YOU'RE MINE ADIK NAKAL

YOU'RE MINE ADIK NAKAL
Jangan Nakal


__ADS_3

Rafkha menatap tajam Brian yang sejak tadi jengah melihatnya. Brian tau persis Rafkha dalam mode galak tetapi dan menjaga jarak. Hubungan yang rumit bagi Brian telah di mulai. Sahabatnya itu seperti tak lagi memiliki stok perempuan hingga sepupu sendiri di jadikan pacar.


"Bucin loe!" ejek Brian dengan menggelengkan kepala dan segera beranjak untuk mengajak semuanya barbeque di halaman belakang. Sedangkan Rafkha masih terdiam di tempat menatap Tiara yang hari ini berdandan girly membuatnya semakin gemas.


"Jangan nakal dek kalo loe nggak mau liat gue ngamuk di sini!" bisiknya dan segera masuk mengikuti langkah Brian.


Tiara merengut dengan menirukan gaya bicara Rafkha yang ia padukan dengan gaya menyek-menyek khas dirinya. Kemudian mendapat cubitan di pipi dari Bayu yang kebetulan melihatnya.


"Ini mulut kenapa ini, hhmm? udah kayak soang minta jajan, manyun aja.. jatah bulanan kurang dari papah?" tanya Bayu yang kini merangkul Tiara menuju halaman belakang dengan membawa daging serta bahan-bahan untuk di panggang.


"Iya om bagi duitnya dech! Kak Brian suka minta traktir sama Tiara soalnya," jawabnya asal dan mampu menarik perhatian Brian yang kini sedang berdiri di samping Rafkha. Brian merasa tak terima tetapi saat ingin mendekat untuk membela diri segera di tahan oleh Rafkha. Tapi Tiara justru menjulurkan lidahnya pada Brian hingga membuat Rafkha semakin geregetan.


"Serius? bikin malu anak Papah nich, tenang nanti om transfer oke."


Dengan mata berbinar Tiara memeluk Bayu seperti anak kecil yang kegirangan bahkan Andika hanya menggelengkan kepala melihat aksi putrinya yang berhasil mendapatkan tambahan uang jajan dari Bayu.


"Waaahhhhh Tiara tunggu ya om, makasih!"


"Apa sich yang nggak buat calon mantu!" ucap Bayu menghentikan tawa Tiara.

__ADS_1


"Apa om, calon mantu? ikh siapa yang mau sama kak Brian? pelit bin irit begitu! no ....big no ....no debat bin valid! mending sama kaka Rafkha," tegas Tiara dengan menggoyangkan jemari telunjuknya ke kanan dan ke kiri. Brian yang melihat pun ingin sekali membekap mulut Tiara tetapi tak berani karena di samping kirinya ada pawang yang siap melayangkan bogem mentah padanya kapan saja jika berani mendekati adik kesayangannya.


"Rafkha kan mantu Om, nantinya bakal nikahnya sama Zea."


deg


Senyum Tiara luntur, menikah.....apa benar akan itu. Jadi hubungan dia dan Rafkha bagaimana setelah ini, hubungan yang baru akan di jalin tetapi sudah mulai ada kerikilnya yang menjadi batu sandung untuk mereka.


Melihat perubahan di wajah Tiara, Rafkha pun ingin mendekat tetapi di tahan oleh Brian. Brian pun tak ingin perlakuan Rafkha membuat semua curiga. Namun Zea sangatlah bahagia, bahkan senyumnya mengembang menatap Bayu dan menghampirinya dengan manja.


"Waaahhh......Tiara ikut senang kalo gitu Om, udah punya calon mantu yang tajir melintir sampe tujuh turunan rupiahnya nggak abis-abis! bakal nambah jatah Tiara nanti." Tiara memaksakan senyumannya bahkan Tiara tertawa dengan mata berkaca membuat Rafkha mengepalkan tangan melihat kegetiran yang begitu ketara.


Lily pun sama, dia segera menarik tangan Tiara dan membawanya kembali ke teras depan. Semua pun nampak terdiam sedangkan Bayu, Raihan dan Andika saling memandang. Kemudian Rafkha segera menyusul setelah melihat Lily membawa Tiara pergi.


"Loe tau?" tanya Tiara setelah sadar jika ia menangis di pelukan Lily dan anggukan darinya membuat Tiara menatap dengan air mata yang kembali mengalir.


"Sejak kapan?"


"Udah lama gue tau kalo Kak Rafkha suka sama loe dan baru kemarin gue tau kalo loe juga punya rasa yang sama. Gue pikir cuma sebelah tangan dan loe nggak suka sama kakak gue. Tapi ternyata kalian sama..... sama-sama gila!" ucapan Lily mendapat pukulan dari Tiara tapi setelahnya dia menunduk terdiam mengingat hubungan meraka yang tak akan bisa bersatu.

__ADS_1


"Sulit Ly...." lirih Tiara dengan menatap jemari yang ia kaitkan.


"Gue tau dan gue dukung loe! Gue mau loe jadi kakak ipar gue!" ucap Lily menciptakan senyum di wajah Tiara bahkan Tiara terkekeh di sela kesedihannya.


"Pikiran loe kejauhan! kita masih sekolah, hubungan cuma pacaran yang nantinya akan putus kapan aja. Apa lagi masa depan masih panjang. Siapa tau pacaran sama gue nikahnya sama Zea. Nggak ada yang tau hari esok dan nggak tau juga jika jodoh gue bener.. mmmmppptt!"


"Sampai kapanpun loe milik gue dan kita akan selalu bersama!" bisik Rafkha penuh penegasan, sejak tadi ia menyaksikan bagaimana sedihnya Tiara tetapi masih membiarkan gadis itu meluapkan kesedihan hingga tenang. Tetapi ucapan Tiara semakin merembet kemana-mana dan itu membuat Rafkha tidak suka dan tak terima.


Lily tersenyum miring melihat sikap kakaknya yang bucin, Kakak yang ia tau seorang yang pendiam dan dingin bisa hangat saat bersama dengan orang yang ia cinta.


"Jangan peluk-peluk Bae kak, loe nggak liat ada gue! lagian kalo ada yang liat kalian begini auto besok loe di kawinin beneran sama Zea!" celetuk Lily.


"Ck, nggak usah bahas itu!" kesal Rafkha kemudian menatap wajah Tiara yang sembab. Tangannya terulur mengusap lembut kepala gadis itu tetapi Tiara hanya diam dan membuang muka.


"Jangan terlalu di pikirkan, gue udah bilang kan..di sini ada siapa?" Rafkha membawa jemari Tiara tepat di dadanya. "Jadi nggak usah takut! kita berjuang bersama dan loe jaga hati jaga sikap. Gue nggak suka loe peluk-peluk pria lain termasuk Om Bayu, gue bisa kasih loe uang jajan tanpa harus ngerayu laki-laki lain!" tegas Rafkha.


Tiara melebarkan matanya dan segera menoleh ke arah Rafkha dengan bibir mengerucut. Dengan orang tua saja Rafkha cemburu bagaimana jika dengan mantan atau teman sekolah. "Gila si kutub kalo udah cinta, nggak ngerti lawan."


Begitupun dengan lily, ia menganga melihat sikap kakaknya yang berbeda, di depan Tiara Rafkha bisa panjang lebar tak seperti dengan anggota keluarga lainnya. Reflek Lily menepuk kedua tangannya dengan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kakak gue kalo udah cinta suka lupa kebiasaan ya. Ternyata bisa juga pidato panjang begitu, gue kira bakal keseleo itu lidah kalo kebanyakan ngomong. Cinta memang gila tapi cinta tak selamanya indah dik!" Lily menepuk pundak Rafkha membuat pemuda itu membuang muka, jengah dengan sikap Lily yang mengganggu. "Gue salut sama loe Tiara, bisa merubah beruang kutub jadi beruang kampung!"


Tiara mengulum senyum menahan tawa yang sejak tadi ingin terlepas dan melihat wajah Rafkha yang sudah memerah.


__ADS_2