
"Bagaimana dengan keadaan istri saya Dok?" tanya Rafkha saat ia baru sampai bertepatan juga dengan Dokter yang datang. Rafkha mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai, beruntung lokasi meeting tidak jauh dari rumah sakit tempat Tiara di larikan.
"Keadaannya baik-baik saja Pak, tapi maaf di sini siapa yang suaminya?" bukan tanpa alasan Dokter menanyakan demikian, karena bukan hanya Rafkha di sana ada Wahyu juga. Terlebih Wahyu yang membawa Tiara tetapi Rafkha yang menanyakan keadaan.
Rafkha menatap Wahyu sekilas kemudian kembali menoleh ke arah Dokter tersebut. "Saya...." Ucap mereka bersamaan membuat Dokter semakin pusing melihat keduanya yang begitu antusias.
Rafkha menghela nafas berat sebelum kembali berucap. "Apa dokter tidak dengar saya yang sejak awal mengatakan sebutan istri pada pasien anda?" raut wajah Rafkha sudah tak santai, apa lagi terlihat sekali Wahyu pun ikut penasaran dan panik dengan keadaan Tiara, walaupun ia juga berterima kasih pada Wahyu karena telah mengabarinya tadi.
Dokter hanya menganggukkan kepala tanpa merasa bersalah. Sungguh menguji kesabaran Rafkha yang sudah hampir gila karena khawatir pada istrinya.
"Pasien baik-baik saja dan kandungannya pun sehat."
"Kandungan....." lirih Rafkha. "Istri saya hamil Dok?" tanya nya lagi. Rasanya Rafkha seperti mimpi ketika mendengarkan ucapan Dokter yang dengan mantap mengiyakan. Wahyu pun ikut bahagia meski masih ada rasa nyeri di hatinya namun rasa syukur melihat kebahagiaan Tiara bertambah menutupi rasa apapun.
Rafkha tersenyum mendapati istrinya mulai membuka mata dan sadar dari pingsannya. Pria itu memberikan kecupan hangat di kening sang istri dengan rasa bahagia yang begitu besar yang membuncah di hatinya. Bersyukur sekali Tuhan dengan cepat mengabulkan doa-doanya hingga ia dan sang istri sebentar lagi akan menjadi orang tua.
Memiliki keturunan yang akan menjadi pelengkap rumah tangga mereka, cucu pertama keluarga Baratajaya. Tangisnya pun kelak di nantikan oleh semua anggota keluarga. Rafkha menatap penuh cinta dan kembali duduk di samping sang istri.
"Aku kok bisa di sini kak? aku kenapa? bukannya aku sehat walafiat, tapi kok bisa ada di rumah sakit?" suasana khas rumah sakit membuat Tiara tak perlu lagi menanyakan dimana keberadaannya kini.
Rafkha mengusap lembut rambut Tiara kemudian mengusap perut istrinya yang masih rata. Tiara pun heran dengan sikap Rafkha yang tetiba mengusap dan mengecup perutnya dengan sayang.
__ADS_1
"Assalamualaikum anak Ayah, Bunda mu menanyakan sebab bisa terbaring di rumah sakit nak."
deg
Tiara menutup mulutnya dengan kedua tangan, tak menyangka jika di perutnya sudah ada nyawa buah cinta dia dan Rafkha. Air matanya pun menetes seiring rasa syukur yang terucap. Apa lagi keduanya diam-diam melantunkan doa yang sama. Menginginkan kehadiran anak di dalam pernikahan mereka.
"Aku beneran hamil kak? bibit si joni sudah benar-benar tumbuh di perut aku?" Tanya Tiara penasaran. Anggukan kepala dari Rafkha membuatnya segera bangun dan ingin memeluk sang suami dengan erat.
"Sayang pelan-pelan bangunnya! jangan buat dia terkejut dengan gerakan kamu yang tiba-tiba!" ucap Rafkha mengingatkan, mengusap lembut perut sang istri kemudian memeluk tak kalah erat.
"Eh....Tadi yang bawa aku kesini siapa kak? apa wahyu? karena seingat aku sedang meeting di kantor." Tiba-tiba Tiara mengingat kejadian sebelum ia tak sadarkan diri. Masih dalam keadaan meeting padahal sudah masuk jam makan siang, namun karena pembahasan yang belum selesai dalam meeting bulanan dengan para petinggi yang menjabat di perusahaanya membuat Tiara fokus tanpa menghiraukan kepala nya yang pening.
Tiara menganggukkan kepala membenarkan ucapan Rafkha dan bersyukurnya Wahyu bisa di andalkan. Jadi tidak perlu membatalkan meeting dengan klien tersebut karena kasihan jauh-jauh datang jika tak menghasilkan apa-apa.
Kini keduanya sudah berada di rumah, Rafkha begitu posesif dan tak membiarkan Tiara jalan sendiri. Sampai malam pun segala kebutuhan Tiara ia yang menyiapkan hingga makan di suapi membuat calon ibu itu jengah karena merasa tak bebas. Sampai tidurpun Rafkha senantiasa mengusap punggungnya hingga terlelap.
Pagi ini pun tak jauh beda, Rafkha bangun lebih pagi dari sebelumnya. Menyiapkan kebutuhan Tiara untuk berangkat ke kantor. Dan menyiapkan air untuk istrinya mandi, bahkan pagi ini Rafkha sudah berniat akan memandikan Tiara.
"Kak, aku ini hamil bukan sedang sakit. Lagian bayinya masih di dalam perut bukan berarti terus kakak memperlakukan ku seperti balita yang belum bisa berjalan. Nggak perlu di mandikan juga kak!" rengek Tiara saat Rafkha hendak menyabuni tubuhnya membuat Tiara risih dan merasa apa yang Rafkha lakukan sangatlah berlebihan.
"Sayang tapi kata dokter kamu itu nggak boleh capek-capek apa lagi kamu masih harus bekerja, aku larang pun kamu menolak. Dan seharian kita sibuk masing-masing membuat aku nggak bisa perhatiin kamu dan menjaga kamu serta bayi kita."
__ADS_1
Segitu cintanya Rafkha hingga membuat ia bar bar memperlakukan bumil yang bahkan tak mengalami morning sickness, nampaknya anaknya tak rewel dan Tiara bisa melewati kehamilan dengan hati happy.
Tiara mengusap rahang tegas suaminya, menatap dengan rasa bangga dan sayang yang tiada tara. "Kak, aku tau kakak khawatir. Tapi aku masih bisa melakukannya sendiri bahkan aku masih bisa menyiapkan keperluan kakak seperti biasanya. Makasih sudah sangat mencintaiku dengan tulus....Cup..."
Rafkha pun akhirnya mengalah dan keluar kamar mandi namun Tiara tak di ijinkan menutup rapat apa lagi menguncinya. Dia menunggu di luar dan bersiap berganti dengan pakaian kantor agar setelah Tiara selesai ia bisa membantu Tiara bersiap.
"Loh kok pakai sepatu ini kak?" tanya Tiara saat melihat sepatu apa yang di siapkan Rafkha untuknya.
"Ini lebih aman dan tidak membuat kamu pegal, jika perlu pulang dari kantor kita beli baju hamil agar kamu tidak memakai baju ketat dan sexy seperti ini!"
Tiara pun hanya bisa diam dan menurut dengan memijit pelipisnya, sejak dulu hingga sekarang sikap suaminya sama. Posesif!
...✨✨✨...
Aku sudah kasih ekstra-ekstra pokoknya saking sayangnya aku sama kalian yang masih mau tau anaknya Rafkha dan Tiara.
Untuk yang menanyakan tentang Lily, nanti bakal ada judul sendiri ya, harap bersabar menunggu antrian.
Dan aku mau minta dukungannya sama kalian, untuk yang ini "Affair After One Night With Ibu Tiri" yang belum baca harap singgah ya man teman, karena ikut kontes dan semoga membuat aku semakin semangat lagi.
Makasih semuanya🤗🤗🤗
__ADS_1