YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Makasih Sayang


__ADS_3

Rafkha kembali menyatukan indra perasa dengan peranan yang lebih lihai, Tiara harus kembali di taklukkan agar bisa membuatnya terbuai dan menikmati permainan yang akan kembali di mulai. Bagaimana Tiara tak terbuai oleh suaminya jika baru menatapnya saja Tiara sudah klepek-klepek dengan wajah tampannya. Rambut acak-acakan dengan mata sayu yang membuat wanita manapun bertekuk lutut.


Kini Rafkha telah mengangkat tubuh Tiara ke ranjang. Ia ingin lebih leluasa menaklukkan Tiara dengan banyak eksplorasi yang membuahkan desahaan manja. Dan benar saja bahkan keduanya tampak tak berbalut selembar kain pun karena Rafkha lebih gercep sekarang. Tatapannya semakin berkabut kala tubuh sang istri terpampang nyata, indah dan aduhai.


Tiara begitu malu, ia menutupi wajahnya dengan menarik selimut hingga Rafkha tak mampu lagi memandang pipi merah yang membuatnya semakin gemas.


"Jangan di tutupi sayang, emangnya nggak mau kenalan sama si joni, hhmm?" Tanya Rafkha dengan menarik kuat selimut itu dan membuangnya jauh-jauh agar Tiara tak mampu lagi meraihnya.


Tiara nampak menganga dan reflek menutupi mulutnya saat mata tertuju pada tubuh Rafkha yang sudah polos hingga si Joni nampak tegak menjulang.


"Kakak kenapa bentuknya seekstrim itu? Sering di ajak angkat barbel ya? kok berotot banget kak sampe kuat begitu." Lagi- lagi Tiara tak mampu menahan mulutnya yang berbicara semaunya, sebenarnya itu suatu kejujuran namun sukses membuat wajah Rafkha memerah.


Rafkha menghela nafas panjang menatap Tiara yang kini ada di bawah kukungannya, berusaha sabar menghadapi kepolosan istrinya agar tak lagi gagal dan mampu menembus si jeni yang masih tampak lugu.


"Mau kenalan? pegang dulu kalo mau salaman sama si joni biar akrab dan nggak takut kalo mau di ajak temenan. Rafkha benar-benar sabar menuntun tangan Tiara yang nampak bergetar hingga singgah di kepala si Joni yang nampak membengkak membuat Tiara mengurungkan niat dan menarik kembali tangannya.


"Kenapa sayang? dia ramah loh buktinya menyambut kamu dengan baik. Sekarang biar kenalan sama si jeni ya, pelan-pelan biar nggak slek." Rafkha benar-benar sudah tak sabar, sebelum berangkat ke London dia harus bisa mendapatkan Tiara seutuhnya. Hitung-hitung untuk bekal belajar agar bisa semakin encer otaknya.


"Kakak aku kok ngeri ya, Ya ampun kenapa jambrong sekali. Aku ngeri sampai merinding...."

__ADS_1


Rafkha kembali menghela nafas berat mendengar ucapan Tiara yang begitu jujur, tanpa tau pesona si joni buat merem melek. Tanpa pikir panjang Rafkha kembali membungkam bibir Tiara agar tak lagi menunda dan kembali memberikan sentuhan.


Tiara kembali fokus bahkan menggila mendapatkan sentuhan yang memabukkan hingga membuat senyuman tipis terbit dari bibir Rafkha kala suara manja kembali terdengar. Mulai mengeksekusi menuntun Joni untuk mengunjungi jeni yang  sudah tampak berkeringat siap di ajak ke tahap inti.


Tiara pun sudah membuka lebar akses entah sadar atau tidak namun membuat Rafkha senang. Namun itu tak lama karena suatu yang menekan kuat di bawah sana membuat dirinya memekik tak tertahan.


"Kak itu apa? sakit banget kak! apa jangan-jangan.... OMG ini sakit banget kak, nggak bisa ya slow sedikit?" Tiara memejamkan mata merasakan perih bercampur panas tetapi tak mampu memberontak saat Rafkha tak kunjung melepaskan. Bulir air mata pun mengalir begitu saja saat kunjungan sedikit memaksa.


Melihat air mata Tiara, Rafkha segera mengecup kedua mata Tiara, "maaf, biar dia masuk ya...mau kan jadi milik kakak seutuhnya?" tanya Rafkha lembut mencoba sedikit bersabar walaupun tak ada niat untuk melepaskan si joni yang sudah menerobos setengahnya.


"Hiks...sakit kak, kok nggak kayak di film-film sich," keluh Tiara, ntah film apa yang Tiara maksud Rafkha sudah tak ingin memusingkan karena dirinya sendiri sudah pusing dan ingin segera menuntaskan sampai lunas agar tak berujung menyelesaikan sendiri.


"Kak....." rintih Tiara saat si joni mampu menerobos, Rafkha sedikit lega saat mampu menjadikan Tiara miliknya seutuhnya meskipun harus membuat sang istri menangis kesakitan. Rafkha terdiam tersenyum menatap Tiara dan mengecup keningnya dengan sayang.


Rafkha masih tak menyangka diusia nya yang masih muda bisa menguasai tubuh wanita yang di cinta. Bergerak aktif di atasnya membuat mantan gadis ini kewalahan dan tak berhenti mengeluarkan suara menggoda.


"Kak..."


"Sebentar lagi sayang," Rafkha tau Tiara mulai lelah tetapi entah mengapa ia belum mau melepas padahal sudah hampir satu jam menyatu.

__ADS_1


Tiara sedikit kesal, mantan gadis itu sudah merasa tidak mampu menahan tetapi Rafkha terus saja tak mau berhenti. "Kak si joni habis di kasih makan apa sich? telur bebek apa telur ayam kampung kok kuat banget?" tanyanya disela rasa yang tak dapat tergambarkan. Rafkha pun tak menjawab ia sedang sangat menikmati  detik-detik si joni ingin menyudahi.


Suara ketukan terdengar jelas di telinga keduanya membuat fokus Rafkha buyar, Tiara yang mendengar itu pun segera meminta Rafkha untuk berhenti namun tak di hiraukan oleh Rafkha.


"Kak itu Mommy loh yang manggil, udah dulu nanti di lanjut lagi." Tiara seperti mendapat angin segar setidaknya ia dapat terbebas dari Rafkha yang tak mungkin cepat melepaskan dirinya jika tak ada gangguan dari luar.


"Nanggung sayang, jangan buat gue pusing dech!" Rafkha nampak kesal apa lagi saat ketukan kembali terdengar, Tiara mungkin sudah merasakan indahnya terbang tetapi dirinya belum mendapatkan itu sudah kembali di ganggu. Bahkan si Joni sudah mulai berkedut tetapi hilang konsen dan sedikit oleng.


"Rafkha, Tiara ....buka dulu sayang!"


SHIIIT


Dengan kesal Rafkha melepaskan Tiara dan segera meraih pakaiannya yang nampak berserakan di lantai. Si joni terpaksa harus di kurung kembali. Rafkha menoleh ke arah ranjang melihat Tiara yang menutupi tubuhnya dengan selimut karena masih sakit untuk turun.


"Nggak usah ikut keluar! disini aja sampai gue balik lagi," meskipun hatinya kesal tetapi Rafkha masih menyempatkan untuk memberi kecupan di kening Tiara. Berusaha tersenyum walaupun kembali pusing dan kentang gegara harus kembali menahan.


Rafkha segera membuka pintu dan benar saja Mommy Andini sudah berdiri dengan tatapan selidik.


"Kalian...."

__ADS_1


"Ya....dan Mommy ganggu!" sahut Rafkha dengan wajah di tekuk.


"Omg kamu ini benar-benar tidak sabar sekali, cepat tuntaskan dan Mommy tunggu di ruang makan!" ucap Andini setelah melihat bagian bawah putranya dan segera kabur dengan bergidik tanpa memikirkan putranya yang tampak tercengang mendengar ucapan sang Mommy.


__ADS_2