YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Pertunangan


__ADS_3

Sore ini Raihan mengajak Bayu dan Andika untuk bertemu. Ketiganya sepakat bertemu di cafe tempat biasa mereka berkumpul sejak masih muda. Raihan datang lebih dulu bersama dengan Andika dan di susul oleh Bayu. Ketiga mengobrol biasa memesan kopi dan makanan ringan sebagai pendamping hingga obrolan sampai ke inti dari apa tujuan mereka bertemu.


"Gimana persiapannya?" tanya Rai dengan sikap datar, kali ini ia memang di tuntut untuk tegas oleh Andika. Karena semua alasan dari rencana mereka ada di Andika dan mertuanya.


"Dari keluarga gue udah siap, Zea juga udah nggak sabar. Tapi yang jadi masalah ada di loe Rai. Kata Brian anak loe nolak, dan Brian nggak setuju kalo adiknya di jodohkan kayak begini. Gue jadi dilema tau nggak, walau bagaimanapun gue juga mikirin gimana nasib anak gue nantinya. Mungkin materi okelah tapi untuk cinta, gue kasian sama Zea. Kalian paham kan gimana Rafkha dan siapa yang dia suka sebenarnya. Makanya gue sejak awal agak keberatan kalo pertunangan ini di laksanakan buru-buru apa lagi sampai mengorbankan sekolah Zea. Ya walaupun nggak masalah juga dia pindah kesini."


"Awalnya juga kan kita mau batalin karena nggak wajib juga, perjodohan mereka hanya di awali dengan candaan bukan keharusan. Tapi kita mana tau kalo Rafkha ternyata suka sama Tiara. Mau nggak mau gue korbankan walaupun ujungnya hubungan gue sama Rafkha nggak kayak dulu lagi. Rafkha nggak terima banget, tapi ini caranya buat memisahkan mereka. Gue cuma bisa bantu ini buat kakak ipar gue."


Ketiganya terdiam, Andika juga merasa bersalah pada mereka, karena ingin menolongnya kedua sahabatnya harus mengorbankan anak-anak mereka. Apa lagi di usia yang belum saatnya untuk mereka bertunangan dan berujung pernikahan. Mengingat Rafkha selesai SMA harus mendapatkan pendidikan yang tinggi dan berkualitas karena kelak ia akan menjadi penerus bisnis dan semua usaha dari Opa dan Daddy nya.


"Sorry gue melibatkan kalian, tapi gue rasa ini jalan yang terbaik karena gue nggak tega jika harus mematahkan semangat Tiara dengan teguran. Dan gue berharap dengan dia melihat pertunangan Rafkha dan Zea, walaupun menyakitkan tapi gue yakin dia bakal mundur dengan sendirinya."


Raihan memijit pelipisnya, mengingat Tiara membuatnya tak tega. Gadis itu berhak mendapatkan cinta Rafkha. Tapi karena suatu alasan membuat mereka tidak bisa bersatu. Bayu pun tak lagi menimpali hingga mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam.


"Siapin aja semuanya, gue sama keluarga pasti datang minggu ini," ucap Rafkha sebelum masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Hmm... mudah-mudahan lancar dan ini yang terbaik untuk anak-anak kita." Bayu membenarkan kaca matanya dan menatap kedua sahabatnya dengan tatapan penuh harapan.


"Gue dan keluarga juga bakal datang, makasih udah bantu gue!" Andika merangkul kedua sahabatnya dan bersyukur memiliki mereka yang sejak dulu tak pernah mengecewakan bahkan selalu membantu di setiap masalah.


Sampai di rumah Raihan segera masuk kamar mendekati Andini yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat setelah seharian menggeluti perannya sebagi ibu rumah tangga.


"Sayang... " Raihan segera mendekap sang istri, mencari kenyamanan melerai penat seharian bekerja dan segala permasalahan yang berkecamuk di pikirannya.


"Mas..."


"Hhm... aku butuh ketenangan sayang, biarkan seperti ini dulu." Hubungan pasangan yang tak muda lagi itu memang masih sangatlah hangat. Mereka saling mengerti dan cukup harmonis dalam menjalankan rumah tangga, hingga kini memiliki tiga anak yang sudah remaja dan mewarnai kehidupan mereka.


"Apa rencananya akan tetap di teruskan mas? apa tidak kasihan pada anak kita? itu kan hanya omongan dan tidak apa jika di batalkan. Kenapa sepertinya menjadi menggebu seperti itu?


"Karena ini ada kaitannya dengan Andika, kamu akan tau nanti. Tidak usah di pikirkan, semua akan baik-baik saja. Tugas kamu sekarang menungguku di ranjang, aku mau bersih-bersih dulu dan kita bersenang-senang." Raihan mengerlingkan sebelah matanya dan segera melangkah masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Dengan wajah bersemu Andini menuruti, senyuman malu terukir tapi minat untuk memberikan Raihan suguhan yang melenakkan masih sangat besar. Dan benar kata Bayu, Raihan itu masih sangat gagah hanya sekedar untuk bergerak di atas tubuhnya. Bahkan umur tak menyurutkan rasa ingin yang masih menggebu.


Pagi ini di sekolah Baratajaya kabar pertunangan antara Rafkha dan Zea sangat menghebohkan membuat para murid berdesas desus membicarakan. Bahkan Rafkha dan Tiara serta Aara, Lily, Gibran dan Brian tampak heran dengan kabar yang entah dari mana. Sedangkan Zea hanya diam tak ikut menimpali mereka yang saling bertanya-tanya tentang kabar itu.


Pandangan Rafkha pun jatuh pada gadis yang berjalan di samping Brian. Dengan menggenggam tangan Tiara cukup erat, Rafkha menghampiri Zea yang tersenyum padanya. Dia menarik Tiara yang masih terkejut ikut mendekati gadis itu.


"Kak.." Zea masih memamerkan senyum pada Rafkha walaupun cukup terganggu dengan Tiara yang ikut mendekat.


"Gue udah cukup memperingati loe sebelumnya, tapi ternyata loe nggak bisa di bilangin dan berusaha untuk menyebar berita hoak di sekolah ini. Loe mau semua mengakui jika loe itu tunangan gue kan, hhm? Padahal kita nggak sedekat itu dan gue pun menolak untuk dekat. Masih banyak pria beruntung yang bisa jadi pacar loe! Jadi pliss jangan buang tenaga buat menyatukan minyak di dalam air!"


"Tapi kita memang akan tunangan kak!" ucapan Zea membuat Tiara segera menatap Rafkha. Dia tak tau apa-apa dengan rencana pertunangan keduanya di Minggu ini dan cukup sedih jika memang benar adanya. Tetapi mencoba tenang walaupun rasa sesak mengganggunya.


"Ya, tapi itu nggak akan pernah terjadi!" tegas Rafkha dan segera pergi dari sana begitu saja. Melepaskan tangan Tiara dan menarik tangan Brian menuju basecamp mereka.


Sedangkan Tiara dan Zea saling menatap dengan tatapan tajam, Lily yang ingin maju melerai tetapi di tahan oleh Aara agar tetap diam memperhatikan. Aara yakin keduanya tidak akan melakukan sesuatu yang dapat membuat malu diri mereka masing-masing. Gibran pun hanya bersedekap dada melihat keduanya.

__ADS_1


"Gue nggak akan lepasin kak Rafkha, karena sejak awal dia sudah ditakdirkan untuk gue. Dan gue harap loe menjauh, seperti loe menjauhi gue! Karena pertunangan gue dan Kak Rafkha akan berlangsung lusa. Dan gue harap loe bisa sadar diri akan posisi loe saat ini."


Tiara hanya diam tak menimpali, mulutnya bungkam hingga ia sadar setelah Zea melangkah dan menyenggol lengannya.


__ADS_2