
Kini kehamilan Tiara sudah semakin membesar, tubuhnya pun mengimbangi perutnya. Tetapi tingkat posesif nya Rafkha semakin menjadi. Baginya ini momen dimana tubuh Tiara sedang matang-matangnya dan menggiurkan bagi kaum adam. Ntah semua pria atau dia saja, yang jelas bagi Tiara suaminya begitu memusingkan.
Seperti pagi ini, di kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke 7 membuatnya gerah dan memilih pergi ke kantor dengan dress selutut yang berbahan kaos namun Rafkha tak memperbolehkannya. Tiara di buat emosi dan ingin sekali mencakar suaminya jika tidak ingat dia lah ayah dari bayi yang ia kandung.
"Kak..." rengek Tiara menatap kesal.
"Jangan itu sayang, itu terlalu pres body. Nanti lekukan tubuh kamu terlihat jelas. Apa kamu mau menggoda pria lain, hhmm?" Rafkha segera membantu Tiara membuka bajunya dan menggantikan dengan baju hamil yang lainnya namun sangat kebesaran bagi Tiara.
"Kak, aku pakai ini akan seperti ondel-odel loh!"
"Ini akan lebih baik dari pada pakai yang tadi! setidaknya istriku aman dan tidak dilirik para pria. Khususnya Wahyu yang masih berharap." Rafkha segera membantu Tiara untuk memakai sepatunya dan merapikan rambut istrinya dengan telaten.
Rafkha memang masih saja cemburu pada Wahyu, padahal Wahyu sudah biasa saja pada Tiara dan sudah melupakan rasa namun perhatian masih sama karena memang menganggap Tiara sahabat. Apa lagi kini kondisinya tengah berbadan dua. Tetapi dasarnya Rafkha si bucin akut tidak akan menghiraukan jika hatinya sudah mengatakan tidak.
__ADS_1
"Apa dia tidak melihat perut istrinya yang sudah sebesar semangka, begini masih di takuti gimana jika habis lahiran nanti tubuh aku berubah jadi montook beneran. Bisa-bisa aku sudah tidak boleh lagi bekerja," gumam Tiara tetapi dapat di dengar oleh Rafkha.
"Kamu benar sayang, bahkan hari ini adalah hari terakhir kamu bekerja!"
Tiara membolakan matanya mendengar keputusan yang tiba-tiba. Bagaimana mungkin terakhir jika dia belum menyelesaikan semua pekerjaannya dan mencari pengganti sementara atau menugaskan Wahyu secara detail jika waktunya mendadak begini. Sedangkan jadwalnya hari ini padat sekali, Rafkha benar-benar membuatnya naik darah.
"Bisa nggak sich kak di bicarakan dulu gitu, aku kan harus mengajari Wahyu lebih detail agar bisa menggantikan aku untuk sementara waktu."
"Apa kamu lupa jika memiliki suami yang bisa di andalkan, meskipun aku nggak bisa datang tiap hari tetapi aku masih bisa menghandlenya sendiri demi kamu. Sudah cukup sampai kandungan kamu 7 bulan. Selebihnya aku yang mengurus, dan bukan untuk sementara tetapi akan terus sampai anak-anak kita nanti bisa menggantikannya!"
"Terserah Papahnya anak-anak aja dech, aku terima jadi." Tiara tak mau memusingkan lagi dan memilih berlalu pergi tanpa memakaikan dasi suaminya.
Setelah hampir seminggu Tiara tak lagi masuk kerja, hari ini dirumahnya sudah mulai di penuhi keluarga, sanak saudara dan kerabat. Serta teman-teman pun ikut serta mendoakan dalam acara tujuh bulanan.
__ADS_1
Setelah prosesi siraman kini Tiara duduk di samping Rafkha mengaminkan doa yang di lantunkan oleh Pak ustadz untuk keselamatan dirinya dan bayi yang sebentar lagi akan lahir ke dunia.
"Li jangan terus murung begitu, gue buat kue kemarin, cobain ya!" Ucap Tiara saat menemui Lily di kamar tamu tempatnya biasa menginap. Tak ada jawaban dari Lily hanya anggukan yang membuat Tiara senang dan segera keluar dari kamar.
"Eh gue lupa, nanti setelah acara ada yang mau ketemu sama loe! siap-siap ya!" ucap Tiara sebelum benar-benar keluar kamar.
Tiara membuang nafas kasar dibalik pintu yang sudah ia tutup rapat dan segera kembali turun untuk bergabung dengan yang lain. Selalu hatinya ikut kacau setiap kali bertemu dengan Lily.
...****************...
Pasti kalian makin penasaran ya sama kisahnya Lily, tetap pantengin akun aku ya. Dan harap bersabar menunggu giliran🤭 katanya minta ekstra-ekstra dari Rafkha dan Tiara. hehehhe
Othor puasa agak oleng guys.... hawanya ngantuk bae, gimana dengan kalian?🤗
__ADS_1
Tapi tetap semangatin terus ya, biar nggak bolong update.