Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Season 2


__ADS_3

"Aku dikelilingi kegelapan, ada tangan yang mencengkram leherku, mencekik dan mengangkat dari atas tanah. Tangan itu melepas ku, dan kakiku pun mendarat" Perasaan sebenarnya yang dialami belakangan ini.


"Apa yang terjadi? Aku membakar buku penemuan. Jadi kisah tentang para peneliti bukankah seharusnya telah usai. Seharusnya aku kembali ke rumah, tapi ini dimana?" Pikirannya mulai terganggu oleh sesuatu yang mengetuk jendela.


Gadis itu merasa familiar. Sambil berdiri, ia mulai melihat-lihat lingkungan di luar sana. Hanya ingin memastikan kecurigaannya tidaklah benar.


"Siapa di sana?" Ia mengucapkan kata namun tak nampak didengar.


"Ada apa?" Tanya seseorang dengan nada yang mengkhawatirkan.


Ia menatap punggung perempuan yang baru ditemuinya lima tahun yang lalu.


Gadis itu masih termenung di sana. Ia menadahkan kedua telapak tangan dalam keadaan mengingat sesuatu, tentu saat sebelum semua masalah menimpa dirinya.


"Aku akan kembali nanti" Jawabnya sambil bergegas menuju halaman luas tersebut.


"Kalau begitu aku ikut denganmu. Cuaca diluar masih sangat dingin, tentu aku tidak akan membiarkanmu sendirian diluar sana" Sahut lelaki itu seraya mengambil jaket tebalnya.


"Terimakasih sudah membantuku, tapi aku bisa mengatasinya sendiri" Sahutnya kembali sambil menoleh kearah lelaki tersebut.


"Kau benar" Sahutnya seraya memperhatikan tiap ucapan yang dilontarkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Gadis itu tertegun sejenak setelah mendengar jawaban dari lelaki di hadapannya.


"Kenakanlah jaket ini, jangan lupa bawa perbekalan yang cukup" Ujarnya sambil memberikan barang-barang tersebut pada seorang Gadis yang diajaknya berbicara.


"Aku tahu, terimakasih" Sahutnya seraya menerima perbekalan tersebut.


"Tidak. Maksudku diluar sana cukup berbahaya. Ayo kembali, tetaplah disini dan bergabung dengan peneliti lainnya" Sahut lelaki itu kembali.


Jendela kembali tertutup rapat, dengan santai dia mengajak kembali gadis tersebut ke dalam ruangan berbasis teknologi.


"Aku tahu banyak tentangmu. Jadi kamu tak perlu repot-repot mencari tahu sendiri" Ucapnya seraya melingkarkan lengan di pundak gadis tersebut.


"Aku hanya bisa mengantarmu sampai depan pintu kamar ini. Oh iya selama aku bertugas, Dokter Sheila tetap berada disini untuk merawat mu" Ucapnya sambil mengecup kening gadis tersebut.


"Para ilmuwan yang terhormat, kalian semua disini telah memberikan kontribusi besar pada perkembangan selanjutnya. Aku ingin kalian membantu mereka untuk membangun kembali keadaan yang kiranya masih sulit dicapai" Ujar ketua pimpinan peneliti dengan seksama.


"Tolong jaga dia untukku" Pesannya pada Dokter Sheila.


"Kuharap kamu kembali dalam kondisi yang baik" Sahutnya.


"Terimakasih. Ayo kita berangkat" Jawabnya.

__ADS_1


Kekuatan teknologi sangat berpengaruh pesat di zaman era modern. Namun ini lebih dari itu, setiap gerakan uji coba bisa dihasilkan dengan nilai yang diinginkan penemunya.


...Suatu hal mungkin meyakinkan...


...Menjaga jarak padahal kenyataan...


...Sebenarnya ingin dirindukan...


...Rasa itu mengatakan...


...Bertahan dan ungkapkan...


"Jadi lo ngga pernah datang ke tempat dia terjatuh? Lihat sendiri sana! Dan menangis lah!" Suara-suara itu selalu menghantui dimana pemuda itu berada.


"Kamu ngga apa-apa kan?" Seseorang bertanya saat memegang wajah lelaki dihadapannya.


"Aku tidak bisa menangis. Aku merasa benar-benar membuang kamu di sana" Jawabnya dengan rasa bersalah.


Saat dia menegakkan kepalanya, atmosfer ruangan tiba-tiba berubah menjadi dingin. setelah keduanya saling melihat dalam bayangan mengelilingi kegelapan, dan kini hatinya tidak bisa tenang.


To be continued..

__ADS_1


__ADS_2