
Suasana makan malam terasa begitu mencekam, Andini menyorot tajam semua yang telah berkumpul di meja makan. Bahkan mereka tak ada yang berani protes dan memakan apa yang di masak mommynya dengan lapang dada.
"Lily! di makan jangan di liatin aja. Itu ikan nggak akan jadi daging walaupun kamu liatin sampe pagi!" kesal Andini. Pasalnya ikan yang ia masak gosong karena keributan sore tadi. Dan dengan berat hati ia harus menyediakan ikan gosong untuk anak-anaknya dan yang masih bagus terkhusus untuk sang suami tercinta.
"Iya mom....ini aku makan!"
"Tiara nggak suka?" tanyanya menyorot Tiara dengan tatapan yang sama.
"Suka kok Tante, beneran! apa lagi kalo sambil lihat wajah Tante yang cantik dan awet muda. Beeehhhh.... ini ikan rasanya udah kayak makan seafood di restoran mewah Tante. Endes pokoknya!" jawab Tiara dengan raut wajah bak vlogger di sosial media.
"Benar banget kata Tiara mom, udah kayak mukbang makan ikan seempang. Sampe eneg rasanya. Tapi karena melihat mommy yang paling cantik satu komplek ini, rasanya menjadi lebih kenyang hanya dengan di lihat. Fiks Aara kenyang mom....Aara mau makan buah aja oke!" Aara meraih apel yang ada di sana tetapi segera Andini tepis hingga apel itu menggelinding di kaki Tiara.
Melihat itu Tiara segera mengambilnya dan menundukkan kepala untuk meraihnya. "Eh...!" gerakannya berbarengan dengan orang yang ada di samping kirinya hingga kedua kening bertabrakan.
"Sakit?" Rafkha menyentuh kening Tiara, entah mengapa jantung Tiara berdebar merasakan sentuhan itu. Setelah ciuman pertama yang di rampas tiba-tiba, dia tampak canggung walau hanya bertemu pandang.
"Oh...e...enggak." Tiara segera menegakkan kembali tubuhnya setelah apel ia raih dan mengembalikan di tempat semula.
Setelah makan malam Tiara bersama Lily duduk di pinggir kolam renang. Merasakan indahnya malam dengan taburan bintang sambil bernostalgia jaman mereka masih kecil. Keseruan di tambah saat Aara datang membawa cemilan. Dan canda tawa semakin tercipta di antara mereka bertiga.
"Eh kata Daddy Minggu depan Om Bayu mau ngadain reunian, kumpul-kumpul sekalian menyambut kedatangan Zea. Seru nich nanti kita bisa barbequean kayak dulu," ucap Aara dan itu sukses membuat senyum di wajah Tiara luntur.
"Loe ikut Tiara?" tanya Lily yang melihat perubahan di wajah Tiara. Tapi sungguh sangat di sesalkan kenapa masalah keduanya bisa sampai berlarut-larut. Sebenarnya tidak ada yang tau pasti dengan permasalahan mereka berdua. Karena keduanya bungkam hingga kini Tiara terus menghindari Zea dan menghindar dari setiap pertanyaan yang menyangkut keduanya.
"Loe tau jawabannya, gue nggak perlu jelasin lagi kan?" tanya Tiara balik dengan senyum yang di paksakan. Tiara menghela nafas berat dan memilih untuk segera tidur.
"Ayo tidur! gue ngantuk, besok upacara kan loe pada!" celetuknya dan segera beranjak dari sana.
__ADS_1
"Emang loe nggak?" ketus Aara.
"Gue? loe aja kali gue nggak, tidur di kantin lebih nyamleng dari pada gue harus panas-panasan di lapangan. Lama lagi besok karena ada pelantikan ketua OSIS baru," jelas Tiara.
"Tau banget loe! pacarnya calon ketua OSIS ya?" ledek Aara, setau dia memang Vero mencalonkan diri tetapi tidak tau pasti akan terpilih atau tidak karena dia sering memiliki masalah dengan Rafkha selama menjadi pacar Tiara. Walaupun semua tergantung vote tetapi Rafkha tetap berkuasa dari pada vote yang telah di kumpulkan.
"Baru calon, belum juga kepilih!"
"Tapi gue rasa loe harus pacaran sama ketua OSIS dech Ra! biar loe itu ketularan disiplin jadi nggak bolosan jadi anak!" saran lily yang langsung mendapat dua jempol dari Tiara.
"Gue setuju, siapa nanti yang jadi ketos harus jadi pacar gue!" lanjut Tiara ngasal membuat Lily dan Aara justru mendelik tak menyangka. Lily hanya menyarankan ide gila yang tidak mungkin Tiara penuhi, karena ia tau tidak mungkin mudah Tiara melepas Vero. Karena yang ia tau Vero adalah cintanya Lily. Tetapi justru di setujui dengan mudah dan akan jadi apa setelahnya jika Rafkha tau semua ide gila ini berasal darinya.
Lily menepuk jidat, "salah lagi aja gue!" kemudian dia segera masuk ke kamar mengajak Tiara agar berhenti membuat rencana yang akan berujung masalah. Dan dia ikut terbawa karena usulnya yang membuat hati kakaknya tak tenang.
.
.
.
"Gue bareng Lily aja! dan loe Aara bareng sama kaka loe!" celetuk Tiara tanpa melihat Rafkha dan segera naik ke atas motor Aara. Kemarin-kemarin mungkin ia akan setuju, tapi tidak dengan sekarang.
"Ayo Li! loe mau berangkat nggak?" sewot Tiara.
"Tapi kak Aara_"
"Udah nggak apa-apa gue bareng kak Rafkha," sahut Aara sedangkan Rafkha hanya diam menatap gadis yang kini berani menolak dan pergi begitu saja.
__ADS_1
"Ayo kak!" ajar Aara yang sudah siap dengan helmnya.
"Hhmm..."
Sepanjang perjalanan Rafkha sengaja melajukan motornya di belakang motor yang di kemudikan Tiara. Cukup heran dengan sikap Tiara yang seakan menghindar dan tak nyaman akan sikap Tiara yang hanya diam tanpa mau bertegur sapa. Padahal Tiara yang paling dekat dengannya dari pada kedua adiknya yang lain.
Setelah sampai di parkiran Tiara dan Lily segera turun dari motor, begitu juga Aara dan Rafkha. Mereka merapikan penampilannya sebelum masuk kedalam kelas.
Vero tiba-tiba datang dan menarik pinggul Tiara hingga gadis itu terkejut melihatnya. Apa lagi posisi keduanya berada di area parkir yang siapa saja bisa melihat membuat Tiara tak nyaman.
"Pagi sayang ..."
"Lepas Vero, loe nggak sadar jadi pusat perhatian!" tegas Tiara dengan menatap sekitar tetapi tak berani menatap Rafkha yang kini mengepalkan tangannya.
"Mereka juga udah tau hubungan kita, biarin aja lah. Oh iya pagi ini ada penentuan ketos baru, loe nggak ada niat bolos kan Ra?"
Tiara menghela nafas panjang dan menatap Vero yang dengan seksama. "Gue doain loe ke pilih, tapi kalo nggak. Kita putus ya!"
Vero tercengang mendengar ucapan Tiara yang tak terduga, apa hubungannya menjadi ketua OSIS dengan putusnya hubungan mereka. Vero menggelengkan kepala dan menggenggam tangan Tiara.
"Loe serius?" tanyanya memastikan.
"Hhm.....dan gue mau macarain ketos yang baru!" ucapnya santai dengan gaya centil dan imutnya. Tanpa Tiara sadari ucapannya di dengar oleh Rafkha, Lily dan Aara. Bahkan beberapa murid lain dan sukses membuat heboh para siswa yang ada di sana.
Siapa yang tak mau menjadi pacar Aara, gadis cantik, centil, imut, manja dan menggemaskan. Dua kandidat yang lain pun semakin bersemangat. Tapi tidak dengan Rafkha yang semakin mengeratkan rahangnya.
"Jangan gila Tiara! loe udah nggak ada perasaan apapun sama gue? kenapa gampang banget ngomong kayak gitu. Cepet ralat, karena gue nggak akan mau putus gitu aja!" kesal Vero. Pria itu mengusap kasar wajahnya dan mendengus kesal menatap Tiara yang tanpa ada rasa bersalah.
__ADS_1
"Loe ragu sama diri loe sendiri?"