YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Hatiku Bukan Akar


__ADS_3

Rafkha benar-benar tak melepaskan justru semakin mengeratkan dan mulai nakal, ia mengecup pipi Tiara dengan gemas. Menekannya hingga Tiara merasa kegelian. Rengekan mulai terdengar, namun tak membuat Rafkha mau melepaskan hingga ia menggigit telinga Tiara karena geregetan.


"Kakak sakit!" rengek Tiara lagi, Rafkha tertawa melihat rona wajah Tiara.


"Maaf sayang, aku gemes banget sama kamu. Memangnya kamu nggak kangen sama aku, hhmm?" tanya Rafkha tanpa mengikis jarak. Bahkan hidung keduanya hampir bersinggungan dengan posisi Tiara mendongak menatap kesal Rafkha.


"Kangen aku sudah berganti kekecewaan karena sikap Kakak yang buat hati aku terluka. Padahal baru satu jam tak bertemu saja membuatku tak nafsu makan dan selalu menangis setiap kali menutup telpon dari kamu. Tapi kakak tega buat aku patah hati dan patah semangat. Beruntung kamu memiliki istri yang kuat!"


Ucapan Tiara membuat Rafkha tertawa renyah, tanpa sadar Tiara sudah menyebutkan statusnya yang masih sah sebagai istri. Niat hati ingin merayu agar Tiara tak kembali merajuk tetapi ide jail mulai muncul di kepala Rafkha.


"Kuat banget?"


"Hhmm...banget, sampe tahan banting karena sudah sering merasa sakit." Tiara tak sadar jika tangan Rafkha mulai nakal menjelajah ke tubuh Tiara semakin dalam karena asyik berbincang.


"Sekarang masih sakit nggak sayang? perlu bukti loh, nggak cuma bilang kuat aja."


Tiara mengernyitkan dahinya, tak mengerti ucapan Rafkha yang menurutnya sulit di pahami.

__ADS_1


"Maksudnya kak? sakit.....ya jelas lah kak, sakit banget tapi aku kuat. Ngeselin banget kan kamu kak!" Tiara merengut kesal tetapi setelahnya ia tersentak saat merasakan tangan Rafkha menyelusup masuk ke dalam baju yang kini sudah kusut.


"Eh....kakak mau ngapain?" tanyanya dengan tatapan polos namun pikiran Tiara tak sepolos wajahnya. Ia paham Rafkha mulai nakal dan menginginkan. Tubuhnya meremang dengan mata yang mulai terpejam, apa lagi Rafkha mulai menyerang titik sensitif Tiara dengan mengecup dan menyesaap leher Tiara yang membuat lenguhan mulai terdengar.


Rafkha pun tak bisa menahan, karena terlalu lama puasa dan sudah pernah merasakan nikmat dunia, ia begitu sangat tak tahan. Tangannya pun semakin bergerilya bergerak dengan lincah meraih titik-titik yang membuat gairah semakin membara.


Tiara kembali terbuai bahkan ia tak sadar jika kini bagian atas sudah polos tak berbalut sehelai pun. Rafkha telah membuang pakaiannya ntah kemana dan hanya balutan kain yang menutup bagian tersensitif darinya yang masih tertinggal.


Namun Tiara terus mencoba untuk sadar, apa lagi bayangan dan ingatan akan ucapan Pak Saka mengganggu kembali hatinya yang mulai nyaman. Dan wajah wanita yang sudah memakinya kembali teringat jelas.


Tiara menghentikan pergerakan Rafkha, ia mencekal lengan Rafkha dan berusaha mengatur jarak meski tak bisa lepas dari dekapan pria itu. Rafkha pun menatap heran dengan tatapan berkabut dan suara yang mulai berat.


"Kakak akan menikah lagi kan? aku nggak mau kak jika di madu dengan wanita itu. Jadi hentikan aktivitas ini kak, aku nggak mau hamil dan membuatku kelak akan semakin sulit!" Ucap Tiara mencoba untuk menjelaskan. Namun Rafkha di buat menganga tak mengerti dengan apa yang Tiara ucapkan.


" Siapa yang akan menikah lagi sayang?" tanyanya lembut mencoba menahan rasa yang sudah ingin meledak.


"Kamu!" jawabnya singkat dengan nada tak suka. Wajah Tiara pun kembali murung dan menghela nafas berat mengingat wanita itu.

__ADS_1


"Aku? kata siapa?" tanya Rafkha lagi.


"Iya, kata Pak Saka. Kakak sedang sibuk mempersiapkan pernikahan. Dan aku lihat Kakak begitu dekat dengan wanita yang kemarin memarahiku di muka umum. Apa dia calonnya kak?" Air mata Tiara mulai menggenang. Hatinya kembali berantakan dan hancur.


Rafkha mengerti sekarang, ia mulai paham dengan apa yang membuat Tiara meragu. Dan kekeh ingin meminta pisah. Sejak awal pertemuan Rafkha belum tanggap dengan kata menikah lagi yang Tiara ucapkan dengan penuh emosi.


Dirinya yang sama-sama marah dan kecewa tak memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut Tiara. Namun kini ia tau lalu segera memeluk kembali, membawa Tiara masuk dalam dekapan dan bersandar di dada bidangnya.


"Apa yang menjadi alasan untukku menikah lagi sayang? jika aku telah memiliki istri yang sempurna. Aku hanya mencintaimu dan hanya kamu yang akan menjadi nyonya Rafkha. Hati ku bukan akar yang bisa bercabang kemana-mana. Hatiku cuma ada satu jiwa yang hanya mencintaimu seorang sejak dulu hingga sekarang."


"Lalu bagaimana dengan pernikahan yang sedang Kakak urus?" tanya Tiara setelah menatap dengan lekat mata Rafkha mencari kebohongan yang tak terlihat.


"Apa kamu lupa jika kita akan melakukan acara resepsi pernikahan? aku menyiapkan semuanya untuk kamu, aku ingin memberi kejutan untukmu dengan menjadikan kamu ratu semalam. Sudah hampir 4 bulan aku di sibukkan dengan itu karena ingin sekali membahagiakanmu, menyiapkan semuanya untuk membuatmu tersenyum bahagia."


Rafkha menarik nafas dalam sebelum kembali menjelaskan. "Dan wanita itu hanya sekertaris di perusahaan ku, dia kemarin membantuku memilih dekor mana yang bagus untuk acara resepsi kita. Untuk hotel sudah aku putusin namun aku sedikit kesulitan memilih tema yang kamu suka. Semua aku lakukan buat kamu sayang," Rafkha mengecup lembut jemari tangan Tiara dan tersenyum menatapnya.


"Perlu bukti?" tanyanya lagi, ia tak ingin Tiara curiga dan berpikir buruk tentangnya. Sedangkan tak mungkin ia membohongi apa lagi mencurangi istrinya sendiri.

__ADS_1


Tiara menemukan kesungguhan dan kejujuran dari tatapan Rafkha padanya, dia membalas senyum dan memberanikan diri untuk mengecup bibir Rafkha. Hal itu tak akan di siakan oleh Rafkha. Meskipun awalnya ia terkejut dengan serangan tiba-tiba, tetapi dengan cepat tangan Rafkha meraih tengkuk Tiara dan memperdalam hingga Tiara gelagapan dan hanya diam menerima.


Awalnya Tiara tak berkutik namun selanjutnya mulai bergerak pelan mengimbangi hingga menimbulkan suara decapan yang memenuhi kamar. Keduanya saling menumpahkan kerinduan, melampiaskan dengan menyesap sangat kuat. Sampai menimbulkan lenguhan yang membuat Rafkha semakin geregetan.


__ADS_2