YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Tara dan Cantika 2


__ADS_3

Rumah tangga antara Tara dan Cantika berjalan harmonis, kebahagiaan pun bertambah sampai dimana Cantika dinyatakan hamil. Namun tak berarti hubungan yang terjalin tanpa ada masalah aral dan rintangan. Kehamilan Cantika menambah kebencian di hati Wati dan Lita. Keduanya yang memiliki niat jahat untuk memisahkan Tara dan istrinya semakin di buat kesal.


Menjadi istri dari juragan kaya tak membuat Wati puas. Setelah mampu menyingkirkan Ibu dan kini menikahi Bapaknya, Wati berencana menikahkan Lita dengan Tara. Segala cara sudah mereka lakukan hingga Lita menjadi begitu agresif pada Tara yang membuat cantika tak nyaman. Dan tiba di saat Cantika harus berkali-kali menjaga kehamilannya dari niat buruk ibu dan anak tersebut.


Sejak kandungan Cantika menginjak 3 bulan ada saja kelakuan keduanya, dari mulai memberikan jamu peluruh kandungan, membuat lantai licin dengan menumpahkan minyak agar Cantika terjatuh dan sengaja menekan dirinya agar mentalnya terganggu yang akan berujung keguguran. Namun Cantika dan kandungannya begitu kuat meskipun kerap kali kecolongan sampai harus di rawat kerumah sakit.


Tara pun di hasut oleh ibu dan anak itu, menjelekkan Cantika dan berbicara yang menimbulkan emosi agar Tara marah lalu benci pada istrinya. Namun sejak awal Tara tau jika ada niat terselubung dari ibu tirinya membuat Tara lebih berhati-hati dan membentengi diri dari godaan yang terus datang padanya. Dia pun tau Cantika tersiksa hidup di sana, tapi Tara masih memikirkan kondisi bapaknya yang semakin menurun dan tidak tega jika harus di tinggal.


Sampai dimana kandungan Cantika sudah memasuki bulannya, kedua ibu dan anak itu semakin gencar karena tak ingin harta dari suaminya benar-benar jatuh pada anak dan cucu beliau. Percekcokan kala itu berbuntut kekerasan fisik yang di terima oleh Cantika. Cantika yang di tinggal oleh Tara ke kebun membuatnya harus melawan sendiri tanpa perlindungan dari suami. Dia pun harus melindungi anak yang sebentar lagi akan ia lahirkan, saat Cantika di serang oleh Wati dan Lita.


Keduanya nekat mengambil benda tajam untuk membunuh bayinya. Wati mengambil pisau dan Lita mengambil gunting. Parahnya lagi hal itu di lakukan terang-terangan di siang hari bolong dan bapak pun mendengar apa yang terjadi namun tak dapat berteriak atau pun sekadar menghubungi Tara karena sudah tak dapat lagi menggerakkan anggota tubuhnya dan mulutnya pun sudah tak bisa lagi berbicara.


"Jangan aku mohon....jangan.....kalian boleh membunuhku tapi jangan anakku, dia berhak hidup....aku mohon...." Dengan suara bergetar Cantika melangkah mundur menghindari pisau dan gunting yang terus mendekat seiring dengan langkah keduanya yang semakin mengikis jarak.


"Kamu pikir saya akan kasihan, hhmm? saya sudah bilang berulang kali, pergi dari rumah ini dan tinggalkan Tara karena Tara akan saya nikahkan dengan Lita. Tapi sepertinya telingamu tuli dan otakmu bodoh bertahan dalam siksaan kami. Dan hari ini saya tidak akan membiarkan anak kamu hidup, bila perlu kamu pun ikut mati agar suamimu menjadi milik anakku!" ucapnya dengan nada tinggi, Wati benar-benar tidak perduli pada tetangga yang akan mendengar teriakannya karena di saat siang hari kebanyakan aktivitas mereka di kebun dan di ladang.

__ADS_1


"Apa kamu takut? berharap akan kami lepaskan dan bisa kabur? jangan mimpi Cantika! waktu mu habis dan tak akan kami beri kesempatan untuk kedua kalinya. Hari ini kami akan mengantarkan kamu ke neraka berdua dengan anakmu itu!" sentak Lita yang sudah tidak sabar hingga Cantika terjingkat dan tak bisa menghindar kala tubuhnya terbentur dinding.


"Ya Tuhan....tolong anakku, jika memang waktuku habis dan nyawaku akan lenyap di tangan mereka berdua, aku ikhlas Tuhan. Asal engkau selamatkan anakku, aku mohon...."


Cantika sudah pasrah, di tak bisa lagi menghindar dan hanya mampu memeluk perutnya dengan tatapan awas karena ia tak mau lengah akan pergerakan keduanya yang semakin mendekat.


"Aku mohon jangan...bayi ini tidak salah, jangan bunuh dia!" Air mata Cantika sudah tak dapat lagi terbendung, bahkan tubuhnya sudah bergetar dengan jantung yang berpacu kencang dan membuat tubuhnya lambat laun melemah.


Akal sehat kedua wanita jahat itu pun sudah benar-benar tertutup oleh harta dan dunia hingga tak memikirkan dosa dan terus melancarkan aksinya hingga tangan Wati terayun menyerang perut Tiara.


Bugh


"Brengs3k! mau loe apain istri gue?"


Tara datang dan segera memukul tengkuk Wati hingga wanita itu terjatuh dan lemas sedangkan Lita yang tak terima justru berbalik menyerang Tara dengan guntingnya dan terjadilah saling serang menyerang. Hingga Lita mampu mengecoh Tara dan menarik perhatiannya saat Wati terbangun kembali dan ingin mengejar Cantika yang mulai berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun langkah Cantika kalah cepat dengan Wati dan berhasil menangkap Cantika.

__ADS_1


"Mamah!" pekik Lita saat Tara yang berhasil menghempaskan tubuhnya dengan gunting yang berbalik menembus perut gadis itu. Wati yang melihat anaknya terluka semakin membabi buta dan mendorong tubuh Cantika menuju tangga namun pergerakannya terbaca oleh Tara hingga Wati lah yang terjun dari tangga ketika Tara terpaksa mendorong demi menyelamatkan istrinya. Tara menarik tubuh Cantika hingga keduanya terjatuh dan Cantika mengalami pendarahan.


Drama keluarga yang berujung pertumpahan darah dan air mata. Tara pun tak memikirkan anak dan ibu yang kini tergeletak dengan bersimbah darah karena Cantika pun butuh pertolongan. Sampai dimana Tara membawa Cantika menuju rumah sakit setelah melihat darah yang semakin banyak keluar dengan rintihan tak tertahan.


"Sabar sayang......bertahan.....maafkan aku yang sudah membawa kamu ke dalam bahaya. Rumah tangga yang membuat kamu tersiksa, maaf.....aku mohon kuat sayang." Tara begitu panik dengan kondisi Cantika yang benar-benar begitu lemah tetapi masih mampu merintih sakit.


"Sakit kak.....tolong cepat kak, selamatkan bayi kita!"


Tara pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak memperdulikan rambu lalu lintas. Pikirannya sudah kalut hingga mata Tara dan Cantika membola saat keduanya melihat ada pengendara motor mendadak lewat.


"Kakak awas!" teriak Cantika.


Tara membanting stir ke kanan karena akan percuma jika mengerem mendadak. Namun hal itu justru membuat Tara tak mampu lagi menghindar saat ia melihat dengan jelas truk melaju dari arah berlawanan.


BRAK

__ADS_1


Kecelakaan tak terelakan bahkan sangat parah, mobil yang di tumpangi Tara dan Cantika hancur dengan Tara yang terpental keluar dan Cantika tergencet di dalam dengan kedua kaki hancur. Namun beruntung keduanya masih hidup dan segera di bawa kerumah sakit setelah ambulan datang.


__ADS_2