Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
ZANN


__ADS_3

...Ocak 2009'da dokuzuncu calismayi yaptim,...


...Zann'a Zed Analitik numara dokuzun...


...kisaltmasi Adini verdim...


...Hatirlamasi kolay olmak...


"Waduh gue nggak tahu deh apa artinya, plis jangan tanya gue. Mendingan tanya Zaskia aja ya" Kata Zweta sambil menggelengkan kepalanya karena dengan mendengarnya saja ia tak sanggup saking rumitnya.


"Sebenarnya gue tau artinya, kan gue yang nulis ini. Tapi kenapa ya, ko gue jadi mendadak lupa gitu?" Tanya Zinta penasaran.


Ia mencoba mengingat kembali arti dari tulisannya tersebut. Zweta turut berpikir sejenak dalam benaknya.


"Ohiya bener gue ngerti sekarang! Kan lo sekarang udah lansia Zin, makanya lo nggak inget sama sekali, alias pikun kaya Ibu lo" Sahut Zweta yang mencoba menterjemahkan pikiran Zinta.


"Kenapa gue nggak bisa baca tulisannya? Soalnya mata gue itu minus, bukan plus yang lo alami saat ini" Sambung Zweta kembali.


Zweta menambahkan penjelasan ilmiahnya dengan gaya seperti seorang detektif Conan.


Zinta hanya bisa berdiam diri sembari mendengarkan celotehan Zweta yang dipikir rada masuk akal. Alih-alih berpikir, tiba-tiba ia segera menghubungi ponsel pintarnya Zaskia.


πŸ“ž"Halo Zas, sorry sebelumnya. Gue butuh banget bantuan lo sekarang" Pinta Zinta dengan nada suara yang mendesak.


πŸ“ž"Whatever" Jawab Zaskia.


πŸ“ž"Plis Zas jangan nambah masalah lagi! Kita sekarang udah diujung tom..." Sahutnya.


Zinta berbicara dalam keadaan panik, namun ia belum melanjutkan pesannya, lantaran sambungan ponsel pintarnya pun terputus di tengah jalan.


☎️ Tut..Tut..Tut


πŸ“ž"Halo Zas.. halo?" Ucap Zinta menghela nafas panjang.


Kemudian ia segera menutup sambungan ponsel pintarnya tersebut.


"Gimana?" Tanya Zweta untuk memastikan sesuatu.


"Gila ya! Maunya apa coba? Katanya ingin permasalahan cepat selesai? Tapi dimintakan bantuan, malah acuh gitu aja?" Ujar Zinta yang kini suasana hatinya menjadi kian memanas.


Mobil jemputan telah membawa Zaskia bergerak dengan kecepatan tinggi. Zaskia duduk di depan bersebelahan dengan si supir. ia melihat pergantian sore menjelang malam hari dari arah dalam kaca mobil. Sungguh pemandangan yang sangat indah.


Sepanjang perjalanan, ia berdiam diri dan mencoba melupakan hari patah hatinya beberapa hari yang lalu. Mengusap air matanya yang menyisakan mata sayu bengap efek tangisannya yang tak kunjung selesai.

__ADS_1


Kurang dari lima jam ia duduk disana. Kemudian ia memberi tahu si supir untuk mengantarnya ke alamat rumah sahabatnya yang bernama Zinta. Ia berjalan lunglai dan berhenti tepat didepan laboratorium dimana Zinta dan Zweta berada dan mencoba membuka pintunya. Meski ia sadar tidak akan bisa masuk kedalamnya.


...( kata sandi benar namun salah )...


Dari dalam ruangan, Zweta mendengar suara seseorang dari balik pintu mencoba untuk memasuki ruang laboratorium. Terdengar hampir tiga kali, namun tak kunjung berhasil. Dengan rasa penasaran, ia meminta izin pada Zinta untuk membuka pintu tersebut.


"Denger deh Zin, ada yang coba buat masuk kesini, gue buka ya?" Tanya Zweta.


Zweta berjalan perlahan mendekati monitor untuk memeriksa keadaan diluar sana. Ia pun terkejut karena mendapati Zaskia yang terlihat dengan tatapan kosong dengan raut wajah yang lesu.


...( Kata sandi benar silahkan masuk )...


Pintu laboratorium terbuka. Zaskia terjatuh pingsan. Lalu kedua sahabatnya membawa Zaskia masuk kedalam ruangan. Waktu berlalu begitu cepat, kini Zaskia sudah siuman dan menceritakan kronologisnya kepada kedua sahabatnya. Sekarang ia sudah bisa tersenyum walau secuil, karenanya merasa ada yang menyemangatinya.


"Iya Zas gue udah dapat jawabannya. Nah jawaban itu sekarang ada di lo!" Ujar Zinta sambil mencoba meyakinkan diri pada Zaskia.


"Maksudnya?" Tanya Zaskia.


Dengan mendengarkan perkataan Zinta, akhirnya Zaskia mau menterjemahkan artinya ke dalam bahasa Indonesia, bunyinya seperti ini.


...Pada bulan Januari 2009, saya membuat...


...Penelitian yang ke sembilan, saya memberi...


...Number Nine, agar mudah diingat...


...****...


Telinganya Zinta menyimak dengan sungguh dan mengangguk. Ia segera bergegas serta mengetahui apa yang ingin dicari dalam petunjuk tersebut.


"Zann!" Ucap Zinta terperangah.


"Gue tau sekarang! Wah nggak mungkin sih gais...Kita dalam bahaya" Kata Zinta.


Mengambil beberapa tabung reaksi berisi cairan bernama ZANN, sembari membaca kembali daftar penelitiannya. Nyatanya ia membenarkan terjemahan yang dimaksud oleh Zaskia.


Zweta dengan sigap membantunya, ia tahu betul apa yang mesti dilakukan dalam situasi saat ini.


"Kita bagi tugas ya! Gue bacakan penjelasannya dan lo praktek sains aja, oke?" Kata Zweta sambil memberi aba-aba.


"Tunggu! Kenapa lo bilang kita dalam bahaya Zin? ZANN itu apa? Tolong jelasin ke gue" Sahut Zaskia dengan nada suara agak tinggi didengar dengan aksen bahasa Sunda nya.


"Jadi ZANN itu penelitian gue yang ke sembilan, yang dimana komposisi nya bisa merubah suara dan penampilan tubuh seseorang menjadi wanita berusia dewasa yang pada dasarnya, seseorang tersebut benar-benar membenci karakter orang lain dalam kehidupan nyata di kehidupan sehari-harinya" Jawab Zinta yang menambahkan penjelasan ilmiahnya.

__ADS_1


"Jadi ini disebut?" Sahut Zaskia kembali.


"Karma" Jawab Zinta dengan memperjelas kalimatnya.


Zaskia mencoba mengingat sesuatu yang disebut karma dari seseorang di masa lalu. Ia belum bisa memastikan dengan jernih dan semakin penasaran. Sehingga ia mengajukan permintaan pada Zinta untuk membantunya memasuki time travel.


"Yakin lo Zas?" Tanya Zinta menatap Zaskia untuk meyakinkan ucapannya.


"Iya gue serius dan yakin" Ujar Zaskia dengan mantap.


"Oke kalau itu keinginan lo, gue coba dulu ya Zas" Jawab Zinta sambil bergegas menuju peralatan canggihnya tersebut.


Memeriksa dengan teliti, bila nanti di perjalanan tidak ada kendala sama sekali.


"Semoga berhasil" Ucap Zweta.


"Lo ikut juga kan Zwet ke time travel?" Tanya Zaskia padanya.


"Sebenarnya bisa, kecuali Zweta minum ramuan ZANN dulu, sebab hanya seseorang yang sedang menjalani karmanya, bisa menulusuri time travel" Jawab Zinta menerangkan penjelasannya.


"Nggak mau lah, gue kan sebal banget sama sifatnya Dito yang sok kenal sok dekat itu. Ya masa gue nanti berubah jadi sifat Dito yang bikin gue ilfil sih? Ha haha" Sahut Zweta sambil tertawa geli.


Zinta dan Zaskia pun ikut tertawa terbahak-bahak secara bersamaan saat mendengar ucapan Zweta.


"Zevana nggak diajak Zin?" Tanya Zaskia kembali sambil mengernyitkan dahi.


Zinta memberhentikan aktivitasnya sejenak, dan ia menoleh pada sahabatnya.


"Zevana? Coba hubungin dia sekarang Zas, karena waktu kita nggak banyak. Kalau dia ngga mau ikut, yaudah gapapa" Sahut Zinta sambil mengerjakan kembali aktivitasnya.


"Siap Prof" Jawab Zaskia sambil membuka ponsel pintarnya dan menghubungi nomor tujuan yaitu Zevana.


"Zweta gue percayakan ruang laboratorium ini sama lo yah, selama kita dalam zona time travel" Pinta Zinta yang kini merasa ia menjadi kapten di dalam sebuah tim.


"Siap Prof. Semoga kalian semua selamat dan berhasil memecahkan persoalan ini" Ujar Zweta yang menguatkan ucapan pada kedua sahabatnya.


"Ya Allah.. maafkan aku Ya Allah.." Ucap Zaskia sambil memohonkan ampun terhadap Yang Maha Kuasa, ia pun menangisi penyesalan yang luar biasa.


"Lo nggak sendirian Zas, kita bertiga loh sama Zevana juga. InsyaAllah kita pasti akan keluar dari masalah ini. Yuk semangat" Ucap Zinta yang berusaha menyemangati sahabatnya sambil tersenyum.


Kemudian Zinta, Zweta, Zaskia pun saling menguatkan.


* to be continued...

__ADS_1


__ADS_2