Zed Analytical Number Nine

Zed Analytical Number Nine
Emosi Zaskia


__ADS_3

Setelah mendengar perkataannya, Zaskia menghela nafasnya secara perlahan. Segala upaya telah ia pertahankan, namun semua itu menjadi percuma jika ia adu debat dengan Zweta. Hasil akhirnya ia kalah telak padahal hanya untuk membela dirinya sendiri.


Begitu juga dengan Adnan. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana caranya agar perdebatan diantara mereka berdua selesai.


Kedua matanya juga masih saling mengawasi, perasaan malu pun sempat singgah di benak Zaskia karena perbuatannya. Menunggu sepuluh menit, yang baginya Adnan serasa setahun, tak kunjung selesai.


"Terus gue mesti gimana?" Tanya Zaskia dengan tatapan cemasnya.


Kini beralih menjadi sebuah senyuman tipis yang memiliki maknanya tersendiri.


"Menurut lo?" Sahut Zweta yang segera beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Zaskia membalikkan badannya dan menjauhinya, ia berjalan seolah tanpa beban.


Suasana menjadi semakin mencekam terlebih Zaskia tiba-tiba saja meraih kursi tamu dan melemparkannya kearah Zweta dan Zevana berada.


SRETT..!!


Suara kursi tamu menyeret di lantai ruangan.


Adnan dengan langkah sigapnya, ia segera menghantam kursi tersebut untuk melindungi mereka.


"Awas!!" Teriak Adnan yang berdiri didepan untuk menjadi benteng pertahanan.


Aahhhh!!


Suara teriakan yang berasal dari Zweta dan Zevana terdengar melengking di telinga.


BRUKK..!!


"Kamu harusnya nggak disana buat bantuin mereka Nan" Ujar Zaskia.


Zaskia merasa tak percaya setelah melihat Adnan yang menjadi korban dari perbuatannya sendiri.


Zaskia segera menghampiri Adnan untuk melihat keadaannya, namun semua itu ditepis oleh Adnan. Karena sikapnya lah yang membuat Adnan menjadi emosi. Kini Adnan tahu betul apa yang akan dilakukan.


"Cukup yah..tolong sudahi drama ini!!" Maki Adnan dengan nada tinggi yang menggetarkan jantung.


Baru kali ini Zaskia melihat Adnan sangat marah terhadapnya. Posisinya ia biarkan begitu saja. Tidak bergerak dan tidak berpindah.


"Nan kamu nggak ngerti apa yang terjadi" Sahut Zaskia sambil menahan tangis.


"Nggak ngerti? Iya emang aku nggak ngerti kenapa kamu tiba-tiba saja menghilang nggak ada kabar" Sahut Adnan dengan cepat.

__ADS_1


"Menghilang nggak ada kabar?" Tanya Zaskia yang menjadi semakin bingung.


"sssttt...aku nggak mau denger ucapan kamu sebelum aku selesai ngomong" Sahut Adnan kembali, dengan nada agak rendah suaranya.


Zaskia pun mendengarkan keluh kesahnya Adnan dan seketika bergeming.


"Tadi baru aja kamu bilang sendiri bahwa kamu mau nikah sama aku? Setelah kamu baca pesan puisi lewat ponselmu? Asal kamu tau, aku kirim puisi itu udah lama banget Zas. Aku nunggu jawaban kamu setiap hari loh! Dan apa nyatanya? Kamu menghilang gitu aja" Ujar Adnan.


Adnan berbicara sambil memainkan nada suara rendah dan tinggi yang menjadikan suasana kian mendukung.


Zweta dan Zevana pun ikut mendengarkan pembicaraan antara Adnan dan Zaskia.


"Setelah aku menganggap semua itu adalah cerita gantung, aku memilih menjauh dari kamu. Terus kenapa kamu bilang pada Zevana kalau urusan kita belum kelar? Padahal kenyataannya kita nggak pernah putus. Kamu yang bilang sendiri bahwa hubungan kita telah berlalu Zas. Pada akhirnya kamu kembali lagi dalam keadaan yang berbeda rupa serta penampilan" Ujar Adnan.


Adnan menambah penjelasan yang sudah ia cari selama ini. Kini Zaskia angkat bicara tentang persoalannya.


"Jadi selama ini aku yang salah begitu?" Sahut Zaskia.


"Hekh.. masih pura-pura lupa. Apa kamu nggak ingat saat kamu maju ke podium di acara pertandingan kemarin? Itu kamu sedang bahas kita kan? Aku udah tau Zas semuanya, nggak usah nambah masalah lagi" Sahut Adnan kembali.


"Jadi kamu udah tahu semuanya Nan? Kenapa baru bilang sekarang?" Sahut Zaskia dengan keadaan bertanya-tanya.


"Aku baru bilang sekarang, karena kamu ada disini" Sahut Adnan sambil mengeluarkan secarik kertas dari tas punggung miliknya tersebut.


"Ini tulisan kamu kan? Hekh.. jadi selama ini kamu udah salah paham sama aku Zas" Ucap Adnan yang secara tak sadar ia menitikkan air mata membasahi pipinya.


...Tentang sebuah persoalan...


...Diantara seseorang yang merindukan...


...Mengubah sebuah pertengkaran...


...Menjadi awal datangnya Pertemuan...


...****...


"Lalu gimana hubungan kita sekarang Nan?" Tanya Zaskia dengan penuh kepastian.


"Maaf kita harus berpisah, hubungan kita cukup sampai disini" Jawab Adnan.


Mencoba meyakinkan dirinya, jika ia sudah menjawabnya dengan tepat.


"Tapi kenapa? Barusan kamu bilang ini sebuah salah paham kan? Kenapa dengan mudahnya kamu menjawab seolah nggak ada yang tersakiti?" Sahut Zaskia menangis sesenggukan.

__ADS_1


"Karena kamu menjadi penyebab Zevana terluka Zas. Maaf karena tindakan brutal kamu menjadikan alasan yang kuat untuk kita berpisah" Jawab Adnan sambil melihat keadaan Zevana.


Walau berat diucap, tapi ia sudah yakin untuk mengambil keputusan yang tepat. Kini kumpulan orang-orang disana menjadi terkejut mendengar perkataan Adnan.


Zaskia kini tersadar bahwa rasa sakit hati itu benar adanya. Kini persoalan diantara mereka sudah kelar sesuai skenario yang ia dapatkan ketika menjelajah waktu di masa lalu.


"Ohiya mungkinkah selama ini kamu menghilang karena berada di time travel?" Tanya Adnan mematahkan ucapannya.


"Sejak kapan Adnan tahu tentang time travel?" Gumam Zweta sambil menggelengkan kepalanya.


"......" Zaskia tidak menjawabnya dan berlari kearah luar ruangan sambil menangis. Membuka pintu yang terkunci dan tak sengaja ia menabrak seseorang dari luar yang kebetulan ingin masuk ke dalam ruangan UKS.


Cklek..!!


BRUKK!!


"Ah" Ucap Zaskia sambil memegang dahinya yang terbentur.


"Zaskia ternyata kamu disini?" Tanya seseorang dari luar itu ternyata adalah Bu Lolita.


"Bu Lolita? Maaf saya.." Ucap Zaskia sambil mengusap air matanya.


"Kamu habis nangis ya?" Tanya Bu Lolita pada Zaskia.


"Enggak Bu" Jawab Zaskia yang mencoba menghindar dari Bu Lolita.


Usaha Zaskia untuk menghindar telah ditepis oleh Bu Lolita. Karenanya ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan oleh beliau.


"Ayo temani saya ke dalam ruangan Zas" Kata Bu Lolita sambil memegang lengan Zaskia dan membawanya kembali kesana.


"Tapi Bu?" Sahut Zaskia.


"Eits.. Ini perintah guru wali kelas kamu loh" Ucap Bu Lolita yang sikapnya tidak tahu menahu.


Akhirnya Bu Lolita berhasil mengajak Zaskia ke dalam ruangan UKS. Hal yang membuat istimewa adalah Zaskia telah kembali ke tubuhnya sekarang. Netranya Adnan terpusat pada apa yang baru saja dilihat yakni seseorang yang baru saja bergelar menjadi mantan kekasihnya.


Wajahnya yang cantik dan imut, dengan membiarkan rambut panjang sepunggung terurai indah mewakili visual dari Zaskia.


Begitu pun dengan kedua sahabatnya yang menjadi tercengang melihat perubahan sahabatnya.


"Zaskia" Ucap Adnan dan kedua sahabatnya itu secara bersamaan.


"Adnan terimakasih kamu sudah mau menjaga Zevana disini. Sekarang kamu boleh pulang ya, biar nanti Zevana saya yang urus. Ada sesuatu hal yang harus dibicarakan" Ujar Bu Lolita dengan sangat tegas.

__ADS_1


"Baik Bu" Jawab Adnan ia berjalan melewati Zaskia namun pandangan matanya tidak bisa berbohong.


* to be continued...


__ADS_2