
Setelah menyetujui dan membahas tentang pernikahan Rafkha dan Tiara yang akan di laksanakan besok. Kini seluruh keluarga masuk dan segera beristirahat, Andika pun memilih untuk menginap. Semua yang serba mendadak membuat keluarga bingung dan memilih untuk masuk kamar.
Mereka menyerahkan semua pada Raihan yang sekali menjentikkan jari semua kelar. Baru saja pembahasan pernikahan selesai, team dekor sudah datang dan menyulap ruang tamu menjadi tempat untuk ijab kabul.
Tiara masuk ke dalam kamar Lily dengan Aara ikut tidur bersama. Ketiganya tampak terdiam dengan selimut yang membungkus hingga dada, menatap langit-langit kamar dalam diam hingga Aara memecahkan keheningan.
"Besok jadi istri donk Ra?"
"Hhmmm......berasa mimpi, udah kayak di tabok sama duit satu Milyar." Tiara memang masih tak percaya besok ia menikah. "Kakak loe cinta banget sama gue, sampe segitunya udah tau gue masih sekolah tapi udah mau di kawinin aja."
"Nikah!" sahut Lily membenarkan.
"Iya nikah, tapi kalo kawin memangnya kenapa? kan udah halal?" tanyanya polos, sepolos kertas yang hanya berisi garis lurus.
"Loe kata nggak mau bunting, tapi loe ngebet kawin. Heh bocil! ngapa sekarang jadi loe yang minta di garuk?" celetuk Aara. Ia juga masih tak percaya saudara kembarnya begitu cepat mengambil sikap. Saking cintanya sampe buru-buru melangkah, beruntung besok mau kabur keluar negeri jadi tidak fokus dengan Tiara.
Tiara merengut, "salah lagi aja," batinnya.
Keesokan harinya, Lily dan Aara tampak di repotkan oleh Tiara. MUA yang sejak pagi sudah datang dan kini menjalani tugasnya membuat Tiara hanya bisa duduk manis di depan meja rias. Alhasil meminta bakal ipar untuk mengambilkan sarapan, membuatkan susu, dan meminta keduanya merapikan kuku tangan dan kuku kaki.
"Ngapa nggak sekalian rambut dalem loe gue potong Tiara! loe nyusahin gue, baru mau jadi calon kakak ipar aja udah rusuh gimana kalo udah jadi. Untung nggak buru bunting loe, jadi nggak nyusahin gue buru-buru!" sewot Aara yang sedang merapikan kuku kaki Tiara.
__ADS_1
"Sebagai adik ipar yang baik tidak boleh berkomentar pedas layaknya cabe giling oke! turuti ratu semalammu ini, nanti aku kasih bunga melati biar abis ini kamu menyusul." Tiara dengan bijak bertutur kata dengan lembut membuat Aara dan Lily yang baru saja datang dengan nampan berisi makanan mual mendengarnya.
Tak cukup di situ, Tiara pun meminta Lily untuk menyuapi dirinya. Namun dengan kesal Lily menuruti hingga makanan habis tak tersisa.
"Loe laper apa doyan? masih pagi makan banyak banget njiiirrr....." Lily menggelengkan kepala, padahal niat hati jika makanan Tiara tidak habis ia ingin memakannya biar sekalian. Tetapi kenyataannya calon manten kelaparan.
"Loe lupa semalem gue abis di sedot sampe lemes, abis ijab juga pasti kakak loe main sosor aja!" sahut Tiara tak ada saringan.
"Itu mulut, nggak usah di jelasin juga bege! gue paham kalo sikap anak soang dingin di depan hot di belakang!" Aara benar-benar pusing sendiri mengingatnya. Memang hot sekali Rafkha dan Tiara sampai jantungnya saja ikutan berdebar kencang. Untung nggak basah....hahahhaha...
Sedangkan di kamar Rafkha kini nampak dua pria saling menatap, disana tak seriweh kamar calon pengantin wanita. Masih terkondisikan dan cukup menenangkan.
"Daddy harap keputusanmu ini yang terbaik, tanggung jawabmu akan bertambah meskipun kamu dan Tiara jauh. Jangan sampai cintamu luntur dengan godaan karena di sana pergaulan bebas. Mungkin Tiara tidak tau kamu di sana bagaimana tapi Daddy mengawasimu! Jangan kamu kecewakan keluarga besar kita!"
Raihan memeluk putranya yang sebentar lagi berubah status dari lajang menjadi menikah. Dia bangga pada putranya, tak ada yang tau usaha Rafkha selain dirinya. Dan tak ada yang tau bagaimana Rafkha sejak dulu menjaga Tiara dan menahan diri meski hati selalu ingin memiliki. Raihan paham betul akan itu, ia tau sejak dulu tetapi merasa terganggu karena mandat bapak mertua.
Dan kini ia lega, keinginan sang putra di ijabah dan semoga langgeng sampai maut memisahkan lalu bisa mengarungi bahtera rumah tangga yang rumit. Kini keduanya sudah duduk di kursi tempat ijab kabul di laksanakan, jantung Rafkha tiba-tiba nggak aman karena mendadak dan pertama.
Acara sudah siap di mulai dan sedang menunggu pengantin wanita turun. Sedikit berbincang dengan para Ayah untuk merilekskan pikiran, setelahnya ia terpaku saat semua berbisik dengan mata menuju ke arah tangga. Calon manten turun dengan dua dayang di sampingnya. Tampak anggun dengan balutan kebaya adat Jawa dan manis dengan riasan yang pas.
Rafkha bahkan terpanah melihatnya, senyuman Tiara membuatnya terkesima. Inikah si manja dan imut yang sejak dulu merusuh dengan sikap nakal yang membuat gemas. Senggolan dari Omnya membuat Rafkha tersadar jika Tiara sudah di depan mata dan ingin duduk di sampingnya. Dengan cekatan Rafkha membantu menggeser kursi dan ikut merapikan baju pengantin Tiara kemudian kembali fokus menghadapi Ayah Tara.
__ADS_1
Tiara membuatnya gagal fokus, keduanya pun mendadak grogi dan deg degan. Bismillah mengawali akad di mulai, kini Rafkha menjabat tangan Ayah Tara dengan mantap.
Kata "Sah" telah menggema, Tiara semakin menunduk dengan bulir air mata yang jatuh dengan rasa haru. Kata Sah telah merubah statusnya, dan kini ia mengecup punggung tangan Rafkha untuk pertama kalinya. Tiara tampak kalem dan tak rusuh, karena tadi Mamah Erna sempat memberi wejangan hingga membuatnya bersikap anggun dan ayu.
Rafkha mengecup kening sang istri begitu dalam, doa pun ia panjatkan untuk kebaikan istri dan rumah tangganya kelak.
Tiara terisak ketika bayangan Bunda terlintas jelas, hingga Rafkha tak tahan melihat kesedihannya segera memeluk erat. "Istri gue kenapa nangis, hhmm?" tanya Rafkha dan memberikan tisu pada Tiara.
"Kangen sama Bunda kak..." rengeknya kemudian mengusap air mata dengan hati-hati, maklum takut rusak makeupnya karena belum foto-foto manja.
Setelah sungkem dengan orang tua dan mendengarkan petuah serta pesan untuk rumah tangga keduanya. Kini Rafkha dan Tiara tengah melakukan sesi pemotretan.
Tiara di buat mati gaya dengan posisi Rafkha yang begitu mepet bahkan menempel memeluk dari belakang. Wajahnya sudah merona dengan menahan nafas.
"Rileks sayang, jangan deg degan gitu. Kamu cantik hari ini..."
cup
Rafkha mengecup pipi Tiara dan dijadikan kesempatan untuk fotografer mengambil gambar yang alami dan menggemaskan apa lagi tampak Tiara yang terkejut dengan ekspresi imut. Keluarga yang melihat pun ikut tertawa melihat wajah Tiara.
Ini hari untuk Tiara dan Rafkha, hari dimana keduanya menghabiskan waktu bersama sebelum besok Rafkha berangkat.
__ADS_1
Pasangan halal ini pun nampak kemana-mana berdua, makan bersama dan tak berjarak. Hingga ledekan pun tak terelakkan. Apa lagi tak banyak tamu yang di undang, acara hanya untuk keluarga dan kerabat karena akan ada acara resepsi setelah Rafkha kembali lagi ke Indonesia.