YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Peringatan


__ADS_3

Tiara benar-benar mengikuti upacara bendera, hanya karena penasaran dengan nama yang akan menggantikan posisi Rafkha menjadi ketos baru SMA Baratajaya. Beruntung ketiga calon ketos di depan sana semua tampan dan cocok di bawa kondangan.


Dan setelah mengikuti segenap rangkaian upacara yang membuat Tiara mengeluh sejak awal, kini tiba pengumuman siapa yang menjadi ketos di tahun ini. Ketua kesiswaan pun memberi sambutan dan menyebutkan nama salah satu siswa yang telah berdiri di samping Rafkha.


"Loe serius sama ucapan loe?" bisik Lily yang masih tak mengerti dengan jalan pikiran Tiara, sungguh gila menurutnya. Ia yang hanya asal memberi usulan justru dengan mudah di terima. Dan sekarang membuat geger para siswa dan siswi Baratajaya.


"Hhmm....gue serius, katanya pengen gue jadi anak baik. Ini lagi otw menjadi anak baik. Udah diem dengerin aja siapa yang terpilih!"


"Dan yang akan menjadi ketua OSIS tahun ajaran 2020-2021 adalah Saputra dari kelas XI IPA 2, selamat untuk Saputra, semoga kamu bisa meneruskan tugas Rafkha selama ini. Dan bisa menjaga sekolah kita agar lebih baik lagi dengan menjaga kedisiplinan semua siswa Baratajaya."


Vero tercengang dengan keputusan yang ada, bahkan ia harus menanggung malu karena sudah sangat percaya diri dan harus menerima dua kegagalan sekaligus. Yang pertama gagal menjadi ketua OSIS dan kedua gagal mempertahankan hubungan dengan Tiara.


"Shiit....ini nggak mungkin, gila aja kalo gue juga harus kehilangan Tiara." Vero segera pergi meninggalkan lapangan saat ketua OSIS baru masih mengucapkan kata-kata terimakasih. Vero ingin segera menemui Tiara agar menggagalkan rencananya.


"Saputra Ra, ganteng sich tapi loe yakin?" tanya Lily.


"Kenapa nggak?" tanyanya dengan mengembangkan senyuman. Ia menatap Saputra yang kini sedang bersalaman dengan Rafkha.


"Selamat, semoga loe bisa jaga nama baik sekolah ini. Dan bisa melanjutkan tugas gue dengan baik."


"Makasih Kak, gue bakal usahain demi sekolah kita." Saputra begitu senang dan bangga bahkan ia bagaikan mendapat durian runtuh, di pilih menjadi ketos dan mendapatkan Tiara sekaligus.


"HHmm...dan satu lagi, jangan sampe loe coba-coba deketin Tiara! kalo sampe itu terjadi, hari ini juga gue copot jabatan loe!" bisik Rafkha membuat wajah Saputra memerah dan segera menganggukkan kepala.


Rafkha menepuk pundak Saputra dan dengan seringai di wajahnya dia pergi meninggalkan lapangan.


"Waaaahhhh Saputra selamat, bonusnya oke lagi!"


"Mujur loe Putra, gue aja deh yang jadi pacarnya Tiara!"

__ADS_1


"Ayo tembak sekarang..."


Seruan demi seruan terlontar dari para siswa yang masih ada di lapangan, sedangkan Saputra segera masuk ke ruang OSIS dan tak lagi memperdulikan.


Vero pun menarik paksa tangan Tiara dan membawanya ke belakang kelas, ia tak terima jika benar hari ini ia akan di putuskan.


"Lepas! nggak usah tarik-tarik juga loe pikir gue kambing!" kesal Tiara yang merasakan sakit di tangannya.


"Gue nggak mau putus!" tegas Vero.


"Kenapa? Lagian loe nggak kepilih dan gue sudah memutuskan kalo kita putus, toh tadi loe udah setuju sekarang apanya yang buat loe keberatan?" tanyanya tanpa ada rasa bersalah.


"Karena gue masih sayang sama loe Tiara! gue nggak mau putus dari loe!" sentak Vero.


"Tapi gue mau! dan gue nggak akan tarik kata-kata gue! kita putus!" Tiara segera meninggalkan Vero tetapi Vero segera menarik tangannya hingga punggung Tiara terbentur dinding.


"Gue nggak akan lepasin loe Tiara!" Vero segera memajukan wajahnya meraih bibir Tiara dengan paksa. Tiara yang mengerti niat Vero segara menghindar dan berusaha memberontak.


"Brengs3k loe! berani loe nyentuh Tiara!"


Bugh


"Ampun kak!" Vero benar-benar tidak bisa melawan karena tendangan Rafkha di perutnya begitu menyakitkan.


"Hari ini terakhir gue peringatin loe! sekali lagi loe deketin dan memaksa Tiara, gue nggak akan segan-segan buat kasih pelajaran yang lebih berharga buat loe dan ngeluarin loe dari sekolah ini, ngerti!" sentak Rafkha dengan memberikan kembali pukulan di wajah Vero hingga pipinya memerah.


Rafkha membuang nafas kasar saat melihat Tiara meringkuk dengan tubuh bergetar. Ia merasa kecolongan dan bersalah karena telah gagal menjaga.


"Bagun!"

__ADS_1


Tiara segera mendongak dengan bibir mengerucut menahan Isak dan menatap Rafkha yang kini mengulurkan tangan padanya.


"Ayo!"


"Kakak...." Tiara bangun dan memeluk tubuh Rafkha. Jika tidak ada Rafkha mungkin Vero sudah melakukan hal lebih. Beruntung Rafkha datang dan menghentikan aksi Vero.


"Ssstt....udah nangisnya, jangan takut dia nggak akan ganggu loe lagi!" ucap Rafkha dengan membalas pelukan dari Tiara. Dia yang ingin memberi peringatan pada Tiara dengan apa yang ia janjikan pada ketos baru justru di buat emosi dengan melihat adegan yang membuatnya begitu murka.


Rafkha membawa Tiara ke basecamp, dia mendudukkan Tiara dan memberikannya minum. Tiara pun tak menolak, gadis itu menerima dan segera meminumnya hingga tandas.


" Mau kemana?" tanya Rafkha saat melihat Tiara beranjak dari sana, Rafkha menahan tangan Tiara hingga Tiara kembali terduduk di sofa.


"Sebelumnya makasih udah nolongin gue kak, tapi gue harus buru-buru ke toilet sebelum virusnya si Vero ngerusak bibir gue!" ucapnya dengan mata sembab dan bibir cemberut. Vero memang baru menempelkkan bibirnya tapi entah mengapa Tiara ingin segera membersihkannya.


"Nggak perlu!"


"Kok gitu! nggak mau, gue harus bersihin kak. Gue nggak mau bekas bibirnya masih ada di sini!" Tiara mengusap bibirnya dan benar-benar jijik akan itu.


"Sama gue nggak?"


deg


Tiara lupa jika Rafkha pun sudah menciumnya, bahkan baru kemarin ia merasakan. Tapi tanggapan Tiara tak seperti ini, bahkan tidak ada niat untuk membersihkan apa lagi mencucinya. Walaupun sempat menampar Rafkha karena tak terima dengan semua ucapan Rafkha sejak semalam.


"Gue yang bakal hilangin bekasnya." Rafkha menatap lekat wajah Tiara yang kini sudah merona.


"Tapi kak mmmmppptttfff....." Rafkha segera meraih bibir Tiara membuat mata gadis itu membola. Mengecup dan menyesaap hingga jantung Tiara berdebar kencang. Dengan lembut Rafkha melumaaat bibir Tiara, merasakan manisnya benda kenyal yang membuatnya tak bisa lupa. Tiara pun hanya diam dengan mencengkeram roknya, entah mengapa jika dengan Rafkha ia tak bisa melawan dan membiarkan hingga Rafkha melepas ciumannya.


"Udah bersih dan nggak perlu lagi di cuci pake air!" bisiknya saat Rafkha melepas dengan tatapan yang masih sama.

__ADS_1


"Kak kita..."


Rafkha kembali mengecup bibir Tiara dan membuat gadis itu tak bisa lagi melanjutkan ucapannya.


__ADS_2