Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Penelitian Baru


__ADS_3

"Kayaknya tangan gue udah nggak kuat pegang ke tembok" ucap Zevana yang merasa keadaannya kini menjadi sulit untuk dipercaya.


Sebenarnya Zweta mempunyai ide dalam pikirannya yaitu mencoba untuk meraih pegangan besi yang jaraknya kemungkinan butuh beberapa langkah sampai disana.


Hingga ia memutuskan untuk mengajak Zevana agar mengayunkannya pada pegangan besi tersebut.


"Lo lempar gue sekarang ke besi itu" ujar Zweta berbicara serius.


"Apa? gue nggak mau. Kalau nanti nggak sesuai harapan gimana? ini masalah nyawa, bukan bercanda" jawab Zevana yang tidak yakin dengan ucapan Zweta.


Pusaran angin itu bergerak dengan cepat untuk menghampiri mereka berdua yang kelihatannya memang harus disingkirkan.


"Kalian tidak akan bisa menandingi kekuatanku. Hahaha" ucap suara pusaran angin tersebut.


"Anginnya mendekat" ujar Zweta dengan perasaan panik yang menghinggapinya.


Wussh


"Nggak ada salahnya kan mencoba?" sahut Zweta sambil menaruh tangan kanannya untuk mencubit lengan Zevana.


"Ah! " rintih Zevana.


Tanpa sadar, ia mengayunkan tangan ke samping kanannya ke arah pegangan besi yang dimaksud oleh Zweta. Beruntungnya Zweta berhasil mendarat dengan mulus, semua ini karena adanya dorongan angin yang kencang yang datang menghadang.


"Makasih ya" ucap Zweta dengan tersenyum.


Raut wajah Zevana berubah menjadi kecut yang nampak jelas dilihat. Ia merasa jengkel dengan sikap yang dilakukan oleh Zweta barusan.


Kini Zweta sedang berusaha untuk naik keatas melewati tembok. Namun kali ini bukanlah keahliannya. Ia benar tergelincir dari tumpuan kakinya yang memaksa dirinya untuk tetap bergerak.


SRETT


Zweta pun terjatuh dari ketinggian lantai atas ruang kelas untuk yang kedua kalinya.


"Zweta! " teriak Zevana kembali.


Teriakannya dapat terdengar jelas hingga ke telinga Zedric.


"Itu kan suara Zevana?" ucap Zedric segera meluncur menuju tempat tersebut.


Sepeda Zedtwo sebelumnya sudah diatur oleh Zedric untuk mencari keberadaan Zweta dari dalam mesin Z1.


Bersamaan dengan itu, Zevana juga terbawa pegangan besi yang kebetulan berada tidak jauh darinya. Ia terhisap partikel magnet dengan dorongan pusaran angin didalamnya.


Di tengah perjalanan Zedric, ia terkejut lantaran sesuatu bongkahan besar melesat dengan cepat dari arah yang berlawanan.


Wussh

__ADS_1


"Hah itu kan Zevana?" gumam Zedric sambil menoleh langsung kearah yang dimaksud.


Zevana melesat dengan cepat menuju tempat terjadinya hal yang tidak terduga.


"Ini diluar pemikiran gue" batin Zedric.


Tercengang bahwa semua penemuannya menyatu begitu saja padahal pada saat ia membuatnya, semua itu tidak berjalan sesuai dengan harapannya.


Zedric menjadi bingung untuk mengambil keputusan, siapa duluan yang akan dibantunya. Ia baru ingat jika ada sepeda Zedtwo yang menemaninya.


"Ohiya gue kan bawa sepeda Zedtwo tadi" gumam Zedric.


Tidak menunggu waktu lama, ia sudah mendapatkan pesan dari sepeda canggih itu yang memberitahu bahwa Zweta sudah bersamanya dengan selamat bersama Zaskia.


"Syukurlah kalau begitu" batin Zedric.


Walaupun sudah telat lima menit pergerakannya, ia akan tetap menyelamatkan Zevana.


Kali ini yang membedakannya bukan dipisahkan oleh jarak, melainkan waktu.


Semuanya berbasis kemungkinan dalam satu alur waktu saja.


Zinta yang sudah berdiri di depan kemudi layar monitor juga melihat Zevana yang melesat dengan cepat tanpa adanya baju perlindungan.


"Zevana melesat cepat tanpa adanya baju perlindungan? padahal ini sangat berbahaya untuknya" ucap Zinta sambil memutar balikkan arah mesin Z1 agar tidak terhisap partikel magnet.


"Ini nggak boleh terjadi. Gue pasti bisa" ucap Zinta berusaha sekuat tenaga untuk menghindar.


Mesin Z1 yang sebagian besar terbuat dari bahan dasar besi tersebut juga dapat terhisap bersama dengan benda apapun yang dapat ditarik oleh magnet.


"Zedric awas! " teriak Zinta dari dalam mesin.


Ia memberitahu bahwa sebagian badan mesin Z1 hampir saja terkena Zedric yang sedang fokus melintas. Hingga langkahnya pun terhenti secara mendadak.


"Hampir saja" ucap Zedric ketika melihat sesuatu dalam pandangannya dengan nafas yang tidak beraturan.


Tiba-tiba seseorang dari kejauhan mendekatinya, Zedric pun menoleh ke arah belakang. Ternyata Zweta bersama Zaskia terlihat mengendarai sepeda Zedtwo yang datang memberi tahu jika ia harus cepat membantu Zevana yang sudah terlampau jauh.


"Lo jangan kelamaan berpikir. Cepat sekarang temui Zevana yang dalam bahaya. Soal Zinta biar gue aja yang tangani" ujar Zweta berbicara melalui pesan suara.


"Siap laksanakan" jawab Zedric tetap melaju dan mempercepat pergerakannya.


Semua cara sudah dilakukan untuk menghindar, namun semuanya berkata lain. Mereka semua terhisap partikel magnet untuk masuk ke dalam dunia baru dalam pusaran angin.


Tentunya dengan cara yang berbeda yaitu masing-masing diantaranya dalam keadaan terlelap tidur.


Mengenai perjuangan sahabat sejati yang tetap membantu sebisa mungkin menyelamatkan satu diantara mereka yang kenyataannya dalam keadaan genting sekalipun.

__ADS_1


......****......


Masih ingatkah dengan langit berwarna putih dalam penglihatan Adnan pada waktu itu? rupanya langit itu salah satu tempat yang saat ini mereka alami sekarang.


"Dimana ini?" ucap Zinta yang terbangun dari suatu kondisi yang membuatnya sedikit pusing setelah tersadar.


Suaranya pun memantul ketika berbicara apapun.


"Hah tempat apa ini? gue dimana sekarang?" tanya Zweta sambil melihat di sekelilingnya.


"Zas bangun" ujar Zweta yang memegang bahu sahabatnya yang sebelumnya sempat tergeletak karena pingsan.


Namun bedanya kali ini Zweta tidak dapat melihat Zaskia yang dengan jelas berada disampingnya sejak tadi. Di setiap lapisan hanya ada warna putih saja.


"Ah kepala gue" ucap Zaskia sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kenapa semuanya berwarna putih? gue dimana sekarang?" tanya Zaskia dengan kondisi ketakutan.


Mereka baru saja melewati tahap awal dalam dunia yang belum pernah mereka temui sebelumnya.


"Zaskia udah lama banget ya kita nggak ketemu" ucap seseorang yang terdengar tidak asing di telinganya.


"Adnan? kamu dimana sekarang?" ucap Zaskia dengan terisak menangisi keadaannya.


"Bohong! pasti semuanya cuma sebatas mimpi kan? lo pasti bukan Adnan. Kalian nggak bisa mempermainkan hati seseorang gitu aja" ucap Zaskia yang berubah menjadi emosi yang tidak mudah ditebak.


"Ini aku beneran Zaskia" sahut suara itu yang menyerupai suara Adnan.


cklek


Hingga Zaskia pun tidak sadar membuka pintu sepeda Zedtwo langkahnya terjatuh dalam sekejap.


Aahhhh


Suara Zaskia terdengar jelas dengan bergemuruh dalam pusaran angin. Kemudian langit putih itu pun berubah secara bersamaan, kembali di keadaan semula.


"Zaskia! " teriak Zweta menangis sesenggukan. Tidak tahu harus berbuat bagaimana.


Karena Zweta yang menjadi saksi utama ketika melihat Zaskia terjatuh. Namun pergerakannya lambat, karena sesuatu pada langit berwarna putih telah berubah sesuai skenario yang dibuat oleh pusaran angin tersebut.


Zweta merasa sangat menyesalkan sikapnya yang tidak bisa membantu dalam suatu keadaan.


Zinta dengan sigap mencari tahu, mungkinkah mereka berada dalam dunia sains yang ia cari selama ini?


Zinta memberanikan dirinya untuk keluar menggunakan baju perlindungan yang sedikit berbeda dari sebelumnya.


Kali ini ia sudah menyiapkan segala peralatan canggihnya, yang memang sudah dinantikan sejak lama dalam peristiwa ini. Dengan alasan utama yaitu mencari jejak Adnan.

__ADS_1


"Sekarang Zaskia sudah terbawa. Kemungkinan Adnan tidak jauh darinya" ucap Zinta dengan beragam pertanyaan yang memenuhi pikirannya.


* to be continued...


__ADS_2