Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Bertemu Kembali


__ADS_3

Peristiwa bermakna yang sangat sederhana dikemas dengan balutan emosi dan suasana hati yang sudah dilaluinya bersama. bersenandung mengikuti alunan lagu di sepanjang perjalanan.


Rindu dalam hati merupakan lagu yang ia pilih untuk mewakili perasaan Zaskia saat ini.


🎶 Kadang hati tak terbangun


Dari sebuah mimpi


Ini bukan kenyataan


Namun adanya tak ada disini


Kau meninggalkanku


Karena kesalahanku


"Mungkin aku bisa bertemu kembali dengan kamu Adnan," Ucap Zaskia di dalam hati.




Butiran embun menetes pagi ini, cahaya mentari menerangi pagi ini, bunyi siulan burung memecah sunyi pagi ini. Apakah yang akan terjadi di pagi ini? Selamat pagi dan selamat menjalani hari” Ucap Zinta dengan penuh semangat dan ekspresi yang sangat meyakinkan.



Setelah melewati time travel beberapa waktu yang lalu, Zinta menyadari bahwa ia tidak ingin terlarut dalam kejenuhan sifat pikun yang dialami kedua orangtuanya. Ia kini sangat bersyukur kedua orangtuanya masih lengkap. karena tanpa mereka Zinta bukan siapa-siapa.



Perihal jenius yang dianggap aneh pun sudah tidak ia dipedulikan lagi. Karena ia tidak mau kembali terjebak didalam Zann.



Kini ia berangkat sekolah bersama Zweta, mengendarai sepeda motor milik sahabatnya.


Banyak sekali pelajaran positif yang ia ambil dari peristiwa tersebut.



"Ibu.. Ayah.. Zinta kangen banget sama kalian, maafin Zinta ya Bu, ya ayah" Ucap Zinta sambil memeluk kedua orangtuanya dengan tersenyum bahagia.



"Ibu dan ayah juga kangen banget sama kamu," Jawab orangtuanya kembali sambil tertawa.



Tiba-tiba terdengar suara klakson sepeda motor milik Zweta yang terlihat menjemput Zinta di depan rumahnya.



***Tin..Tin***.. ✨



"Ibu, Ayah.. Zinta berangkat sekolah dulu ya? Assalamualaikum," Ucap Zinta sambil berpamitan dan melambaikan tangannya.



"Waalaikumsalam.. tunggu deh yah, tadi Zinta keluar naik motor, mau kemana ya? Tumben banget," Ucap ibunya Zinta sambil berpikir.



Di tengah perjalanan, Zinta dan Zweta saling bercengkrama. penuh canda dan tawa didalamnya.



"Ohiya Zin, nanti kan mau ada pertandingan bola basket di sekolah. Lo mau nonton ngga? Zevana kan jadi pesertanya," Ujar Zweta sambil menyetir sepeda motornya.



"Ohiya ya bener sampai lupa. Pasti dong gue ikut nonton. Sekalian beri semangat juga," Jawab Zinta dengan santai.


__ADS_1


"Iya tapi kayaknya si Zaskia juga ikutan deh di acara itu Zin," Sahut Zweta kembali untuk memastikan sesuatu.



"Ohiya ya bener. Kalau ngga salah dia jadi sambutan pidato bahasa Inggris kan?," Tanya Zinta sambil melihat kendaraan bermotor lainnya yang berlalu lalang di jalan raya.



"Ohiya bener mulu dari tadi perasaan deh. Ngga ada kata lain apa?," Sahut Zweta yang sedikit agak kesal terhadap sahabatnya.



"Hehehe.. sorry," Sahut Zinta sambil tertawa kecil.



"Tadi pagi gue udah lihat Zevana berangkat duluan ke sekolah naik sepatu roda," Kata Zweta sambil melihat kearah kanan dan kiri, karena ia mau menyeberang jalan.



"Iya dia kan atlet, ya wajar aja. Ngga heran juga, hmm.. pasti sekarang Zaskia bahagia banget deh," Sahut Zinta berterus terang.



"Oh bahagia mau ketemu Adnan ya? Ha haha," sahutnya sembari tertawa.



"Iya itu salah satunya. Tapi yang paling penting, dia sekarang udah kembali ke tubuhnya semula, iya kan Zweta?," Tanya Zinta sambil melambaikan tangannya kebawah, pertanda bahwa mereka mau singgah sebentar lagi ke sekolah.



"Iya juga sih. Eh tapi kan menurut logika, permasalahan dia kan belum selesai. Tapi dia emang bisa langsung balik ke tubuhnya gitu?," Tanya Zweta yang kini malah membalikkan pertanyaan pada sahabatnya.



"......." Zinta terdiam dan berpikir sendirian.



Sesampainya di sekolah, seketika langkah kakinya Zaskia berhenti dan berpusat pada seseorang dihadapannya yaitu Adnan. Kini detak jantungnya berdegup kencang dengan suasana hati yang seketika menjadi canggung.




Entahlah apakah Adnan masih mengingatnya atau bahkan tidak sama sekali. Zaskia masih belum menyadari jika orang-orang disekitarnya melihat dengan tatapan mata yang asing. Terlebih lagi ia mendengar seseorang berkata seperti ini...



"Ini Zaskia kemana? Sudah jam tujuh belum datang begini," Ucap Bu Lolita sambil mendongakkan kepalanya keatas.



Pandangan Zaskia kini berpindah pada suara Bu Lolita barusan. mencoba mengajukan dirinya dan mendekat secara perlahan.



**Tap**..! **Tap..! Tap**..!



Terdengar kembali suara bising agak samar-samar yang mencoba mengalihkan perhatiannya.



"Selamat pagi untuk para hadirin yang terhormat sudah berkumpul bersama dalam pertandingan bola basket putra dan putri pada hari ini. Sebelum dimulainya acara, mari kita sambut pidato berbahasa Inggris yang akan dibawakan oleh Zaskia Watson," Ucap Bu Lolita kembali dari depan podium sebagai pembawa acara.



Suara gemuruh tepuk tangan yang meriah mengisi keramaian acara tersebut. Tak luput Dengan banyaknya kamera wartawan yang ingin meliput berita kabar utama.



Sekarang Zaskia menjadi sangat sadar, mendengar dengan jelas bahwa namanya dipanggil untuk maju ke depan meja podium.

__ADS_1



Melangkahkan kakinya secara pasti, dan tidak merasa risih. Sebab ia menjadi pusat perhatian banyak orang di tempat tersebut.



Para tamu undangan pun saling bercengkrama dan memastikan apakah benar Zaskia Watson adalah dirinya yang dimaksud?



"Loh dia itu siapa?," Bu Lolita bertanya-tanya sambil tertawa tipis, dan sesekali melihat ke tempat tamu undangan.



Zaskia melanjutkan aksinya, membuka lembaran yang ia bawa disaku bajunya. terkejut lah sekarang, setelah ia membaca teks puisi yang ia temukan di time travel.



Kini ia menjadi tidak bisa berkutik, dan kemudian memeriksakan diri mulai dengan menyentuh wajahnya. Hasil yang didapat pun, ternyata belum ada perubahan yaitu kembali ke tubuh aslinya. Ia masih terperangkap dalam pengaruh Zann.



**Nging**...!



Tanda suara mic berdenging...



"Good morning everyone, my name is Zaskia Watson. I will read a letter that I wrote to someone I miss in my heart.." Ucap Zaskia sambil terisak tangis, berbicara bahasa Inggris dengan logat bahasa Sunda.



(*Selamat pagi semuanya, nama saya Zaskia Watson. Saya akan membaca surat yang saya tulis, untuk seseorang yang saya rindukan di hati saya*)



"Apa-apaan sih ini, panggil satpam pak segera," Kata Bu Lolita yang sudah mulai menggerutu.



Berusaha tetap tenang, dan membuat ide untuk translate ke bahasa Inggris teks puisi tersebut, yang berbunyi...



..."*Hope is just a figure of speech*...


...*Between two people who forget each other*...


...*There will definitely be one that survives*...


...*Pretend to be Friends*...


...*Or continue to the level of marriage*...


...*Now, I know the meaning of those words*,"...



Ucap Zaskia sambil tergesa-gesa melanjutkan pembicaraan di podium, karena ia takut langsung digerebek oleh satpam sekolah.



"Ayo cepat kamu sekarang juga kamu pergi dari sini," Pinta satpam sekolahnya.


"iii...ya..pak iya pak," Sahut Zaskia sambil beranjak pergi.



"Kenapa kamu tiba-tiba saja menghilang?," Tanya Adnan ditengah keramaian disana.


.


.

__ADS_1


.


\* to be continued..


__ADS_2