YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Main Nyosor!


__ADS_3

Tiara beranjak dari sana dan merapikan penampilannya setelah bell masuk berbunyi. Cukup canggung bahkan tak berani lagi menatap kakaknya yang mengulum senyum duduk di sofa.


"Gue ke kelas kak!" ucap Tiara setelah kembali rapi dan melangkah tergesa menuju pintu.


"Ra!"


Langkah kaki Tiara kembali terhenti setelah mendengar panggilan dari Rafkha. Tiara menahan debaran jantung yang belum cukup reda tetapi kembali melompat tak karuan.


Rafkha membalikkan tubuh Tiara hingga keduanya saling bertemu pandang. Mengusap bibir yang masih basah dan merapikan rambut belakang yang sedikit berantakan.


"Kak...."


"Hmm?"


"Lupain!" lirih Tiara dan menundukkan kepala.


"Lupain apa?" tanyanya lagi dengan memajukan wajahnya menatap lekat wajah Tiara yang merona.


"Yang tadi..." Jawab Tiara dengan menggigit bibir bawahnya. Ia rasa perlakuan Rafkha terlalu berlebihan dari seorang kakak pada adiknya dan tidak boleh terulang lagi.


Rafkha menarik dagu Tiara agar melihatnya, menatap lekat manik mata yang teduh menggoda. Bahkan dengan santai Rafkha kembali mengecup singkat bibir Tiara membuat gadis itu melebarkan kembali bola matanya.


"Jangan pernah deketin cowok lain, gue nggak suka! apa lagi sampai jadian sama ketos baru!" tegas Rafkha.


"Kenapa jadi ngatur hidup gue kak?" tanya Tiara tak terima, yang ia tau seorang Kakak tidak membatasi walaupun ia tau kemana arah hati.


"Karena loe milik gue Tiara!"


"Loe egois kak! loe pikir loe siapa? loe bisa dekat sama siapapun! cewek manapun! dan gue nggak? bahkan bibir loe emmm......" Rafkha kembali membungkam bibir Tiara tak perduli ocehannya dan jam pelajaran yang akan di mulai. Bahkan ia tertantang ingin bolos dengan adik nakalnya, mencoba hal baru yang belum pernah ia rasakan.


Kini Rafkha bukan hanya menyesap seperti yang ia lakukan tadi, Rafkha melumaaat lebih dalam dan menggigit bibir Tiara agar membuka mulutnya dan memberi akses untuknya memperdalam ciuman dan mengungkapkan perasaannya yang tak tertahan.


Tiara mencengkeram seragam Rafkha, berusaha untuk melepas tetapi dia justru di buat lemas saat Rafkha mempu mengobrak-abrik mulutnya hingga Tiara hanyut dalam permainan kakak sepupu yang menurut Tiara begitu mahir

__ADS_1


"Anjir gue ngadepin suhu apa ya...." batin Tiara. Karena tubuhnya seketika lemas Tiara mulai melepaskan cengkraman seragam Rafkha dan mengalungkan kedua tangannya di leher Rafkha. Hal itu membuat Rafkha semakin memperdalam dan meraih tubuh Tiara dan tangan yang lain menekan tengkuk gadis itu.


"Bibir ini cuma buat loe! nggak ada yang lain dan loe cuma milik gue!" lirihnya menyatukan kedua kening setelah melepas paguutan saat sadar jika Tiara mulai kehabisan nafas.


"Kak tapi kita...."


"Gue nggak perduli! gue bukan Gibran dan hubungan kita nggak ada larangan!" tegas Rafkha.


"Tapi nggak bisa kak loe main nyosor aja kayak gini! gue belum nerima loe bahkan belum ada kata cinta. Tapi loe udah giniin gue!" sewot Tiara dan sukses membuat Rafkha tersenyum melihatnya.


Kesalnya Tiara adalah hiburan untuknya, bahkan tak melihat sehari saja Rafkha begitu merindukan. Tatapi baru kali ini ia bertindak jauh, karena tingkah adiknya yang semakin meresahkan dan tak bisa di biarkan. Menurutnya sudah cukup ia ikut menjaga sejak kecil, sekarang adiknya telah menjadi primadona sekolah dan waktunya ia mengungkapkan rasa agar Tiara tak kemana-mana.


"Kita jangan deket-deket ya kak!"


"Nggak bisa!" tegas Rafkha.


"Hubungan ini nggak boleh berlanjut kak! kita beri batasan ya kak!" ucap Tiara lagi.


"Nggak mau!"


"Nggak ada menghindar lagi dari gue! berusaha jaga jarak sama gue! apa lagi nggak mau ngomong sama gue! kita akan seperti biasa seakan tak ada apa-apa tapi loe milik gue selamanya!"


"Fiks no debat?" tanya Tiara dengan wajah polosnya.


"Hhmm....."


"Dasar kerbau! tambeng!" Tiara mendorong tubuh Rafkha dan segera keluar dari ruangan itu. Bisa gila pikirnya jika terus bersama dengan Rafkha. Apa lagi pria itu mulai berani, mungkin Rafkha masih bisa menguasai diri. Justru dirinya yang takut tak bisa lagi menahan gejolak untuk tidak membalas.


"Enak sich....ikh otak gue...." Tiara mengetuk-ngetuk kepalanya yang mulai korslet karena Rafkha.


Tiara masuk ke dalam kelas, beruntung guru belum memulai pelajaran hingga ia bisa dengan mudah masuk tanpa kendala. Dengan beralasan klasik yaitu dari toilet.


"Lain kali bawa toilet dari rumah Tiara!" ucap guru bahasa yang mendengar alasan dari Tiara.

__ADS_1


"Kalo itu toilet sebesar wajik bakal Tiara jinjing kemana-mana Bu!" celetuk Tiara yang mendapat sorakan dari murid lain.


"Bibir loe biru, abis di sedot tawon loe ya!" ucap Lily dengan menelisik wajah Tiara yang berbeda, karena lipstinnya hilang dan bibirnya sedikit membengkak berubah warna.


"Iya sama bapak tawon yang lama nggak dapet jatah dari bininya! puas loe!"


"Dasar bar-bar!" ketus Lily. Tapi dalam hati ia cukup curiga jika Tiara tak sedang dari toilet. Tapi tak ingin memperpanjang karena akan jadi ramai dan bisa-bisa di usir dari kelas.


90 menit pelajaran telah usai, setelah guru keluar dari kelas, murid-murid pun bergegas istirahat. Tiara dan lily bersiap menuju kantin tetapi langkah Tiara terhenti saat Rafkha tiba-tiba masuk ke kelasnya, jantung Tiara pun berdebar melihat Rafkha dengan mata berbinar.


"Ngapain kakak gue kesini? masih berlaku emangnya mantan OSIS berkeliaran."


"Nyariin pacarnya kali!" celetuk Tiara dengan spontan dan sukses membuat Lily menoleh ke arahnya.


"Siapa?" tanya Lily penasaran tapi tak lama Zea menghampiri Rafkha dan seperti biasa dia akan menggelayut mesra di lengan Rafkha.


Tiara yang melihat pun tampak jengah dan memilih untuk segera melangkah kembali lalu pergi ke kantin. Sedangkan Lily nampak mendelik melihat kakaknya yang di sambut Zea. Kemudian segera menyusul Tiara yang sudah berjalan meninggalkannya.


Langkah Tiara terhenti saat tiba-tiba tangannya di genggam oleh Rafkha. Keduanya berdiri dengan posisi saling membelakangi, hanya Lily yang melihat tangan Rafkha menggenggam tangan Tiara karena posisi Lily yang berada di belakang sepupunya.


"Bareng!" lirih nya penuh penegasan.


"Gue bukan lalat yang nempel sana sini, gue bisa jalan sendiri!" Tiara melepas genggaman tangan Rafkha dan pergi meninggalkannya. Lily pun hanya menatap sang kakak dengan gelengan kepala.


Rafkha mendengus kesal mendengar ucapan Tiara, hubungan keduanya memang belum jelas, tapi niat Rafkha ke kantin ingin mendekati Tiara dan mulai memberikan perhatian untuknya tetapi justru Zea dengan gesit mendekati.


"Ayo ke kantin kak! kakak jemput Zea kan? tau aja kalo aku udah laper jadi bakal lama kalo harus ke kelas kakak dulu. Kak Brian mana kak?" tanyanya dengan wajah polos membuat Rafkha hanya bisa menghela nafas panjang.


"Udah duluan!"


Rafkha segera melangkah menuju kantin dengan Zea yang terus bergelayut di lengannya tanpa perduli Rafkha yang sejak tadi berusaha melepas.


...🍀🍀🍀...

__ADS_1


Yang baca harap bijak ya... agak-agak gitu nggak apa-apa kan? othor mau bikin kisah remaja jaman now. Bukan malu-malu tapi mau...


Dan kalian.... OMG mana comentnya? atuh othor mikirnya menghabiskan berapa purnama hingga mendaki lembah melewati samudra loh buat lanjutin kisah anak-anak trio koplak. Dan jangan lupa like, vote, subscribe....biar dapet notifikasinya.


__ADS_2