
Mesin Z1 telah mendarat dengan selamat tepat di pagi hari ini beserta seluruh anggota didalamnya. Dengan sambutan sumringah dari Zweta yang menanti kedatangan mereka yang sudah hadir di tempat. Mereka pun tersenyum lega, kemudian Zinta menceritakan keadaan apa yang telah dihadapinya disana bersama kedua sahabatnya tersebut.
Kini Zweta juga sudah mengetahui ternyata Zevana lah yang menjadi orang dibalik awalnya permasalahan ini. Ia pun sama terkejutnya dengan yang lain setelah mendengar perihal ini. Tapi ia tidak bisa memarahinya dengan sangar, karena ia juga belum mengalami perubahan yang demikian seperti Zinta dan Zaskia.
Zweta memulai topik pembicaraan mengenai laporannya di ruang laboratorium, ia segera menyerahkan susunan tugasnya. Menjadi tanggung jawab yang besar karenanya sudah dipercaya langsung oleh seorang Profesor bernama Zinta.
Lalu Zinta memulai praktek sains nya membaca penjelasan yang ia terima tadi dari Zweta.
"Zweta thanks ya.. " Ucap Zinta terharu.
"Iya sama-sama Zin, kita semua satu tim ko. Jadi kalau salah satu diantara kita ada masalah, kita tetap membantu sebisa mungkin. Dan yang terpenting kalian tiba dengan selamat" Jawab Zweta dengan berlinangan air mata.
Keempat sahabat itu pun saling menguatkan satu dengan lainnya. Ketika yang lain sudah bisa merasakan senyum yang indah, Zweta merasakan ada hal yang mengganjal suasana hati Zaskia. Memberanikan diri untuk menyapa dan memulai obrolan hangat padanya.
Karena Zaskia kenal baik dengan feeling nya Zweta yang kuat, ia pun menceritakan tentang seseorang di time travel yang membuatnya agak risih dan dilema. Suatu kenangan dari masa lalu tapi orang yang sama sudah ada di saat ini. Sungguh dramatis!
...Mau tak mau...
...Siap tak siap...
...Berontak jangan dilanjutkan kembali...
...Ia harus bisa menelaah secara rinci...
...Mungkin perlahan tapi pasti...
...Berlari bersama indahnya mentari...
...Pagi yang menyinari hati...
...Jika tulisan menjadikannya diam membisu...
...Mungkin teori Zweta bisa membantu...
...Maksud dari rangkaian kata yang terlihat semu...
...Tentang seseorang di masa lalu...
...Kala itu...
...****...
"Jadi kesimpulannya, menurut gue yang nulis tulisan itu Lo deh Zas, bukan Adnan. Jadi mungkin aja selama kalian di time travel, Adnan datang kembali untuk kirim puisi romantis buat lo. Tapi lo nya nggak tahu sama sekali, sebab ponselnya kan mati.. ya kalau nggak salah? Soalnya seingat gue begitu, pas Zinta telepon. Terus suara lo di ponsel juga terputus gitu aja di tengah jalan" Jawab Zweta yang seolah-olah tahu betul apa yang terjadi.
Zaskia beranjak dari tempat duduknya bersimpuh, mencari dan memastikan ponselnya itu, dan... yah ternyata benar saja ponsel pintarnya mati karena lowbat.
Sungguh jawaban yang tidak melesat!
__ADS_1
Mendengarkan dengan serius arahan dari Zweta. Zaskia jadi tahu apa yang harus dilakukan, agar tidak salah arah.
"Logikanya tapi kenapa Adnan hadir dari masa lalu? Sedangkan gue aja nggak merasa punya ikatan dari seseorang selain Adnan" Sahut Zaskia.
Mengucapkan kalimat yang agak bingung untuk diterjemahkan bagi yang mendengarnya.
"Hey tadi lo bilang nggak punya ikatan dari seseorang selain Adnan? Nah hubungan lo sekarang sama Adnan udah berakhir kan? Kalau udah selesai tandanya itu masa lalu. Lah gimana sih?" Tanya Zweta mencoba memutar balikkan fakta yang nyata di depan Zaskia.
Zaskia menjadi terdiam sesaat. Menjadi berpikir dan mengiyakan perkataan Zweta.
"Iya sih udah berakhir" Sahut Zaskia.
Ia terlihat seperti beban berat yang harus dijelaskan.
"Jadi sekarang gue mesti gimana?" Tanya Zaskia kembali.
"Cari charger ponsel, dan periksa apakah disana ada pesan yang masuk dari Adnan?" Jawab Zweta dengan tegas.
Sikap Zaskia menjadi gelagapan sendirian, mencari tiap laci meja milik Zinta apakah ada charger disana. Namun tak kunjung terlihat.
Wajahnya menjadi pucat pasi, tidak menghiraukan ketiga sahabatnya melihatnya seperti itu.
Hampir saja Zaskia nekat keluar laboratorium, hanya untuk kembali ke rumahnya demi mencari sebuah charger dan menghidupkan ponselnya.
...Tap.. Tap..Tap.....
"Mau kemana? Cari charger?" Tanya Zevana tepat berdiri didepan pintu.
"i..iiyaa.." Jawab Zaskia sambil berusaha pergi.
"Kenapa nggak tanya dulu ke gue? Kan di ruangan ini ada tiga orang sahabat lo. Ini nih yang gue sebel dari sikap lo. Terlalu fokus pada satu tujuan dan mengabaikan semua orang gitu aja, padahal ditempat yang sama!" Seru Zevana menasihatinya.
Ia bersikap begitu agar Zaskia tidak terlalu berlebihan dalam perihal percintaan. Kemudian Zaskia memberhentikan langkah kakinya.
"Ini gue bawa charger ponsel, pakai aja" Ujar Zevana sambil memberikan yang diperlukan oleh sahabatnya.
"Makasih ya..." Jawab Zaskia dengan singkat.
π²β‘β‘ terlihat ponsel sudah mulai terisi baterai π...
...Merasa benar suatu pendapat...
...Tapi tidak mengabaikan sebuah firasat...
...Kali ini pernyataan Zweta tepat...
...Dan tidak melesat...
__ADS_1
Ting..π²
Tanda suara pesan masuk dari ponselnya Zaskia. tak sabar ingin cepat dibukanya kotak pesannya, segera ia baca, dan berbunyi....
π²π *pesan pertama...
...Berharap hanyalah sebuah Kiasan...
...Diantara dua orang yang saling melupakan...
...Pasti akan ada salah satu yang bertahan...
...Berpura-pura menjadi Teman...
...Atau melanjutkan ke jenjang pernikahan...
Ting.. π²π
kotak masuk dibaca kembali oleh Zaskia.
Hatinya kini bercampur aduk menjadi bahagia dan menangisi kebodohannya. Hingga ia menilai bahwa dirinya kurang peka terhadap perasaannya. Benar saja yang dikatakan oleh Zweta barusan, sebuah jawaban yang ia tuntaskan dari kemarin yaitu dari zona masa lalu.
Kini ia bisa tersenyum bahagia dan berpamitan pada ketiga sahabatnya itu, untuk izin bertemu dengan Adnan kekasih hatinya.
Pergi keluar, berlari kencang melewati berbagai rintangan yang ada disekitarnya.
...Angin pun menyapa mau kemana...
...Teriknya matahari juga sedang bercengkrama...
...Apakah masih ada cinta yang sama...
...Yang tersimpan di hari ini esok dan selanjutnya...
Hari ini Zaskia akan menemui Adnan disekolah, yang dimana bertepatan dengan tanggal bersejarah, ia bisa kembali ke sekolah setelah beberapa waktu lamanya. Ia lupa bahwa dihari itu juga ia menjadi pembuka pidato di acara tersebut.
Lupa membawa lembaran buku yang sudah ia siapkan dari jauh hari. Yang ia bawa hanyalah secarik kertas bermakna dalam yg ia ambil dari masa lalu.
Zevana dan Zinta sudah berhasil kembali ke wujud tubuh semula. Hanya tersisa Zaskia seorang yang masih dalam keadaan sama, keadaan dimana perubahan yang menurutnya ilfil, jadi semakin nyaman dan lupa pada karakter tubuhnya yang dulu akan kembali.
Kenapa Zaskia belum bisa kembali ke tubuhnya?
Karena permasalahannya belum terungkap, masih menjadi sebuah pertanyaan.
Ketiga sahabatnya yang lain juga sedang merapikan dan mempersiapkan energi untuk bersemangat kembali dengan senyuman yang bahagia di aktivitas sekolahnya hari ini.
Rindu pada ruangan kelas, dan terutama rindu pada gebetannya yang bernama Ali.
__ADS_1
*to be continued....