
Berdasarkan teori relativitas yang diperkenalkan Albert Einstein pada awal abad ke 20 lalu, di mana massa dan gravitasi berhubungan erat dengan waktu.
Zweta hampir putus asa karena ia tidak tahu bagaimana cara menjalankan mesin Z1. Dengan bekal membaca yang ia peroleh dari berbagai judul buku serta berbeda pengarang mengenai ruang dan waktu, ia gunakan praktikum fisika menjadi kerja lapangan yang nyata.
"Dalam ruangan sudah terlihat rapih sesuai dengan posisinya. Hah semoga semua ini cepat berlalu" Ucap Zweta dengan menghembuskan nafasnya perlahan.
Sembari memeriksa pengaturan mesin seperti yang dilakukan oleh Zinta sebelumnya.
"Artinya bentuk persamaan fisika akan selalu sama walaupun diamati dalam keadaan bergerak" Ucap Zweta.
Zweta berbicara seakan menjadi lebih mudah berpikir, setelah merangkum bacaan yang ia simpulkan dari beberapa buku.
Pikirannya saat ini sedang bercengkrama menjadi lebih tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.
...****...
Sepertinya rasa penasaran Adnan selama ini sudah terjawab dengan beberapa tugas yang harus ia selesaikan di time travel dengan tepat waktu. Kini Adnan sudah bisa keluar dari tubuh Zaskia dengan perlahan sambil memberikan senyuman manis sebelum dirinya menghilang dalam sekejap dari pandangan.
"Terimakasih dan sampai jumpa" Ucap Adnan memberikan isyarat bahwa ia benar-benar sudah menghilang dan tidak berada di wilayah tersebut.
Zaskia merasa perutnya menjadi sedikit mual setelah roh Adnan keluar dari tubuhnya. Ia tercengang ketika sudah mulai tersadar dan menoleh kesamping kanannya, dan melihat Zinta sudah berada bersamanya didalam sepeda Zedtwo dalam kondisi tak sadarkan diri. Kemungkinan akibat terlalu lama berada dalam pusaran.
Zaskia segera memeriksakan kondisi sahabatnya dengan cara pertolongan pertama. Salah satu diantaranya adalah posisikan kaki lebih tinggi, longgarkan pakaian, serta pantau pernapasan dan kerja jantung.
"Zinta plis bangun. Jangan tinggalin gue disini sendirian" Ucap Zaskia sambil menitikkan air mata.
Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang ditujukan pada Zaskia dan Zinta berada.
Boom
"Ah apa yang terjadi?" Tanya Zaskia sambil berpegangan pada sesuatu yang kuat agar tidak ikut terbawa pada pergeseran posisi yang membawanya.
Sepeda pun menjadi bergeser dengan berlawanan arah dari posisi yang diarahkan. Kemudian Zaskia beranjak duduk ke tempat posisi kemudi sambil menatap layar monitor untuk melihat situasi yang menyerangnya.
"Rupanya Zed yang menyerang barusan" Ucap Zaskia tetap memantau dari depan layar sambil mencari keberadaan Zevana.
__ADS_1
Zedric terlihat sedang mengikutinya dari samping dan kembali meluncurkan tembakan ke arah sepeda Zedtwo hingga berulang kali. Titik temu Zevana sudah mulai terlihat, hingga ia perjelas wajahnya dari layar monitor.
Sebuah keadaan dimana sahabatnya sangat terluka parah pada kepalanya, karena ia tidak melihat sebuah tutup kepala yang melindunginya. Sepertinya ia tidak bisa membantu Zevana, mengingat Zed yang terus menerus menghantamnya tiada henti. Hingga ia menghubungi Zweta agar keluar dari zona amannya.
Kring..!!
📞"Iya kenapa Zas?" Tanya Zweta dengan cepat.
📞"Halo Zweta gue butuh bantuan lo. Cepat keluar sekarang dan segera bantu Zevana yang letaknya nggak jauh dari mesin Z1" Jawab Zaskia sambil menutup kembali teleponnya.
Tut..
"Duh gimana caranya gue kesana? Sedangkan sepeda motor gue aja ketinggalan" Gerutu Zweta.
Sembari membaca fungsi dari sepeda canggih milik Zinta tersebut, ia asal tekan tombol pada gambar 🧨 yang dimaksud tiba-tiba benda itu menghantam pada sepatu jet milik Zedric.
Boom
"Wah ternyata itu sebuah ledakan. Ini kesempatan yang bagus buat gue" Ucap Zaskia sambil bergerak cepat menjauhi Zed dalam pandangannya.
"Hah sial. Tidak akan kubiarkan" Ujar Zedric yang tetap melaju dengan berlari karena kondisi sepatu jetnya sudah tidak bisa digunakan kembali.
Namun secepatnya Zedric berlari tidak dapat mengejar jarak yang ditempuh karena sudah terlampau jauh. Akhirnya Zaskia berhasil membawa serta Zevana terhindar dari kejaran Zedric. Karena baju perlindungan yang bobotnya yang tidak ringan membuatnya terjatuh ke dalam sepeda saat menarik sahabatnya.
BRUKK
"Alhamdulillah kita semua selamat" Ucap Zaskia tersenyum dengan nafas yang terengah-engah.
Ia melihat telapak tangannya penuh luka yang didapat dari benturan kepala Zevana.
"Zevana ini luka di kepala lo banyak banget, plis kalian berdua bangun. Kenapa banyak orang yang gue sayang tinggalin gue gitu aja" Ucap Zaskia sambil menangis tersedu-sedu diiringi suara cegukan.
Zedric melihat sebuah sepeda motor yang tidak terpakai didekatnya. Ia tetap melanjutkan perjalanannya dengan kendaraan baru yang ia pakai sekarang. Padahal sepeda motor itu milik Zweta yang tidak sengaja tertinggal.
BRUM
__ADS_1
Zedric mencoba membunyikan suara knalpot pada kendaraannya agar terlihat lebih keren.
Sepertinya hasil penelitian Zweta sudah semakin membaik dan hasil akhirnya mesin Z1 sudah bisa berfungsi kembali.
"Yes berhasil" Ucap Zweta sambil menekan tombol warna hitam.
Suara yang menggetarkan seluruh permukaan disekitarnya adalah pertanda mesin Z1 sudah mulai melaju keluar dari tempat persembunyiannya. Zweta telah siap mencari ketiga sahabatnya serta tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk menghadapi semua tekanan diantara peristiwa yang terjadi.
Zaskia melihat kemunculan Zweta dengan kendaraan mesin yang siap mengantarkan perjalanan mereka yang kini sudah berada di hadapannya. Ia segera mendaratkan sepeda itu dengan lancar dan selamat. Memasuki ruangan mesin Z1, menutup kembali pintu serta Zweta segera membantu Zaskia untuk memindahkan kedua sahabatnya yang saat ini masih tidak sadarkan diri.
"Zweta tolong bantu gue" Pinta Zaskia.
Masih dalam keadaan menangis serta lupa untuk meluapkan emosinya pada Zweta, karena suatu keadaan yang membuatnya harus tetap berpikir positif.
"Pertama kita bawa dulu Zevana lalu selanjutnya Zinta" Jawab Zweta dengan tegas.
Dalam pandangan Zedric dari kejauhan ia melihat mesin waktu milik Zinta yang sudah lama tidak ia lihat kembali sejak saat mereka benar-benar menjauh.
"Hah itu kan? Mesin yang gue maksud ternyata masih terawat, nggak salah lagi" Batin Zedric mengatakan bahwa ia harus segera menyusulnya bagaimanapun caranya.
Zedric melaju dengan cepat tanpa disadari keberadaannya oleh Zweta dan Zaskia. Karena mereka tengah sibuk membantu kondisi yang mengkhawatirkan pada kedua sahabatnya tersebut.
"Sepertinya Zed sudah tidak terlihat lagi wujudnya" Ujar Zaskia melemparkan pandangan ke setiap sudut ruangan mesin.
"Syukurlah kalau begitu, sebelum kita berangkat marilah kita membaca doa keselamatan terlebih dahulu" Ucap Zweta setelah selesai membaca doa, mereka tetap melanjutkan perjalanan kembali ke dunianya.
Wussh..!!🚀🚀
Mesin Z1 kini sudah melaju dengan kecepatan tinggi. Membawa penumpang ke tempat sesuai dengan tujuannya yaitu mendarat ke ruang laboratorium milik Zinta.
Rupanya dugaan Zaskia salah mengenai keberadaan Zedric yang sudah tidak terlihat dari permukaan. Lantaran Zedric telah berhasil mengikutinya dengan menumpang pada bagian bagasi mesin Z1 beserta sepeda motor milik Zweta.
Akankah Zedric tetap ingin melenyapkan Zinta?
Atau malah bergabung menjadi teman baru di sekolahnya?
__ADS_1
* to be continued..