
Ketepatan hasil analisis kimia sangat bergantung pada ketersediaan peralatan yang digunakan, kecermatan, dan ketelitian.
π"Zevana kita nggak punya banyak waktu, ini sangat terbatas. Kalau mau ikut cepat kerumahnya Zinta sekarang, kalau nggak berminat, abaikan saja pesan ini" Ucap Zaskia melalui ponsel pintarnya.
"Gais mesin Z1 sudah siap berangkat nih" Ujar Zinta berbicara dengan sahabatnya, dan menatap ke seluruh ruangan.
...Suara angin yang menggebu-gebu...
...Telah singgah sementara waktu...
...Seolah pertanda hal serius...
...Datang memberitahu...
Zinta dan Zaskia melangkahkan kakinya menuju pintu mesin Z1.
"Dalam hitungan mundur kita akan segera berangkat 5..4.." Kata Zinta memberikan aba-aba.
"Tapi Zevana gimana Zin?" Tanya Zaskia yang mulai panik dengan keadaannya saat ini.
"........." Zinta tidak menggubrisnya.
"3..2..1" Ucap Zinta kembali sambil menaikkan pintu mesin Z1 itu secara perlahan.
Terdengar suara seseorang dari jauh meneriaki ruangan laboratorium. Rupanya Zevana yang sedang berlarian sambil membawa bola basketnya.
"Tunggu Bestie!" Teriak Zevana berlari kearah mesin Z1.
Tapi Zinta tidak bisa menghentikan keberangkatan, pintu akan tetap tertutup karena bersifat otomatis. Lalu Zevana memiliki ide untuk melempar bola basketnya kearah pintu yang mengganjal agar ia tetap masuk ke dalam ruangan mesin.
Nekatnya digunakan dalam situasi yang tidak bisa dianggap sepele. Akhirnya Zevana berhasil masuk kedalam mesin Z1 tepat waktu.
"Kalian hati-hati disana ya" Ucap Zweta dari luar sambil melambaikan tangannya, sebab ia tidak bisa ikut kesana.
Saat berada didalam ruang Z1, nafas Zevana yang terengah-engah seraya tertawa kecil. Ia merasa terpukau dengan pemandangan kecanggihan mesin tersebut.
"Zevana! Ya ampun gue kira, lo nggak bakalan dateng" Ujar Zaskia seraya memastikan sahabatnya terlihat baik-baik saja.
"Pasti dateng ko. Wow Zin keren juga mesin waktu lo" Ucap Zevana melihat sekeliling ruangan dengan tatapan yang berkaca-kaca.
"Kita sekarang berada di zona waktu time travel, perjalanan waktu maju atau mundur ke titik berbeda dalam waktu seperti kita bergerak dalam suatu ruangan" Kata Zinta yang memberitahu bahwa mereka sudah ada dalam setengah dari perjalanan.
"Kita akan mencari tahu apa kesalahan Zaskia di masa lalu" Ujar Zinta seraya menekan tombol berwarna hitam.
"Apa? Apa maksudnya?" Tanya Zevana didalam hati.
...π FIUUUUUU.... WUZZZZZ...
Suara mesin Z1 berjalan menembus ruang dan waktu dengan secepat kilat.
Aaahhhhhhh!!!!
__ADS_1
Suara ketegangan bergemuruh...
π₯οΈβ¨οΈ "Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu erlenmeyer" Ucap Zweta seraya membaca keterangan dari tulisan tangan yang dibuat oleh Zinta.
"Ini yang paling penting! Ingat jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung" Ucap Zweta yang mengingat kembali ucapan sahabatnya.
Hingga semalam suntuk Zweta mengerjakan laporan di ruang laboratorium sendirian.
Zona masa lalu...
Zaskia membaca selembar kertas berisi surat dari seseorang yang ia pun samar-samar mengingatnya.
...***Kau buatkan aku sebuah puisi romantis yang***...
...***Tak tahu apa makna artinya menurutku***...
...***Kau selalu mengirim puisi itu***...
...***Pada pesawat genggam pribadiku***...
...***Kemudian saat itu***...
...***Secara tak langsung kau memberi tanda***...
...***Tak akan menggangguku dalam kehidupanku***...
...***Katamu***, ***kau tak bisa hidup tanpaku***...
__ADS_1
...***Selalu mengingatku***...
...***Dimana pun kau berada***...
...***Kini*** ***aku*** ***mengetahui maksudmu...
...Dari rangkaian kata itu***...
πΈπΈπΈπΈ
Terlihat dari kejauhan, datanglah seorang pria yang pertama hadir dalam hidupnya. Membawa harapan dan kasih sayang dalam waktu yang singkat. Lalu Zaskia menangis tersedu-sedu, ia terus menyesali dirinya sendiri.
Mengapa ia bisa setega ini saat dahulu?
Zinta dan Zevana juga ikut menangis terbawa suasana emosi sahabatnya.
"Ayo Zas, waktu kita udah mau habis. Kita harus berpindah tempat. Jika tidak, maka kita semua akan terjebak disini, dan untuk kembali pun sulit" Ujar Zinta seraya menenangkan hati Zaskia yang sedang rapuh.
Merangkulnya dan mengajak Zaskia pergi dari tempat itu, namun Zaskia memberhentikan langkah kakinya dan berpikir untuk kembali, hanya penasaran dengan siapa pria dibalik tulisan tersebut.
"Boleh aja Zas, tapi hati-hati ya. Jangan terlalu dekat" Jawab Zinta.
Setelah melihat agak sedikit dekat dengan pria itu, ternyata ia mengenali jelas wajah orang itu dan tak lain adalah seseorang yang sangat mirip dengan Adnan. Zaskia menjadi sangat kebingungan, mengapa Adnan muncul dari masa lalu? Sedangkan ia datang dari masa kini.
Setelah rasa keingintahuannya terpenuhi, Zaskia kembali berbalik arah dan berjalan bersama dengan kedua sahabatnya untuk perjalanan menuju masa lalu Zevana. Nantinya akan mencoba tanyakan pada Zweta, siapa tahu feeling-nya sangat kuat.
__ADS_1
\* ***to be continued***...