Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Mencari Jawaban


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari dokter Renata, mereka berdua menjadi saling pandang. Mencari alasan yang tepat untuknya agar terkesan lebih akurat. Hingga akhirnya Zaskia membuka suara menjawab pertanyaan tersebut.


"Jadi bagaimana?" tanya dokter Renata kembali dengan suara lembutnya.


"Kepala Zevana itu dip.." ucap Zaskia yang belum saja melanjutkan ucapannya tiba-tiba berpusat pada kondisi Zevana.


Tut..


Ia melihat pergerakan jari tangan Zevana mulai terlihat ada respon walau hanya sedikit. Mungkin Zevana sudah merasa lelah dengan dirinya yang terus terbaring di tempat tidur. Memberikan kabar baik dengan membawa isyarat tanda ia segera bangun.


"Zevana?" ucap Zaskia segera menghampirinya.


"Dokter tolong periksa kembali keadaan Zevana. Soalnya tadi saya lihat ada respon dari tangannya" ujar Zaskia yang sedikit panik bercampur bahagia.


...Menelusuri jauh ruang ingatan Zevana...


...Petunjuk baru merespon suasana...


...Hadir menyesuaikan rencana...


...seorang lelaki menghampirinya...


...Kabut itu memperhatikan...


...Setiap langkah berjalan...


...Menyusuri sebuah taman...


...Adakah sebuah ajakan...


...Atau mungkin sebuah candaan...


🌸🌸🌸


Dug..! Dug..! Dug..!


Terdengar suara bola basket menghentakkan ke lantai didekat Zevana berada. Ia merespon dengan antusias serta mencari tahu siapa orang yang sedang melakukan kegiatan tersebut. Berlarian dengan penuh semangat, hingga ia bertemu dengan seseorang yang dimaksud.

__ADS_1


"Adnan ternyata lo disini? ya ampun sampai nggak ada kabarnya. Ayo kita main basket bareng" ujar Zevana dengan keceriaan yang tampak diwajahnya.


Ia terlihat sedang bermain bola basket bersama Adnan dalam ingatannya. Dalam waktu yang singkat, mereka menyelesaikan olahraga tersebut serta duduk dibawah pohon yang rindang. Zevana mendengarkan ucapan yang diinginkan yaitu suara yang berasal dari Adnan.


"Zevana lo cepet bangun. Jangan kelamaan tidur. Gue sengaja datang ke mimpi lo. Soalnya gue udah nggak ada" ucap Adnan memberikan isyarat dengan senyuman yang manis.


"Udah nggak ada? maksudnya gimana sih? nggak ngerti gue. Lebih lucu lagi lo bilang gue cepet bangun? kan gue lagi main basket sama lo disini Nan. Gimana sih? hahaha" jawab Zevana sambil tertawa mendengar ucapan Adnan yang tidak masuk akal.


"Nanti lo bakalan ngerti ko" jawab Adnan memberi tahu.


"Ohiya Nan, maaf ya gue udah merusak hubungan lo sama Zaskia. Semenjak gue suka sama lo, penampilan gue jadi berubah sedikit lebih feminim. Mungkin karena lagi jatuh cinta kali ya?" sahut Zevana dengan senyum yang merekah terbawa suasana.


"Iya gapapa gue udah tau ko semuanya. Tapi maaf banget ya soalnya hati gue cuma buat Zaskia seorang. Gue yakin pasti nanti ada seorang pria yang lebih sayang lo Zevana" sahut Adnan menegaskan perkataannya.


"Iya gapapa ko. Gue juga udah tahu kalau kalian berdua itu saling sayang. Makasih ya doanya semoga jadi kenyataan" jawab Zevana dengan termenung seketika.


Di tengah obrolan, tiba-tiba Zevana mendengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat.


"Zevana ayo bangun" ucap seseorang yang memanggilnya dari arah berlawanan.


Pandangan silau dari penglihatan Zevana tersebut semakin terlihat jelas nampak seseorang yang dimaksud adalah Zweta dan Zaskia. Mereka berdua menunggu dengan senyum keceriaan untuk mengajaknya kembali di kehidupan nyata.


Ketika Zevana berbalik arah ke tempat sebelumnya, namun ia hanya melihat keadaan Adnan perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Padahal ia hanya ingin memberitahu Zaskia bahwa Adnan berada bersamanya barusan dengan perasaan yang bahagia. Sebuah pertanda untuk membenarkan ucapan Adnan adalah bahwa dirinya memang telah tiada.


Akhirnya Zevana meraih tangan kedua sahabatnya dan pergi meninggalkan tempat itu sambil berlari menuju pusat cahaya matahari yang menyilaukan penglihatannya.


"Gimana keadaannya dok?" tanya Zweta menunggu jawaban kepastian dari dokter Renata.


"Respon yang baik dari kesembuhan seseorang yang mengalami koma berada di bagian otaknya. Ketika otak sudah bisa kembali normal. Tingkat kesadaran dan daya tanggap seseorang tergantung dari seberapa banyak otak yang masih berfungsi" jawab dokter Renata setelah memeriksa Zevana secara menyeluruh.


"Alhamdulillah" sahut Zweta dan Zaskia secara bersamaan.


"Biasanya orang yang mengalami koma atau kehilangan kesadaran membutuhkan waktu berapa lama untuk kembali bangun dok?" tanya Zweta penasaran karena ia juga masih mengingat keadaan persis yang dialami oleh Zinta.


"Koma yang terjadi umumnya berlangsung selama hitungan hari atau minggu" jawab dokter Renata menuturkan pernyataannya.


Benar yang diucapkan oleh dokter Renata, respon positif yang diterima oleh Zevana kini sudah mulai terlihat dengan adanya gerakan tangan serta kedipan mata secara bersamaan walaupun tidak terlalu banyak. Itu sebuah kabar yang dinantikan oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Untuk perkembangan selanjutnya kalian tetap mendukung dan menjaganya hingga lekas sembuh ya" ucap dokter Renata memberikan senyuman tulus pada mereka sambil bergegas ke luar ruangan, karena beliau sudah selesai memeriksakan kondisi Zevana.


"Baik dok. Terimakasih banyak atas bantuannya" jawab Zweta membalas senyumannya.


"Terimakasih banyak ya dok" jawab Zaskia pada dokter Renata.


"Jika Zevana dalam keadaan koma mungkin dapat berkomunikasi dan sadar kondisinya. Berarti dia dapat melindungi dirinya sendiri" batin Zweta memberikan argumen baru.


"Zevana syukurlah lo udah bangun. Kita selalu setia nungguin lo disini" ucap Zaskia menangis terharu.


Sepertinya kehadiran Adnan membuat Zevana mengerti akan suatu hal yaitu jangan membuang waktumu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat.


Karena pada dasarnya hidup hanya sekali, berpikirlah dengan bijaksana sebelum bertindak. Karena kita tidak akan pernah tahu apakah kedepannya tindakan kita menjadi lebih baik atau mungkin mengantarkan pada sebuah Penyesalan yang tiada akhir.


"Ohiya gimana keadaannya Zinta sekarang?" tanya Zaskia pada sahabatnya.


"Zinta koma" jawab Zweta dengan singkat dengan menatap keadaan yang membuatnya teringat kembali dengan Zinta.


Mendengar perkataan Zweta, ia sempat tidak percaya bahwa kedua sahabatnya sedang mengalami keadaan koma secara bersamaan. Namun bedanya kondisi Zevana sekarang sudah terlihat membaik. Ia merasa Zinta mempunyai jasa yang berarti di dalam hidupnya.


"Darimana lo tahu kalau koma?" tanya Zaskia memastikan.


"Zedric. Secara akademis dia bisa menanganinya sendiri. Karena memang keahliannya disana" sahut Zweta menjelaskan ucapannya.


"Tapi dia kan yang udah buat sahabat kita celaka" sahut Zaskia merasa menjadi emosi setelah mendengar nama yang diucapkan oleh Zweta.


"Nggak bisa dibiarkan gitu aja" ketus Zaskia sambil beranjak menyiapkan tas ranselnya untuk mengajaknya pergi dari sana.


"Lo mau kemana Zas?" tanya Zweta melihat perilaku Zaskia yang menjadi berubah seketika.


"Gue mau nemuin Zedric sekarang" jawab Zaskia tetap melangkah ke depan meninggalkan Zweta berada.


Koma merupakan sebuah keadaan darurat medis yang serius.Tulisan ini masih berlaku dengan keadaan kondisi Zinta yang belum ada perubahan respon positif untuknya hingga saat ini.


Penemuan Zedric yang berhubungan erat dengan pelajaran kimia menggabungkan suara petir didalamnya menjadikan komponen utama kekuatan yang paling bersaing dengan teknologi Zinta yang semakin canggih.


Apakah sikap Zaskia dapat membantu keadaan?

__ADS_1


* to be continued...


__ADS_2