
Kring..
Suara alarm jam berdering sangat keras itu membangunkan segelintir orang yang mendengarnya. Pada saat itu lampu ruangan dalam keadaan gelap karena memang digunakan saat menjelang tidur.
"Duh berisik. Ganggu orang lagi tidur aja" gerutu Zaskia terbangun sambil berjalan merambat memegang meja yang berada dihadapannya.
Ia berjalan dalam keadaan masih mengantuk juga diliputi rasa lelah efek menangis semalaman. Salah satu tangannya ia gunakan untuk mengucek matanya yang masih terasa berat melihat disekitar ruangan.
Tujuannya sekarang adalah menyalakan lampu agar menjadi penerangan untuknya mencari alarm jam yang berdering. Karena masih dalam keadaan gelap itu pun, ia tidak tahu bahwa terdapat kedua kaki yang memanjang menghalanginya berjalan, hingga ia pun tersandung dan terjatuh.
BRUKK
Ia mendarat pada tubuh seseorang yang tentunya ia tidak tahu siapa yang dimaksud. Orang itu hanya terdiam dan tidak bersuara. Ia mencoba bangun kembali, namun pergerakannya menjadi susah untuk dilepaskan. Ia merasa jika orang itu malah melingkarkan salah satu tangannya pada pinggang yang ramping miliknya.
"Duh siapa sih?" ucap Zaskia pelan.
Hingga akhirnya kedua mata mereka pun bertemu kembali setelah sekian lamanya. Terlihat tangan Adnan meraih stop kontak lampu yang berada diatas kepalanya.
Cklek..
Merasa tidak percaya apa yang sedang mereka lihat dalam pandangan. Masuk kedalam lamunan yang ia rindukan di masa lalu. Hingga tidak tahu kapan mulai berbicara untuk mengalihkan perhatiannya.
"Adnan? hah benarkah? pasti gue masih dalam mimpi. Adnan kan udah nggak ada. Terus siapa orang ini? wajah kalian sangat mirip" batin Zaskia berbicara didalam hatinya, masih dalam keadaan saling pandang.
"Zaskia" ucap Adnan dengan terus terang dengan berlinangan air mata.
"Barusan dia manggil nama gue kan? ini nggak mungkin. Pasti gue udah gila" gumam Zaskia yang tetap berkomunikasi seorang diri dalam lamunannya.
Zedric yang sedang tertidur di kursi bersebelahan dengan mereka pun ikut terbangun. Lantaran cahaya lampu mengundangnya terbangun untuk dijadikan saksi pertemuan haru dan bahagia.
"Oh udah pagi ya?" ucap Zedric sambil menoleh ke samping kanannya.
Kini gilirannya menjadi terkejut setelah melihat pemandangan yang tidak biasa. Ia sempat mencubit pipinya untuk menyadarkan bahwa ini bukanlah mimpi.
"Hantu..!" teriak Zedric dengan suara yang melengking hingga membangunkan tiap orang yang mendengarnya.
"Hantu?" ucap Zinta dan Zweta secara bersamaan padahal mengucapkan dalam berbeda tempat.
Zedric segera menarik dirinya menjauhi apa yang sudah ia lihat. Ia berlarian dan ingin memberitahukan pada Zinta mengenai info terkini terkait Adnan yang hidup kembali.
Namun ia malah bertemu dengan Zweta saat berada tepat di depan kamar tidurnya Zinta.
"Zweta lo udah balik? kapan datangnya? ko gue nggak tahu?" tanya Zedric memulai pembicaraan pagi dengan nafas yang tidak beraturan.
"Gue datang dini hari tadi. Iya soalnya lo sama yang lain udah pada tidur" jawab Zweta dengan singkat.
__ADS_1
"Lo ngapain sih teriak kencang begitu? pakai acara ada hantu segala lagi. Nggak ada yang namanya hantu di pagi hari" sahut Zweta pergi untuk meninggalkannya sendirian disana.
Zedric hanya bisa mendengarkan celotehan Zweta yang kesannya sangat menyebalkan karena tidurnya terganggu oleh teriakannya barusan.
"Hantu?" ucap Zaskia yang terbangun dari lamunannya.
Ia segera beranjak pergi, namun semua itu ditepis karena salah satu tangannya ditarik oleh Adnan hingga jatuh dalam pelukannya.
Dag..!
Terlihat jelas Adnan sangat merindukan kehadiran Zaskia selama ini. Ia memeluknya dengan erat sambil menangis tersedu-sedu.
"Zaskia maafin aku" ucap Adnan dengan rasa penyesalan ia utarakan padanya.
Suara tangisan itulah yang membuatnya yakin bahwa ini bukanlah mimpi. Perlahan mulai ikut meneteskan air mata hingga ia pun berlarut dalam tangisan. Kini keduanya saling mengutarakan kerinduan yang mendalam.
"Adnan ini benar kamu? ini bukan mimpi kan? aku kira kamu udah nggak ada. Jangan tinggalin aku tiba-tiba ya?" ucap Zaskia sambil menangis sesenggukan.
"Semoga kita akan terus bersama selamanya" jawab Adnan sambil memejamkan matanya.
Seketika ia ingin melihat kembali wajah Zaskia yang cantik dan imut tersebut dalam dekapannya.
Mereka pun saling pandang kembali, hingga Adnan memberanikan dirinya mengecup kening Zaskia pertanda bahwa ia sangat menyayanginya. Kini perasaan keduanya pun menjadi haru serta bahagia.
...Merasa saling kehilangan...
...Dalam setiap perjuangan...
...Pasti ada yang namanya keberhasilan...
πΈπΈπΈπΈ
Masih pada posisi yang sama yaitu berada di kursi tempat Adnan tertidur semalam. Menjadi lupa untuk mempertanyakan Adnan. Bagaimana caranya ia bisa kembali? sebuah pikiran yang ingin dibicarakan oleh Zaskia sebelumnya.
Zweta terus berjalan dan tidak memperdulikan perkataan Zedric. Hingga ia benar mengatakan hantu ketika melihat sosok Adnan sedang berbicara pada sahabatnya.
"Hah itu kan Adnan? apa ini yang disebut hantu?" ucap Zweta dengan penasaran malah mendekatinya secara perlahan.
"Adnan lo ternyata masih hidup?" tanya Zweta merasa tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Zweta apa kabar?" jawab Adnan dengan tersenyum.
"Zweta?" ucap Zaskia sambil menatapnya.
"Hah bukannya lo udah?" ucap Zweta belum saja melanjutkan perkataannya, ia malah terlanjur pingsan di tempat.
__ADS_1
"Eh jangan pingsan" sahut Adnan.
"Mendingan sekarang kamu bantuin Zweta dulu deh Nan" ucap Zaskia yang menyuruhnya untuk membopong sahabatnya yang terjatuh pingsan tersebut.
"Sebentar ya. Aku mau bantuin Zweta dulu" ujar Adnan sambil melepaskan genggaman tangannya Zaskia dengan pelan.
"Iya gapapa Nan" jawab Zaskia yang segera beranjak berdiri serta mencari tempat untuk Zweta saat ini.
Adnan dengan sigap membopong Zweta atas permintaan kekasihnya. Ia berjalan lurus menuju tempat tidur pasien yang tepatnya berada dalam satu ruangan dengan keberadaan Zinta.
Zaskia membuka pintu tersebut dan mendapatkan Zedric sedang berbicara dengan Zinta dalam ruangan itu.
cklek..
"Zinta lo udah sadar?" ucap Zaskia setelah melihat keadaan ruangan. Sambil menghampiri Zinta dengan cara memeluknya.
"Adnan? jadi kalian berdua udah saling bertemu? tanya Zinta yang menjadi saling pandang merasa tidak percaya bahwa Adnan sudah kembali.
Zedric juga sudah tidak merasa khawatir lagi, karena ia sudah mendapatkan jawaban sesuai yang ia tanyakan pada Zinta mengenai Adnan.
"Zweta kenapa Nan?" tanya Zinta dengan penasaran.
"Zweta pingsan barusan gara-gara kaget lihat gue" jawab Adnan setelah membaringkan tubuh Zweta pada tempat tidur.
Kemudian Adnan pun menoleh pada suara yang memanggil. Dengan perasaan yang terharu itulah ia sangat berterimakasih pada Zinta yang dapat membantunya di kala susah.
"Zinta makasih ya. Dengan semua bantuan lo selama ini. Kayaknya ucapan makasih aja nggak cukup buat menebus kebaikan lo" ucap Adnan dengan terharu melihat keadaannya sekarang.
"Iya sama-sama. Itu semua karena semua doa yang sayang sama lo Nan. Karena emang lo belum waktunya juga untuk pergi selamanya" jawab Zinta memberikan senyuman tulus.
"Alhamdulillah" ucap Adnan terharu bahagia.
Dengan refleks ia juga memeluk Zinta yang sedang duduk tersebut. Zinta terkejut dengan perlakuan Adnan yang tiba-tiba memeluknya. Karena merasa tidak enak dengan Zaskia.
Zedric seketika menjadi tembok dalam suatu ruangan. Hanya bisa berdiam diri dan tidak melakukan apapun.
"Eh udah lepasin Nan" ujar Zinta sambil melirik kearah Zaskia yang terlihat kedua matanya sedang mengawasi.
"Santai aja kali. Hahaha" sahut Zaskia yang menjadi tertawa.
"Ohiya Zevana kemana? ko nggak kelihatan?" tanya Adnan pada mereka.
"Yang tahu keadaannya cuma Zweta. Kita tinggal tunggu Zweta bangun aja" jawab Zaskia menjelaskan.
* to be continued...
__ADS_1
Hai readers harap tinggalkan komentar ya setelah membaca. Supaya author tetap semangat update bab baru.
Selamat menjalankan ibadah puasa ππ