
"Kak....."lirih Tiara.
Seketika tubuhnya mematung saat Rafkha tiba-tiba memeluknya erat. Ntah apa yang ia pikirkan tapi Tiara yakin ada hal yang mengganjal atau masalah yang di alami oleh Rafkha.
"Kak jangan gini!"
"Kenapa? loe takut Vero tau?" tanya Rafkha dengan sikap dinginnya yang kembali hadir. Entah mengapa nama Vero membuatnya begitu kesal. Terlebih Tiara yang terus saja menjalin hubungan dengan pria itu.
"Kalo loe cowok lain mungkin gue takut kak, tapi loe kan kakak gue. Ya B aja sich...cuma nggak gini juga! sesak banget gue sumpah! gue nggak nyaman." Tapi ucapan tak sejalan dengan sikapnya, Tiara tak melawan dan justru memejamkan mata. Menghirup aroma tubuh pria yang selalu membuatnya tak bisa melawan.
"Kalo nggak nyaman loe nggak menikmatinya Ra!" ucapnya membuat Tiara terkesiap. Gadis itu segera mendorong tubuh Rafkha sekuat tenaga hingga pelukannya terlepas.
"Ngomong apa sich loe kak! udah sana balik kamar, gue juga mau tidur!" Tiara segera beranjak dari sana dan melangkah menuju kamar. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar pertanyaan dari Rafkha.
"Hari ini kening, besok apa Ra?"
deg
Tiara tak menyangka jika Rafkha tau Vero mengecup keningnya. Padahal tadi Tiara tak melihat keberadaan pria itu. Mendengar pertanyaan itu pun Tiara kembali membalikkan tubuhnya ke arah Rafkha yang masih melihatnya dari sofa.
"Mungkin besok pipi, hidung, bibir atau meninggalkan jejak di leher. Suka-suka dia!"
Rafkha mengepalkan tangannya mendapat jawaban seperti itu dari Tiara. Matanya menajam dengan rahang mengerat.
"Kenapa nggak sekalian loe kasih tubuh loe ke dia? biar dia lebih suka!"
"Ide bagus! dan sepertinya ada cewek yang bakal ngelakuin itu juga ke loe kak!" jawabnya enteng dan segera berlari meninggalkan Rafkha menuju kamar.
BRAK
"Hiks.... hati apa kabar loe?" tanyanya dengan menatap dada di mana hati berada.
__ADS_1
.
.
.
Hari ini Tiara sudah rapi dan bersiap untuk bertemu Lily di cafe tempat mereka berkumpul. Aara pun ikut dan memang sengaja bertemu untuk sekedar nongkrong menikmati WiFi gratis dan menghabiskan hari libur yang cukup gabut.
Tiara melangkah keluar rumah tanpa memperdulikan tatapan Rafkha dari arah meja makan. Dia pun tak berniat menyapa apa lagi singgah. Perdebatan semalam masih menyisakan kekesalan di hati Tiara, apa lagi pertanyaan Rafkha yang terkesan merendahkan.
Tiara tak sebodoh itu melempar tubuhnya dan berhubungan badan seperti anak remaja kebanyakan jaman sekarang. Ia cukup tau batasan walaupun tempo hari hampir kecolongan. Tapi ia sudah mengambil pelajaran dari itu semua dan berjanji tak akan mengecewakan kedua orangtuanya.
"Mau kemana?"
"Penting buat loe kak? kan semalam udah jelas. Berarti mau gue kamanapun nggak jadi masalah!" Tiara kembali melanjutkan langkahnya tetapi secara di tahan oleh Rafkha. Ia tak terima dengan ucapan Tiara dan cukup kesal dengan sikapnya yang selalu melawan.
"Mau apa lagi sich kak! awas!" sentak Tiara berusaha mendorong tubuh Rafkha agar bisa keluar dari rumah.
"Nggak akan gue biarin loe keluar kalo tujuan loe nggak jelas! gue udah bilang jauhi Vero, putusin dia tapi loe nggak nurut! dia bukan cowok yang baik Tiara!"
"Berani sama gue?" lirih Rafkha dengan penegasan di sana. "Orang tua loe nitipin loe ke gue, seandainya ada sesuatu sama loe, siapa orang pertama yang di salahkan, hhmm? siapa jawab!" sentak Rafkha.
Tiara terjingkat dengan air mata yang lolos dan tak bisa di bendung lagi. Tapi ia masih terus menatap Rafkha tak ingin terlihat takut padanya.
"Loe ngerti di sayang nggak sich! Bukan cuma gue yang ngelarang loe berhubungan sama dia, Gibran juga ngelarang loe tapi loe susah di bilangin! Nakal loe makin menjadi semenjak sama dia, tingkat bolos loe makin akut dan loe nggak sadar kalo dia punya niat di balik kedekatan kalian!"
"Stop berpikir buruk sama orang lain kak! loe nggak pantes nilai orang dengan sebelah mata! Gue bisa jaga diri dan harus loe tau kak, gue nggak segampang yang loe pikir!" sentak Tiara dengan air mata yang terus mengalir.
"Nggak gampang tapi dengan mudah loe ikut ke apartemen dia, loe bolehin dia cium kening loe?" Rafkha tersenyum miring menatap Tiara dengan mata kecewa.
"Masih itu yang loe bahas! dia cowok gue, kalo hanya sebatas cium kening menurut gue oke aja. Kenapa? ada salah? di luar sana yang lebih dari gue banyak, bahkan ngerasain ciuman tanpa hubungan aja ada. Kenapa gue nggak bisa? kayaknya harus di coba, enak nggak sich kak? parah ya gue, udah kelas XI belum tau rasanya cium bibir, padahal gue punya cowok. Kenapa ngga di_mmpppptttfff."
__ADS_1
Mata Tiara membola mendapatkan serangan dari Rafkha. Jantungnya semakin berdebar saat Rafkha semakin menekan tengkuknya. Hanya kecupan dalam tanpa lumataan tetapi mampu membuat kaki Tiara melemas.
Plak
"Semurah itu gue kak? loe nganggep Vero bukan cowok baik, terus loe apa? justru loe yang ambil first kiss gue! tapi makasih dengan ini gue tau rasanya bibir laki-laki. Pantes aja sampe di bela-belain jadi pengkhianat ternyata rasanya enak! makasih Kakak sepupuku yang baik!" ucapnya dengan air mata dan senyuman.
Tiara mengusap kasar air matanya dan pergi begitu saja meninggalkan Rafkha yang diam mematung tanpa mampu mencegah. Tiara segera masuk ke dalam taksi yang sejak tadi menunggunya.
"Aaaghhh..." Rafkha menendang udara mengingat mata penuh luka yang terlihat jelas di mata Tiara. Bahkan tamparannya tak sebanding dengan kekecewaan yang ia tau masih bersemayam di hati gadis itu.
"Muka loe ngapa dah? abis nangis loe ya?" tanya Lily saat melihat Tiara datang dengan wajah di tekuk.
"Bete mulu hidup loe! gue tau loe berantem lagi kan sama kakak gue? kerjaan berantem mulu udah kayak orang pacaran, heran....."
"Diem loe berdua, gue butuh minuman yang manis-manis! sama es biar otak gue adem!"
Lily mendengus kesal kemudian segera memesankan orange juicy dan cemilan untuk mereka.
"Yang manis ya mbak juicy nya!" seru Tiara.
"Diabet loe ntar!" celetuk Aara.
"Bibir gue udah manis jadi pengen ada yang ngalahin manisnya!" ucap Tiara asal, padahal ia ingin mengganti rasa yang tetinggal di bibirnya.
Mereka saling mengobrol, nobar Drakor dan menjelajah aku media sosial. Hampir menjelang sore mereka di sana dan sedikit membuat Tiara nyaman lalu melupakan kejadian di rumah. Hingga seruan dari Aara membuat Tiara ingin segera pulang.
"Zea loe kesini juga!"
...🍀🍀🍀...
...Ya Allah...Ya Allah .....Ya Allah........
__ADS_1
...Like, coment, dan subscribe nya mana........
...Aduh ala iye.....kita ramaikan dulu yuk....oh iya ini youth tapi agak panas dikit boleh kali ya🤔...