YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Ganggu!


__ADS_3

Setiap satu jam sekali Rafkha menghubunginya, menanyakan kabar dan ada keluhan apa. Awalnya Tiara suka, perhatian suaminya begitu membuatnya tersanjung. Namun lama-kelamaan bosan juga karena Rafkha mengganggu konsentrasi bekerja.


Tanpa sadar Tiara kesal dan malas menanggapi lagi panggilan itu. Membuat Rafkha yang kini sedang sibuk dengan kliennya pun nampak tak fokus.


BRAK


Tiara terjingkat dan spontan mengusap lembut perutnya yang masih rata tapi mulai berbeda, mungkin karena sejak tadi siang makan banyak dan bekerja sambil ngemil. Sungguh hidup bumil yang satu ini makmur tanpa ada drama mual muntah. Hanya nafsu makan yang begitu berlebihan.


"Kakak!"


"Ngapain nggak angkat telpon aku dan nggak merespon pesan dariku, hmm? kamu buat aku khawatir tau nggak?" hatinya kesal namun tak mampu membentak, Rafkha masih mengatur nada bicaranya yang halus setiap menghadapi Tiara. Apa lagi wanitanya kini sedang mengandung anaknya. Sudah pasti tak ingin menyinggung dan menyakiti.


"Kakak hubungi aku kayak orang nagih utang tau nggak! setiap jam bahkan makin siang setiap setengah jam sekali menanyakan sesuatu dengan pertanyaan yang sama. Aku bosen kak!" Tiara merengut kemudian memasukkan biskuit keju ke mulutnya.


Rafkha hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya, apa lagi melihat banyak sampah makanan di dalam tempat sampah yang berada dekat kaki Tiara.


"Aku tuh memantau kalian berdua, takut ada sesuatu yang nanti aku nggak tau. Selesai meeting aku bela-belain kesini, sampe belum makan siang demi melihat kamu dan memastikan jika kamu baik-baik saja."

__ADS_1


Rafkha menghela nafas panjang kemudian segera duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya di sana. Lelah berlarian dari tempat meeting hingga masuk mobil dan dari lobby kantor Tiara sampai ruangannya. Belum lagi pikirannya yang tadi sempat stress sendiri ulah istrinya yang mengabaikan dirinya.


"Mending Kakak makan dulu, aku tadi pesan makanan tapi belum aku makan karena masih kenyang. Udah bapak Rafkha yang terhormat, jangan ngambek-ngambek lagi oke!" Tiara mendekati dengan membawa kantong keresek makanan dan biskuit yang sejak tadi menemani kerjanya.


"Katanya tadi sudah makan siang, kenapa ini nggak di makan?" tanya Rafkha dengan tatapan penuh selidik.


"Udah makan siang, tapi kalo ini aku sengaja pesan takut nanti aku lapar. Eh ternyata Kakak datang dan lebih membutuhkan. Lebih baik buat kakak aja karena aku masih kenyang." Tiara mengusap perutnya dengan senyuman manis dan kembali memakan biskuitnya.


"Kenapa jadi suka ngemil? apa anak ayah lagi suka jajan?"


Rafkha menganggukkan kepala kemudian mengusap perut Tiara dengan gemas, "ngemil terus sampe gendutan."


Plak


"Aauuwwhh.....sakit sayang!" Rafkha meringis mendapati pukulan yang sangat panas di lengannya.


"Salah siapa bilang aku gendut, baru nyemil sehari aja di bilang gendut. Terus kalo aku gendut kakak mau cari lagi gitu? iya? mau poligami? bilang! ayo cepat katakan! biar aku karantina si Joni agar supaya nggak bisa tebar pesona!" entah mengapa emosi Tiara meluap, ia meletakkan bungkus biskuit itu di atas meja kemudian mengangkat kaki satunya di paha Rafkha dengan bertolak pinggang.

__ADS_1


"Sayang...sabar! kamu ini kenapa? mau gendut mau nggak, kamu tetap milik aku satu-satunya dan nggak akan ada yang menggantikan. Tapi jika posisi kamu yang begini membuat Si Joni ingin berselancar lagi sayang!" ucap Rafkha dengan menatap isi rok Tiara yang terpampang nyata.


Mendengar itu membuat Tiara segera menurunkan kakinya namun tangan Rafkha menarik tubuh Tiara hingga terduduk di pangkuannya.


"Kakak! nggak usah pegang-pegang cewek gendut, lagian inget ini di kantor ya kak! aku nggak punya kamar seperti di kantor Kakak!" Tiara memberontak, menolak dengan berbagai alasan namun tak di dengarkan oleh Rafkha justru semakin mengeratkan pelukannya dan mengusap perut Tiara dengan gemas.


"Aku bisa dimana saja sayang, di sofa ini pun bisa. Dengan kamu duduk di pangkuan aku juga bisa, jadi jangan beralasan Beby...kamu sudah memancing si Joni," lagi-lagi Tiara lupa jika menghadapi anak soang, ia yang ingin marah malah justru dia yang mendapatkan hukuman.


Tanpa mereka sadar ada yang membuka pintu hendak meminta tanda tangan, siapa lagi jika bukan Wahyu yang bebas keluar masuk ruangan tanpa mengetuk.


"UPS.....sorry gue nggak tau kalo kalian lagi mau nambahin personil lagi! Buat kembar Lima ya Ra? atau jadi tim sepakbola sekalian!" ucap Wahyu asal membuat Tiara geram, ia yang sedang menikmati cumbuan Rafkha seketika menutupi bagian dadanya yang sudah terbuka dan memeluk bersembunyi di dada suaminya.


"Ck, nggak usah ganggu! cepet keluar! ntar kalo udah kelar gue kabarin!"


Tiara menepuk dada Rafkha, mendengar ucapan suaminya yang begitu membuatnya semakin malu. Wahyu pun hanya tersenyum miring kemudian pergi meninggalkan keduanya dan kembali menutup rapat pintu ruangan Tiara. Tetapi sebelumnya ia berpesan. Jika ingin meneruskan harap kunci ruangan agar tak berujung kentang.


"Kalian berdua sama-sama gila!" celetuk Tiara.

__ADS_1


__ADS_2