YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Bengkok


__ADS_3

Tiara menghentakkan kakinya dan kembali ke tempat duduk. Gadis itu kembali menatap pria yang masih diam dengan tatapan tajam.


"Fuucck you kak!"


Tiara segera memalingkan wajah setelah mengibarkan tatapan peperangan dengan Rafkha.


Hari pertama Zea di kelas cukup berpengaruh bagi Tiara, ia paham betul siapa yang menempatkan Zea di kelasnya sekarang. Entah apa alasan Rafkha tetapi sangat membuat Tiara tak nyaman.


Tiara anak yang pintar, walaupun dia sering membolos tapi jika di kelas dia cukup aktif dalam mengikuti pelajaran. Namun hari ini ia hanya bungkam hingga Lily yang sejak tadi mengamati hanya mampu menghela nafas panjang.


Sejak kejadian dua tahun yang lalu Tiara dan Zea seperti tidak saling kenal. Padahal dulu Tiara dan Zea bagai pinang di belah dua, seperti kembar tapi tak satu darah. Selalu bersama bahkan pakaian pun terkadang bergantian, hingga Tiara memutuskan untuk menjauh. Entah kesalahpahaman atau memang kebenaran yang nyata, setelah itu Tiara menjadi gadis yang nakal dan suka membuat masalah.


"Diem mulu dari tadi, loe sariawan? ayo ngantin!" Lily yang sejak pelajaran tadi sudah geregetan dengan sikap Tiara segera menggeretnya ke kantin.


"Ck..." Tiara hanya berdecak dan mengikuti kemana langkah Lily hingga tubuhnya menabrak seseorang yang sangat ia hindari. Tiara menatap datar tanpa bicara dan pergi meninggalkan.


"Loe masih belum mau berdamai sama dia?"


"Hhmm..."


"Hubungan loe sama Vero gimana? masih cinta?"


"Hhmm..."


Lily hanya bisa mendengus kesal saat mood Tiara berantakan. Hingga pesanan datang dan sudah siap di lahap, Tiara hanya mengaduk-aduk minumannya tanpa niat mencolek makanannya sedikitpun.


Tiara terkesiap saat soto yang ia pesan tiba-tiba hilang dalam pandangan. Menatap hampa mangkuk soto yang tiba-tiba berkurang bahkan hampir habis.


"Kak Aara...." pekik Tiara. Gadis itu bersedekap dada menatap Aara yang cuek dan tak perduli. Aara terus melahap hingga habis dan mengembalikan mangkuk yang telah bersih.


"Makanan tuh di makan bukan dianggurin! giliran udah gue abisin baru loe teriak, tadi kemana aja? gue mah cuma kasihan sama tuh soto udah melambai minta di santap tapi yang punya sibuk sendiri sama pikirannya."


Tiara tak menjawab, ia menelungkupkan kepalanya di meja dengan berbantal lengan. Rasanya ia ingin pulang dan masuk kedalam selimut tebal tanpa memikirkan dunianya.


"Hai..." Zea datang bersama Rafkha dan juga Brian. Tadi Zea mencari Rafkha ke kelasnya dan mengajak Rafkha ke kantin. Ingin menolak tetapi ia sudah mengiyakan ajakan Brian sebelumnya.


"Gabung ya!"


Lily dan Aara hanya menganggukkan kepala, mereka memang tak terlalu dekat. Tapi sering berkumpul bersama saat ada acara reuni orang tua mereka.


Zea dengan senyum mereka segera duduk di depan Lily, kemudian Rafkha dan Brian mengikuti di sebelahnya.


"Kakak mau pesan apa? biar aku pesan sekalian!" ucap Zea dengan antusias.


"Bakso aja dek!" sahut Brian. "Sama es jeruk ya sekalian."

__ADS_1


"Kakak Rafkha bukan kakak Brian! Kaka Rafkha mau makan apa?" tanyanya lagi.


"Njiiirr..... punya adik minta gue kasih kuah sambel, sebenarnya kakak loe gue apa dia? sewot banget loe kalo sama gue!" celetuk Brian yang membuat kebisingan di telinga Tiara.


BRAK


"Perkara mesen aja pada ribut loe! besok bawa bekel kalo nggak mau mesen sendiri! berisik!"


Tiara segera pergi dari sana meninggalkan semua yang tampak melongo melihat kelakuannya.


"Dia kenapa?" tanya Brian yang masih menatap kepergian Tiara. "Kesambet setan sendok?"


"Kok sendok sich kak?" tanya Aara tak mengerti.


"Lah tuh otak kudunya lempeng jadi bengkok! sewot aja kayak emak-emak kehilangan daleman!" celetuk Brian.


"Bengkok kayak punya loe ya kak!" sahut Aara.


"Masih lurus punya gue! belum sering ngocok arisan nggak kayak kakak loe! diem-diem ngabisin sabun!"


"Lah berarti Kakak gue normal donk! loe yang lempeng aja kayak jalan tol kagak ada sensasinya!" sahut Aara lagi.


"Kalian ini pada ngomongin apa sich? lagian loe tau yang bengkok segala sih kak? sering nonton film loe ya? apa nontonin yang live streaming sampe apal bener! gue bilangin Daddy mam pus di razia kamar loe!"


Rafkha hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan-ucapan absurd dari kedua adiknya. Dia segera beranjak dari sana tetapi dengan cepat Zea menghentikannya.


"Bukan urusan loe!" Rafkha segera melepaskan cekalan di tangannya dan pergi begitu saja.


.


.


.


Setelah guru keluar kelas, Tiara dan Lily segera beranjak untuk pulang. Keduanya memutuskan ingin nongkrong di cafe tempat biasa. Tapi sepertinya gagal setelah melihat Vero yang telah menunggu di luar kelas.


"Ngapain?" tanya Tiara polos.


"Ayo gue anter balik!" Vero segera menggenggam tangan Tiara dan mengajaknya pulang bersama.


"Tapi Ver_" Tiara mencoba untuk menghentikan langkah Vero tapi pemuda itu justru merangkul pundaknya.


"Loe masih cewek gue dan kita belum putus! salah gue nganter loe pulang?" tanyanya dengan menatap lekat Tiara.


"Hhmm..." Kemudian Tiara menoleh ke belakang "Lily gue balik bareng Vero ya, sorry besok aja kita nongkinya."

__ADS_1


"Siip yang penting loe happy!"


Keduanya melangkah menuju parkiran dengan Vero yang merangkul pundak Tiara. "Loe bawa motor?" tanyanya heran.


"Iya, nggak apa-apa kan?"


"Santai...." Tiara tersenyum dan segera memakai helm yang Vero berikan. Pandangannya terhenti saat melihat Zea sudah naik di boncengan motor Rafkha. Entah kapan keduanya bertemu dan tiba-tiba sudah ada di parkiran berdua.


"Ayo sayang!"


"Eh iya ayo!" Tiara segera naik dan memegang kedua sisi jaket Vero.


"Pegangan yang benar Yang!" seru Vero dari balik helm. Dan dengan cepat di respon oleh Tiara, ia memeluk Vero dengan ragu. Baru kali ini Tiara di antar pulang naik motor oleh Vero, dan baru kali ini juga ia harus memeluk pria selain Rafkha.


"Dia cowok gue, tapi kenapa berat banget ya mau meluk."


Vero tersenyum melihat tangan Tiara melingkar di perutnya, dengan senang ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Vero menepikan motornya di depan pagar rumah Tiara dengan perlahan Tiara segara turun dan membuka helm yang ia kenakan.


"Makasih ya, mau mampir nggak?"


"Lain kali aja, anak-anak udah pada nungguin." Vero mengusak rambut Tiara.


"Hati-hati ya."


"Iya sayang."


cup


Mata Tiara membola mendapatkan kecupan di kening dari Vero.


"Mukanya kok merah gitu?"


"Apa sich! balik sana! nanti ketauan mamah loh main nyium-nyium anak perawannya sembarangan." Tiara memalingkan wajahnya dengan pipi yang masih merona.


"Abis anaknya menggemaskan bikin nggak tahan pengen bawa pulang!" ledek Vero dan mendapat pukulan dari Tiara.


"Kok mukul sich Yang?"


"Lagian ngeledek aja! udah sana balik, katanya ditungguin yang lain."


"Ya udah gue balik dulu, dach...."


"Dach..."

__ADS_1


Tiara segera masuk ke dalam gerbang setelah punggung Vero tak terlihat. Namun baru ia membalikkan tubuhnya tiba-tiba motor Rafkha berhenti di belakangnya.


__ADS_2