
Tentang Zweta dan Zevana yang menghilang secara misterius, mengalihkan perhatian Zinta untuk berpikir secara kritis. Zinta menyibukkan diri untuk memeriksa mesin Z1 serta membawa beberapa keperluan penting untuk ia gunakan ketika berada di time travel.
Ditengah kesibukannya ia tak lupa membantu penyembuhan Adnan, dan juga tetap meracik obat agar luka di sekujur tubuhnya Adnan dapat menghilang secara perlahan.
Merupakan suatu jangka dimana seseorang mendapatkan luka, namun ia butuh waktu agar menjadi pulih kembali.
...Hari terus berganti...
...Kehidupan tetap berjalan...
...Sebuah portal dimensi...
...Mengajak waktu saling keterkaitan...
Zaskia yang ikut membantu penelitian Zinta di ruang laboratorium, sampai tidak sadar air matanya jatuh pada lembaran kertas yang sedang ditulisnya. Ketika melihat kertasnya basah, ia menjadi terkejut. Netranya menoleh kearah sahabatnya berada.
"Kenapa Zas? Ada yang mau ditanyakan?" Tanya Zinta yang merasa ada yang memperhatikannya dari belakang.
"Enggak ada" Jawab Zaskia menutupi sesuatu.
Zinta berjalan menghampiri kearah Zaskia berada sambil membawa ramuan obat herbal agar diberikan kepada Adnan.
"Hah sorry Zin gue nggak sengaja buat tulisannya jadi basah" Ujar Zaskia yang menjadi gelagapan takut Zinta memarahinya.
"Gue tahu lo sedih Zas, nih berikan obatnya ke Adnan. Tugasnya biar gue aja yang tulis" Jawab Zinta segera berpindah tempat dan menghandle pekerjaan sahabatnya tersebut.
ckckck
đĽď¸â¨ď¸ Suara ketikkan keyboard komputer pertanda Zinta sudah mengambil alih laporan penelitian.
"Tapi kertasnya basah Zin" Sahut Zaskia kembali.
"Udah gapapa. Kebetulan kertas yang lo tulis barusan cuma sampel, bukan laporan yang asli" Sahut Zinta dengan santai.
"Makasih ya, sekarang gue mau ke tempatnya Adnan dulu" Jawab Zaskia yang segera beranjak pergi dari tempat duduknya.
Zaskia berjalan menyusuri tempat terbaring Adnan berada. Membalurkan obat ke area yang terdapat luka.
Setelah selesai, Ia duduk disampingnya sambil menyentuh wajahnya Adnan sebentar. lalu berpindah hanya untuk menggenggam telapak tangannya Adnan yang terasa dingin.
Mungkin saja Adnan sudah terbangun dari tidur panjangnya tanpa diketahui oleh Zaskia. Pada langit berwarna putih dalam penglihatan Adnan. Ia terbangun dengan ringan sambil mendengar suara seseorang yang sedang menangis. Tidak tahu siapa yang menangisinya, karena ia tidak dapat melihatnya.
__ADS_1
Tiba-tiba Adnan terlempar jauh berpindah tempat ke dalam dunia yang tidak diketahuinya. Karena rasa takut dan penasaran, ia pun berlari entah kemana tujuannya yang penting bisa keluar dari langit berwarna putih tersebut.
"Gue ada dimana nih? Halo apakah ada orang disana?" Ucap Adnan.
Semakin jauh ia berlari namun masih belum terlihat titik temu. Tiba-tiba ia mendengar suara seseorang berbicara dengan dukungan penglihatan dari silaunya cahaya di tempat tersebut.
"Cahaya apa itu?" Ucap Adnan sambil menyipitkan matanya karena silau.
Setelah ia dekati sumber itu, rupanya cahaya menyilaukan merupakan lampu motor milik Zweta. Ya Adnan telah berhasil menemukan Zweta dan Zevana yang menghilang, tanpa menunggu instruksi dari Zinta.
"Hah bukannya itu... Zweta dan Zevana?" Tanya Adnan melompat kegirangan sambil berlarian menghampiri dimana mereka berdua berada.
Wussh
Seperti angin yang berhembus dingin pada malam hari adalah perumpamaan Adnan datang menghampiri.
...Semilir angin nan sejuk...
...Dikelilingi beberapa awan...
...Sepertinya Adnan ingin memeluk...
...Namun sadar ia seorang kawan...
"Duh dingin banget anginnya" Ucap Zweta menggigil kedinginan.
"Oh angin ya? Gue kira tadi seseorang" Sahut Zevana yang seolah tahu betul bahwa Adnan berada diantara mereka saat ini.
"Seseorang? Plis deh jangan mimpi Zevana. Ayo bangun, kita cuma berdua disini. Seperti tidak ada tanda kehidupan" Sahut Zweta sambil duduk di jok motornya.
"Iya sih bener juga" Sahut Zevana yang ikutan menggigil kedinginan.
"Kapan ya kita bisa keluar dari sini?" Tanya Zevana kembali.
"Loh kenapa bisa tembus?" Tanya Adnan sambil melihat tubuhnya.
"Apa ini hanya mimpi? iya pasti ini mimpi" Gumam Adnan sambil melihat kearah Zweta dan Zevana berada.
Alih-alih meramaikan suasana agar tidak terlalu sunyi, Zevana memulai persoalan membahas tindakan Zweta yang membuatnya sedikit kesal. Adnan juga ikut mendengarkan pembicaraan diantara mereka berdua.
"Ini semua ulah lo. Kalau misalnya lo nggak ngebut di jalanan, kita nggak bakalan kesasar di tempat aneh ini" Ujar Zevana sambil membanting helm motor Zweta.
__ADS_1
BRUKK
"........" Zweta terdiam dan tidak menggubrisnya.
"Coba pikirkan dari awal, itu bahaya nggak buat kita kedepannya? Udah gue bilangin jangan digubris sama orang yang belum tentu juga ngejar kita kan? Kalau udah kaya gini kita mesti ngapain? Zinta juga nggak ada" Gerutu Zevana dengan ekspresi wajah yang mendengus kesal.
Setelah mendengar perkataan dari Zevana, Zweta langsung menangkis beberapa ucapan yang tidak mengenakkan untuk dirinya.
"Tadi lo bilang jangan gubris seseorang yang belum tentu ngejar kita kan? Nggak usah jauh-jauh lah, emang dikira Adnan ngejar itu karena suka sama lo? Belum tentu kan? Bisa aja ada tujuan lain yang nggak diketahui" Timpal Zweta.
Zweta berupaya sembari membalikkan fakta dengan sebuah pertanyaan sindiran padanya.
"Ko jadi Adnan sih? Nggak nyambung banget" Sahut Zevana.
"Gini ya, lo salah orang buat ngajakin debat. Udah lupa siapa yang udah bantuin dan belain lo pas di ruang UKS? Soal gue yang udah ngebut di jalanan, gue akui itu salah total. Kalau udah kaya gini? ya terima aja. Karena pada dasarnya penyesalan selalu datang belakangan" Sahut Zweta memantapkan ucapannya.
Benar yang dikatakan oleh Zweta, ia salah orang untuk diajak berdebat. Ia semakin sadar karena ucapan yang sudah menyakiti hatinya Zweta.
...****...
Dalam fisika konsep perjalanan waktu telah digunakan untuk memeriksa konsekuensi teori fisika seperti relativitas khusus, relativitas umum dan mekanika kuantum.
" Teori relativitas yang membahas mengenai kecepatan dan percepatan yang diukur secara berbeda melalui kerangka acuan yang disusun oleh Albert Einstein" Ucap Zinta sambil menulis tulisan yang telah diucapkan.
Tingkat kesadaran akan adanya waktu. Kemungkinan Zinta akan menggunakan rumus tersebut untuk memecahkan petunjuk yang dicari.
"Persiapan mesin Z1 sudah siap. Zaskia lo jadi ikut ya?" Ujar Zinta memberitahu.
"Ikut? lo bilang katanya gue tunggu disini sama Adnan" Jawab Zaskia dengan terkejut mendengar ucapan Zinta.
"Pikiran dan ucapan kadang nggak sinkron di suatu keadaan yang mengharuskan seseorang bertindak cepat" Sahut Zinta sambil tersenyum.
"Masalah Adnan biar aja dia disini sendirian, gue rasa sebentar lagi dia sadar dan pulih ko" Jawab Zinta kembali untuk meyakinkan Zaskia agar ikut dengannya ke time travel.
Zaskia menoleh kearah Adnan terbaring dan menyanggupi permintaan sahabatnya.
* to be continued..
đ¸đ¸đ¸đ¸
Halo Aku mau kasih visual beberapa tokoh di novel ini, semoga suka ya readers. Ini cuma imajinasi Author, maaf kalau visualnya tidak sesuai dengan keinginan dari readers.
__ADS_1