
Terkadang sebuah jawaban dapat memicu permasalahan jika orang yang menerimanya tidak dapat berpikir dengan jernih.
Rangkaian kalimat itulah yang menyebabkan dirinya tetap mempertahankan sebuah prinsip yaitu bergerak cepat sebelum terlambat. Zaskia tidak memperdulikan perkataan Zweta yang sempat mencegahnya untuk melakukan tindakan yang mungkin saja dapat membahayakan dirinya sendiri.
Zweta berpikir mungkin ia bersikap begitu karena masih belum ada titik kejelasan dari sikap Zedric yang tiba-tiba berubah pikiran menjadi orang yang peduli dengan keadaan mereka.
"Zas tolong jangan bersikap kaya gini terus" ujar Zweta dengan memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Zaskia.
"Ini nggak salah ko. Cuma masih penasaran aja sama yang ada di pikiran gue" jawab Zaskia dengan tetap berjalan ke luar ruangan.
"Tapi Zedric udah berubah Zas" sahut Zweta memberi tahu agar sahabatnya dapat merubah pikirannya kembali.
"Berubah sikap ketika semua keadaan menyalahkannya? nggak masuk akal" sambar Zaskia sambil membuka pintu.
Cklek..!
Dengan sigap Zweta memberhentikan langkah kaki Zaskia dengan cara menutup pintu kembali. Pandangan Zaskia kini menoleh kearah Zweta yang berada disampingnya dengan penuh amarah.
"Cepat buka pintunya" perintah Zaskia sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan sahabatnya yang berada di gagang pintu.
"Gue nggak akan mau buka pintunya. Karena gue tahu sifat emosi kaya lo Zaskia" sahut Zweta yang tetap menasihatinya.
"Zevana baru aja sadar, terus lo mau bertingkah sesuai yang ada di pikiran lo gitu?" sambar Zweta kembali dengan bersikap tegas sesuai ucapannya.
Setiap ucapan yang dilontarkan oleh Zweta membuatnya semakin kesal. Ia berusaha meredakan emosinya sejenak dengan cara bersimpuh pada kursi tenang yang berada di dekat tempat tidur pasien.
Mendongakkan kepalanya keatas untuk bersandar pada kursi empuk dengan menghembuskan nafas panjang, caranya untuk mengembalikan suasana hati. Hanya bisa terdiam dan tidak memulai pembicaraan diantara mereka.
"Sepertinya dia udah mulai sadar" batin Zweta berbicara didalam hatinya sambil menoleh kearah Zaskia berada.
Kemudian Zweta beranjak duduk kembali. Melepaskan cengkraman tangannya dari gagang pintu. Suasana sudah sedikit membaik tidak terdengar suara keributan lagi. Ini yang dimaksud suasana nyaman menurut Zweta yaitu tetap dalam keadaan tenang.
__ADS_1
"Zevana lo jangan banyak pikiran ya. Gue yakin beberapa hari lagi kita akan kembali ke rumah. Karena kondisi lo yang semakin membaik ini jadi penambah semangat buat kita" ucap Zweta yang berbicara pelan kepada Zevana.
"Gue tahu ko apa yang kalian bicarakan" batin Zevana berbicara terus terang didalam hatinya.
Tidak terasa sudah seminggu lamanya terhitung sejak Zevana dirawat di rumah sakit. Zweta merasa dirinya sangat lelah, hingga ia tidak sadar dirinya pun ikut terlelap dalam tidurnya ketika masih dalam penjagaan Zevana yang kondisinya semakin membaik.
Zaskia terbangun dari keadaan yang mengharuskan dirinya untuk terlihat tenang. Ternyata ia tidak sepenuhnya membenarkan ucapan Zweta. Ia tetap melanjutkan niatnya untuk bertemu Zedric. Berjalan perlahan karena ia tahu Zweta saat ini sedang terlelap tidur. Akhirnya ia berhasil menghindar dengan mudahnya tanpa diketahui oleh Zweta.
"Taksi" ucap Zaskia memberhentikan taksi yang berhenti di depan area rumah sakit.
Taksi yang ditumpangi Zaskia melaju dengan cepat dan lancar. Pikirannya sedang menyusun rencana apa yang akan dilakukannya nanti ketika berhadapan dengan Zedric.
Cklek..!
Terdengar suara pintu dibuka oleh seseorang yang hendak masuk kedalam. Rupanya petugas kebersihan yang meminta izin untuk membersihkan area ruangan tersebut. Hingga membuat Zweta terkejut dengan suara pintu yang mendadak terbuka. Ia pun terbangun dari tidurnya. Suatu keadaan yang membuatnya curiga adalah keberadaan Zaskia yang sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.
"Maaf mbak lihat remaja perempuan yang keluar dari kamar ini nggak?" tanya Zweta pada petugas kebersihan tersebut.
"Nekat banget jadi orang. Ini nggak bisa dibiarkan gitu aja. Gue harus segera kabarin Zedric" gumam Zweta sambil menekan nomer tujuan yaitu nomer ponsel Zinta.
π"Nomer yang anda tuju tidak dapat dihubungi" ucap suara yang berasal dari ponselnya.
"Duh sinyal" gerutu Zweta yang tingkahnya semakin panik dengan sikap Zaskia yang mempengaruhinya.
...****...
Rendahnya pasokan oksigen akan menstimulasi otak untuk meningkatkan laju pernapasan guna mengembalikan kadar oksigen kembali ke normal.
"Semoga dengan tindakan gue sekarang bisa merubah keadaan yang sebenarnya terjadi" gumam Zedric sambil menatap wajah Zinta yang masih membutuhkan penyembuhan.
Meneliti lebih lanjut mengenai cara mengembalikan kondisi seseorang akibat terkena paparan yang menyulitkannya bergerak hingga tidak sadarkan diri. Jika dirinya berhasil mungkin akan menganggap penemuannya layak disebut dengan gelar Profesor.
__ADS_1
"Jika kadar hemoglobin normal dalam darah bisa bervariasi. Semua itu tergantung dari laboratorium kesehatan dan jenis alat yang digunakan" ucap Zedric seorang diri saat menulis sebuah penelitian baru miliknya.
Kegiatan yang dilakukan oleh Zedric seolah sedang mengikuti perlombaan karena bertepatan dengan sebuah kecepatan taksi yang ditumpangi oleh Zaskia dengan tujuan untuk menemuinya di ruang laboratorium.
"Makasih ya pak. Ini uang kembaliannya buat bapak aja" ucap Zaskia dengan langkah yang terburu-buru segera masuk ke dalam rumah Zinta. Sadar tidak ingin ketahuan keberadaannya, akhirnya ia berjalan perlahan saat menaiki anak tangga ke lantai atas.
Kring..!!
Zedric mendengar suara dering ponsel Zinta pertanda ada yang menelponnya. Ia meraih ponsel tersebut dan membaca namanya yaitu Zweta.
π"Halo Zweta ada apa? ini Zedric" ucap Zedric dari dalam telepon.
π"Zaskia ada disana nggak? Hati-hati aja kayaknya dia mau berbuat nekat sama lo" ujar Zweta memberikan informasi padanya.
π" Zaskia nggak ada disini ko. Nekat gimana maksudnya? makasih ya udah ngabarin gue" jawab Zedric sambil tertawa.
π"Oh syukurlah kalau begitu. Tapi ini gue ngomong serius ya" sahut Zweta kembali dengan nada yang terdengar sedikit panik.
π" Gimana keadaannya Zevana?" tanya Zedric membicarakan obrolan lain agar Zweta tidak merasa panik.
π"Alhamdulillah kondisinya sekarang sudah sadar dan membaik" jawab Zweta.
π"Alhamdulillah kalau gitu. Yaudah nanti lagi ya. Soalnya gue mau lanjutin kegiatan lagi nih" sahut Zedric sambil menutup teleponnya.
"Zaskia?" ledek Zedric mentertawakan ucapan Zweta karena ia tidak mengerti dengan sebutan nekat yang dimaksud keberadaan Zaskia.
Ketika ia menoleh kearah belakangnya, kini ia menjadi sangat terkejut lantaran Zaskia sekarang sudah berada dihadapannya sambil melayangkan sebuah pukulan yang kencang diarahkan tepat di wajahnya Zedric. hingga dirinya tersungkur ke meja penelitiannya. Betapa kuatnya tenaga Zaskia jika sedang emosi yang meledak-ledak.
BRUKK..!
"Lo nggak akan bisa lari gitu aja Zedric. Ini belum seberapa sama kelakuan lo yang udah buat celaka kedua sahabat gue" geram Zaskia dengan amarah yang bergejolak.
__ADS_1
* to be continued..