
Di ruang kelas masih menjadi tempat berkumpul yang nyaman untuk mereka bertiga karena keadaan sepi yang mendukung hingga pertandingan telah usai.
"Gais menurut gue, Adnan udah denger semuanya deh" Kata Zweta memulai pembicaraan.
"Hah seriusan? Gawat nih kalau dia bisa tahu" Jawab Zaskia.
"Loh emang kenapa? Bukannya itu bagus ya? Selama lo berusaha menghindar, dan semakin penasaran lah Adnan mencari tahu keberadaan lo Zas" Timpal Zweta memberikan argumen sesuai fakta.
"Iya juga sih" Jawab Zaskia sambil menghela nafas panjangnya.
"Menurut gue ada benarnya juga sih yang dibilang Zweta, tapi apakah nanti permasalahannya akan selesai gitu aja? Enggak juga kan? Mengingat jika benar Adnan mengetahuinya, berarti sudah satu orang yang tau selain kita" Kata Zinta menambahkan opininya.
"Segala sesuatu jangan dijadikan tembok untuk jadi penghalang, karena setiap detik kita bernafas saja belum tentu tahu kan, kapan kita tidak bernyawa?" Sahut Zweta dengan teorinya.
"Intinya jangan berburuk sangka pada seseorang, jika pada dasarnya kita tidak pernah tahu apa yang ada dipikiran orang tersebut" Ucap Zweta menambahkan kembali penjelasannya.
Mendengar perkataan Zweta, kedua sahabatnya menjadi tersadar dengan ucapannya yang telah melampaui batas waktu tersebut. Hari sudah terlihat makin sore, kemudian mereka bertiga beranjak pergi dari ruang kelasnya dan pergi ke rumah masing-masing.
...****...
Pagi hari suara getaran ponselnya membangunkan tidurnya Zevana. Ia terbangun, dengan merasakan pegal dan lelah singgah menemaninya dari kemarin.
Buru-buru ia ke kamar mandi membasuh wajahnya dan menggosok gigi. Hal rutin yang biasa ia lakukan di setiap hari. Bergegas mengambil handuk untuk mandi untuk membersihkan bau badan dan keringat setelah bangun tidur.
Setelah berpakaian ia kembali ke meja rias, menatap cermin dan sekilas bayangan wajah Adnan singgah kembali di hadapannya. Mencoba menepisnya, tapi yang ada hanya senyuman yang didapatnya. Hingga ia berpikir apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?
Pipinya menjadi merah merona, kemudian ia mendadak membuka lemarinya hanya untuk mencari pakaian perempuan yang ingin ia kenakan. Namun kenyataan berkehendak lain, Zevana tak kunjung menemukannya dan tiba-tiba teringat dengan Maminya.
"Mamih punya baju perempuan nggak?" Tanya Zevana dengan nada suara yang berbisik.
"Van, ya ampun mamih nggak mimpi kan ini?" Sahut Mita dengan suara khas cempreng emak-emak rempong.
"Bener ko mamih nggak salah denger" Sahut Zevana yang sesekali memegang telinganya.
Lantaran merasa terkejut mendengar suara Maminya.
"Kamu kan punya banyak baju perempuan sayang, semuanya mamih taro di sebelah kamar tidur kamu, pilih aja mana yang kamu suka" Ucap mamih sambil memeluk dan mengelus kepala anaknya.
__ADS_1
"Makasih ya Mi sebelumnya, he he. Zevana coba pakai dulu ya?" Pinta Zevana sambil mencari baju yang ingin ia kenakan.
"Ciee kayaknya mau ngedate ya sama pacar kamu Van? Apa baru gebetan? Hihi jadi penasaran deh sama sosok laki-laki yang udah merubah penampilan anak mamih jadi semakin cantik gini" Ujar Mita terharu dan tertawa bahagia.
"Ah mamih kepo deh urusan anak muda" Canda Zevana pada Maminya dan pergi merias wajahnya di suatu ruangan sambil menyalakan televisi.
Suara remote televisi pertanda menyala, mendengarkan acara menemani Zevana selama di dalam ruangan sebagai hiburan di kala sepi. Tak sengaja ia melihat berita utama disana adalah sahabatnya sendiri.
Nama Zaskia Watson menjadi trending topik pembicaraan hangat di media sosial, media cetak maupun media elektronik. Karena menjadikan sebuah pertanyaan yang baru untuk menggiring opini yang tidak masuk akal.
Kabar kemunculannya kemarin saat menjadi sambutan pembukaan pertandingan bola basket di sebuah sekolah.
Salah satu wartawan yang ingin meliput berita dan mewawancarai pihak sekolah, namun semua itu ditepisnya. Tidak membenarkan perihal kejadian yang baru saja dilihat oleh sepasang mata banyak orang. berikut liputannya.
"Maaf Bu. Apakah benar siswi yang maju ke depan podium adalah Zaskia Watson? Tolong berikan tanggapannya Bu" Tanya wartawan berita kepada Bu Lolita.
"Oh tentu saja bukan. Zaskia kebetulan dia tidak bisa hadir kemarin karena adanya suatu alasan yang tidak bisa diganggu" Jawab Bu Lolita sambil tersenyum di depan kamera wartawan.
"Lantas siapa orang yang berbicara bahasa Inggris diatas podium, kalau bukan Zaskia Bu?" Tanya wartawan kembali mengikuti langkah Bu Lolita berjalan.
"Maaf mas tolong ya kondisikan pertanyaannya! Kan bisa toh membahas perihal kemenangan pertandingannya? Kita semua lagi berbahagia, jangan usik dengan seputar seseorang yang diluar berita!" Sahut Bu Lolita yang kini menjadi kesal dengan segala pertanyaan yang ditujukan kepadanya.
"Loh itu Zaskia? Berarti kemarin benar penglihatan gue dari kejauhan" Gumam Zevana.
"Tapi kenapa dia belum bisa berubah? Kan aneh" Tanya Zevana didalam hatinya.
"Adnan udah tahu belum ya soal Zaskia? Apalagi beritanya udah kemana-mana kan. Eh tapi kenapa gue jadi tiba-tiba risih sendiri ya?" Tanya Zevana berbicara sendirian.
"Terus buat apa gue merias wajah, kalau ujungnya Adnan akan kembali dengan Zaskia? Enggak.. enggak.. ini nggak boleh terjadi gitu aja, awal percintaan gue baru aja dimulai, jadi selama Adnan belum tahu kejadiannya, gue masih ada harapan buat gantiin posisi Zaskia di hatinya Adnan" Kata Zevana yang sedang menyusun rencana selanjutnya.
...****...
Masih dalam satu pusaran yang sama, yaitu pertanyaan yang bagus melintas di benaknya. Ya.. setelah pertandingan selesai sore hari itu, Adnan berencana untuk mencari tahu tentang keberadaan Zaskia seorang diri. Setelah mendapatkan kabar utama dari televisi tadi pagi, yang menjadikan titik poin penting tujuannya kali ini.
š¶ Andaikan aku tak tergesa
memutuskanmu karena egoku
__ADS_1
hati ini tak akan begini
setiap ingat dirimu
rasanya ingin kembali
š¶ Begitu juga aku
jauh direlung hati
sungguh tak mampu tuk berpindah cinta
Suasana hatinya Adnan kian merindu ketika mendengar lagu rindu dalam hati yang dinyanyikan oleh Arsy Widianto dan Brisia Jodie yang ia putar dari pemutar musik ponselnya.
...Ketika mencoba menjauh...
...Kenangan itu menanyakan kita...
...***Kadang merasa sulit ditempuh...
...saat waktu yang kita pilih tetap setia***...
...Pada seseorang yang hadir...
...Bahkan ditempat yang berbeda...
...Walaupun sedikit terlambat...
...Jika sudah takdir...
...kita pasti akan bertemu lagi...
...Hingga rasa ini berakhir...
...Di kemudian hari...
Hari itu adalah hari Minggu, Zaskia turun dari lantai atas kamar tidurnya dan melihat ke arah meja makan, rupanya sudah ada Zweta dan Zinta yang sedang sarapan. Ia Sangat terkejut, mengapa mereka sudah ada dirumahnya?
__ADS_1
Tanpa ada obrolan apapun, yang ada hanya suara makanan di mulutnya, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan dihadapannya.
* to be continued...