
"Loh kalian ngapain disini?" Tanya Zaskia yang penasaran.
Zweta memberi tahu kabar hangat yang ia lihat di televisi tadi pagi, memastikan Zaskia sudah mengetahuinya atau belum.
"Ohiya gue udah tau ko" Jawab Zaskia yang mulai pasrah dengan keadaan.
"Menurut gue biarin aja Adnan bergerak lebih cepat dibanding kita" Sahut Zweta sambil membagi tugas.
"Biar diri lo juga tenang Zas. Nggak banyak pikiran juga, tinggal nunggu waktu yang tepat aja. Pusing juga lama-lama lihat kalian buat drama mulu" Ujar Zweta sambil menghabiskan sisa makanan di piringnya.
"Ko drama sih? Ih..." Gerutu Zaskia.
"Bercanda ha haha" Sahut Zweta sambil tertawa usil.
"Ohiya Zevana kemana? Ko nggak ikut sarapan bareng kalian?" Tanya Zaskia kembali.
"Alah.. udah biarin aja, paling masih capek dia habis ikut pertandingan kemarin" Timpal Zinta sambil tertawa.
...****...
Keesokan harinya...
Zevana berjalan perlahan memasuki halaman sekolah membawa pesona baru di hidupnya. Merasa sadar jika teman-temannya terpesona melihat wajahnya yang kini terlihat semakin cantik dari biasanya.
...Mencoba terlihat nyaman...
...Hanya ingin bertemu Adnan...
...Cara berjalannya tegap lurus ke depan...
...Dengan senyuman yang menawan...
Penampilan yang feminim jauh dari kebiasaan yang ia lakukan setiap hari.
"Adnan!" Sapa Zevana memanggilnya dari kejauhan.
Adnan menoleh ke belakang mencoba mengingat seseorang, tapi ia tidak mengenalnya siapa yang dimaksud.
"Nan, kita latihan basket lagi yuk nanti sore gimana?" Tanya Zevana sambil tersenyum merekah dan mendekati Adnan.
"Latihan basket? Tunggu lo siapa ya?" Tanya Adnan kembali sambil mengernyitkan dahinya.
"Ha haha masa nggak ngenalin gue sih Nan? Gue ini Zevana, gimana penampilan baru gue? Cantik kan?" Sahut Zevana dengan suasana yang menjadi canggung.
Hatinya kini berdegup kencang, seperti hujan di musim panas yang datang menghampirinya.
__ADS_1
"Oh Zevana.. ah masa sih? Cewek tomboi yang sering main basket sama gue itu?" Tanya Adnan yang kini jadi ikut tersenyum dan tertawa padanya.
"Eemm.. iya Nan" Jawab Zevana tersipu malu.
Sempat terlintas di pikirannya, tentang hubungan Adnan dan Zaskia yang sempat menghantuinya. Ia sadar bahwa ini tindakan yang salah, namun hatinya mengatakan jangan dulu berhenti, sebab rasa cinta baru saja dimulai.
Bahkan ia juga sudah mengetahui jika nantinya akan timbulnya perasaan hati yang terasa sakit. Meskipun hanya singgah sementara waktu, baginya tak apa. Ia termasuk orang lama yang dikenal oleh Adnan.
"Jadi gimana, lo bisa kan Nan?" Tanya Zevana kembali dengan ekspresi yang antusias.
"Iya bisa ko" Jawab Adnan dengan tersenyum.
"Yaudah kalo gitu, gue masuk kelas dulu ya" Ujar Zevana sambil beranjak pergi.
Adnan termenung sejenak, ia lupa bahwa nanti sore ia ada keperluan yang lebih penting. Maka dari itu Adnan kembali menghampiri Zevana dan meraih pergelangan tangannya dari arah belakang, rupanya langkah Zevana terhenti ketika ia hendak menaiki anak tangga ruang kelasnya.
"Zev.." Ucap Adnan yang memanggil namanya.
Dengan perasaan terkejut, Zevana dengan sigap menoleh ke arah belakang dan rupanya Adnan yang terlihat sedang meraih tangannya itu, kini mata mereka saling bertemu untuk yang kedua kalinya.
"Eh sorry nanti sore gue nggak bisa, gimana kalau sekarang aja latihan basketnya?" Tanya Adnan sambil tersipu malu.
"Oh..ii..yaa..boleh" Jawab Zevana dengan ucapan terbata-bata karena merasa gugup.
"Lo bawa sepatu olahraga nggak? Kalau nggak bawa, nih pakai aja sepatu gue ya" Ucap Adnan sambil melepaskan tangannya Zevana.
...****...
"Tenang aja aman ko" Kata Zweta menambahkan.
"Iya deh" Jawab Zaskia dengan pasrah.
Di tengah keramaian sekolah mereka mendengar temannya yang lain sedang membicarakan perubahan Zevana tadi pagi, yang kini menjadi feminim dan menjelma menjadi perempuan yang sangat cantik untuk dikagumi.
"Zevana jadi cantik? Maksudnya apa ya?" Tanya Zaskia pada kedua sahabatnya itu.
"Emangnya lo belum tahu apa? Dih norak lo" Kata Dito yang terlihat sedang berjalan melewati mereka bertiga.
"Ih.. ngeselin banget, gue cari tau sendiri aja" Ucap Zaskia sambil terus berjalan melangkahkan kakinya, mencari tahu keberadaan Zevana.
"Zas lo mau kemana? Duh.." Ucap Zinta.
Terlihat dari kejauhan, Zaskia melihat dengan jelas dan nyata apa yang dikatakan oleh Dito. Ya benar adanya, Zevana kini menjelma menjadi perempuan yang sangat cantik melebihi dirinya yang sudah dianggap primadona di sekolah.
Terlebih lagi ia melihat Zevana dan Adnan sedang bermain bola basket bersama, tersenyum bahagia singgah di wajahnya Adnan.
__ADS_1
Hati Zaskia kian membara, dan berbicara didalam hatinya.
"Zevana! Beraninya lo menikung gue dari belakang!" Pekik Zaskia dengan langkah kaki yang panjang dan berlari cepat kearah Zevana.
BRUKK
Buggghh
Buggghh
Zaskia mendorong Zevana hingga terpental jauh, memukulnya dengan dua kali pukulan yang mendarat di wajahnya Zevana. Kakinya Zevana pun sampai terbentur tiang bendera.
Suasana menjadi ramai, Adnan menyaksikannya terperangah saat melihat seseorang datang dengan cepat seperti angin yang berhembus melintasi jagat raya ini.
Adnan segera melerainya, menjauhkannya dari Zevana.
"Hei hentikan! Tolong jangan berkelahi! Dia itu perempuan mas!" Seru Adnan yang menjadi penengah diantara mereka berdua.
Zevana merintih kesakitan karena ia merasa ada luka di wajahnya, setelah pukulan keras yang ia dapati dari Zaskia barusan.
"Apa? Mas? Gue ini cewek ya!" Sahut Zaskia sambil menoleh kearah Adnan.
Kini mereka benar-benar bertemu, suatu keadaan membuat Adnan merasa tertipu oleh penampilan Zaskia yang ia lihat saat ini. Namun mata dan hati tidak bisa berbohong.
"Adnan?" Ucap Zaskia dengan pelan.
"Zaskia?" Ucap Adnan dengan tatapan yang mendalam sudah tertulis jelas di kedua bola matanya.
Tiba-tiba suara Bu Lolita mengganggu alam bawah sadar antara Zaskia dan Adnan. Mereka terbangun dari lamunannya, Zaskia segera pergi dari tempat itu, agar ia tidak ketahuan oleh pihak sekolahnya.
"Aduh ada apa dengan kalian berdua? Ayo jawab! Adnan tolong jawab, kenapa Zevana bisa babak belur begitu?" Tanya Bu Lolita dengan ekspresi yang penuh dengan segudang pertanyaan.
"Kenapa diam aja? Adnan ayo bawa Zevana ke ruang UKS sekarang!" Perintah Bu Lolita sambil menunggu dan memastikan mereka berdua benar-benar ke ruang UKS.
"Iya Bu" Jawab Adnan sambil mengulurkan tangannya ke Zevana.
"Lo masih bisa jalan kan Zev?" Tanya Adnan dengan melihat keadaannya.
"Iya gapapa Nan, gue masih bisa jalan ko, makasih ya udah mau bantuin gue" Jawab Zevana sambil menahan rasa sakit di kaki dan wajahnya tersebut.
"Argh!" Zevana merintih kesakitan.
"Lo gapapa kan Zev?" Tanya Adnan kembali.
"Duh kalian kelamaan banget sih. Saya tungguin dari tadi! Adnan kamu kan laki-laki, masa tega sih sama teman sendiri kesakitan begitu? Sering main basket bareng juga kan? Ayo cepat membopong Zevana ke ruang UKS" Pinta Bu Lolita yang kini seperti mandor.
__ADS_1
* to be continued...