantai. Dan yang terakhir banyak-banyak berdoa biar di mudahkan menjawab semua soal.


Selama ulangan berlangsung, Gue berhasil menjawab semuanya tanpa menyontek ataupun bertanya dengan teman di sebelah Gue.

__ADS_1


Saat pukul 10 pagi, kami pun di perbolehkan pulang untuk bergantian degan sesi berikut.


Saat di sekolah, Gue benar-benar tidak bertemu dengan Reina, Rasya dan juga 4 bocah itu. Gue hanya bisa bertemu Rasya di rumah saja, terkadang 4 bocah itu berkunjung kerumah untuk di ajarkan mata pelajaran yang mereka tidak mengerti.


"Hah...setelah ini libur 2 minggu." Gumam Gue lalu masuk kedalam mobil dan berkendara menuju rumah.


*Apa yang akan Gue lakukan dirumah saat libur? Gue sudah berhenti dari OSIS dan di ganti oleh Jordan sebagai Ketua OSIS, jadi tidak ada lagi jadwal Gue tetap ke sekolah walaupun libur* Batin Gue.


"Sekarang fokus dulu dengan nilai akhir nanti. Jangan sampai nilai Gue turun." Gumam Gue lalu sontak menginjak gas dengan kecepatan penuh.


Saat sampai dirumah. Seperti biasa, mobil Rasya dan Papi tidak ada di halaman rumah. Rasya tentu saja sudah berangkat ke sekolah, sedangkan Mami Papi berangkat ke kantor.


Gue pun masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar Gue. Saat Gue sudah di tangga Gue baru ingat kalau Gue membutuhkan sesuatu.


"BIBI...TOLONG SIAPKAN CEMILAN, LALU ANTARKAN KE KAMAR SAYA." Teriak Gue.


Gue pun kembali melangkah menuju kamar Gue. Saat di dalam kamar, karna lelah Gue langsung melempar tas Gue kesembaranh temoat lalu melemparkan tubuh Gue ke atas ranjang.


"Hah...lelah." Gumam Gue.


*Apa yang akan Gue lakukan? Rasya pulang masih 3 jam lagi.* Batin Gue.


Tiba-tiba pintu Gue ada yang mengetuk. Gue pun sontak duduk di ranjang dan berkata. "Masuk."


Ternyata Bibi yang mengetuk pintu Gue, dia membawa beberapa cemilan, Ice Cream, dan juga beberapa minuman bersoda lainnya.


"Taruh dimana, Nona?" Tanyanya.

__ADS_1


"Disitu aja, Bi." Jawab Gue sambil menunjuk meja yang ada di dekat meja belajar Gue.


Bibi pun langsung meletakkannya.


"Apa cemilan yang di kamar Nona habis?" Tanyanya setelah meletakkan semuanya.


"Masih ada sih, Bi. Tapi hanya sedikit, Mami belum membelikan stoknya. Mungkin besok Raisa saja yang membeli stok cemilan nanti." Jawab Gue.


"Oh...kalai begitu saya keluar ya Nyonya." Sambungnya.


"Iya, Bi." Balas Gue.


Bibi pun keluar dari kamar Gue, setelah ia menutup pintu. Gue langsung berjalan dan duduk di kursi yang di depanya ada meja dengan semua cemilan yang di bawa Bibi tadi.


Saat sedang asik menyantap semua cemilan dan juga Ice Cream. Tiba-tiba ponsel Gue bergetar, awalnya Gue tidak memperdulikannya. Gue berfikir itu hanya murid kelas Gue yang ribut karna soal ujian tadi.


Tapi makin lama, ponsel Gue tak henti-hentinya bergetar. Gue yang sedang meminum segelas sprite, langsung meletakkan gelas itu kembali dan mengambil selembar tisu untuk membersihkan tangan Gue.


Setelah itu, Gue pun mengambil ponsel Gue yang ada di atas meja. Saat membuka pesan tersebut, Gue terkejut dengan pengumuman yang di kirim oleh Jordan si Grup osis.


Memang aneh, kalau Gue masih berada di grup itu. Tapi karna semua anak OSIS tidak ingin, Gue keluar dari Grup itu. Gue akhirnya tidak keluar dari Gurp itu dan tetap membantu mereka jika ada masalah yang tidak pernah mereka hadapi.


Saat membaca pengumuman itu dengan seksama, Gue benar-benar terkejut.


"WHAT?!!!" Teriak Gue dengan membulatkan mata saat melihat pesan itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2